Gegara Aktivitas PETI, Rumah Ketua BPD Diserang, An*k Ist*ri Diduga Dianc*m dan Diani*ya, Jamin Keamanan Korban Polres Tebo Bakal Gandeng LPSK
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Aksi penghadangan petugas Polres Tebo oleh warga yang menolak aktivitas dompeng atau penambang emas tanpa izin (Peti) untuk ditertibkan didesa Teluk Langkap Kec Sumay, Kab Tebo, Prov Jambi, pada Minggu-Senin (12-13) Juli 2026, berujung penyerangan terhadap rumah ketua badan permusyawaratan desa (BPD) yang di duga di lakukan oleh oknum pekerja dompeng, pada Selasa 14 Juli 2026.
Dalam video yang viral di sosial media di duga seorang pekerja dompeng lakukan penyerangan dan menarik paksa ketua BPD Teluk Langkap, Amri Firdaus dan anaknya keluar dari rumah. Selain itu seorang yang tengah memvideokan sempat dikejar diduga oleh pelaku dompeng.
Tak sampai di situ, isteri Ketua BPD juga ditarik keluar rumah hingga terjatuh oleh salah satu perempuan, di duga orang yang pro dengan aktivitas Peti.
Atas dugaan penyerangan tersebut, Amri Firdaus langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Tebo. Kepada sejumlah wartawan Amri Firdaus, usai menjalani pemeriksaan di Polres Tebo mengatakan, ini kali kedua melapor dengan peristiwa yang sama. Pada sebelumnya terjadi dengan saya dan anak saya, yang kedua ini penyerangan kerumah saya. " Saya merasa anak dan isteri terancam di serang oleh warga pendompeng.
Firdaus menegaskan, bahwa panitia pendompeng harus bertanggungjawab, awal kesepakatan dengan masyarakat sudah di tentukan batasnya, sekarang sudah lewat ke pemukiman warga sekitar 500 meter tepatnya depan rumah saya," ungkapnya.
Lanjut Firdaus, tadi pagi saya berusaha bersama warga yang menolak aktivitas dompeng agar menjauhi pemukiman dan jangan mendekati tebing sungai, namun tak diindahkan, bersama warga, kami tadi mengusir dompeng pakai kembang api dan katapel sekitar pukul 9.00 Wib pagi.
" Lalu orang ini bilang kena batu katapel, kalau merasa kena apa salahnya dia temui warga. Tapi ini setelah 3 jam, dari pukul 9.00 Wib-12.30 Wib orang ini datang menyerang dan menuduh saya padahal warga banyak, entah siapa dan wajar kami mengusir dompeng karena sudah bosan malah sekarang depan rumah saya, "tegas Firdaus.
" Kalau rumah kami roboh siapa yang akan bertanggungjawab membangunnya kembali, sementara mereka cari keuntungan pribadi. " Kami warga yang tinggal dipinggir sungai dirugikan apalagi saya Ketua BPD tidak dihargai," ucap Firdaus.
Ditegaskan Firdaus, kalau orang ini masih keluarga tidak mungkin terjadi penyerangan ke rumah saya. " Saya berharap aparat penegak hukum (APH) minta usut tuntas masalah ini karena sudah dua kali kami terancam dan pelaku agar di tetapkan sebagai tersangka," tegasnya lagi.
Sesuai video yang beredar kata Firdaus, itu rill tidak ada rekayasa, ditonton oleh masyarakat banyak,"tutupnya.
Sementara Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim, Iptu Rimhot Nainggolan, membenarkan, telah menerima laporan dugaan tindak pidana pengancaman yang di laporkan oleh Ketua BPD Teluk Langkap. Kemudian sambung Rimhot kita juga menerima laporan dari Wartini, isteri Ketua BPD, terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.
" Laporan ini akan kita proses secara transparan dan berkeadilan hingga mendapat kepastian hukum terhadap korban,"lanjutnya.
Selain itu Rimhot membenarkan pada sebelumnya Amri Firdaus ada membuat laporan di Polres Tebo namun masih tahap penyelidikan. Mungkin kita juga akan berkoordinasi dengan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) untuk keamanan bagi Ketua BPD," ucapnya meyakini.
Reporter
ARDI















