Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Minggu, 22 Maret 2026

Opini : Fenomena Disinformasi Terhadap Gubernur Jambi, Publik Perlu Kritis, Media Harus Bertanggung Jawab

Oleh: Martayadi Tajuddin 

Belakangan ini ruang publik di Provinsi Jambi diwarnai oleh maraknya konten di sejumlah media sosial maupun pemberitaan di beberapa media online yang cenderung mendiskreditkan Gubernur Jambi Al Haris. Fenomena ini tidak hanya terlihat dari intensitas pemberitaan, tetapi juga dari pola narasi yang terkesan repetitif dan mengarah pada pembentukan opini tertentu di tengah masyarakat.

Salah satu yang mencolok adalah aktivitas *sejumlah akun media sosial tertentu*, yang secara konsisten memproduksi konten bernada kritik keras bahkan cenderung menyerang personal. Dalam praktik demokrasi, kritik tentu merupakan bagian yang sehat dan diperlukan sebagai mekanisme kontrol publik terhadap kekuasaan. Namun demikian, kritik yang sehat haruslah berbasis data, fakta yang dapat diverifikasi, serta disampaikan secara proporsional.

Jika kritik bergeser menjadi kampanye opini yang tidak didukung oleh fakta yang utuh, maka yang terjadi bukan lagi kontrol publik, melainkan penggiringan persepsi. Inilah yang berpotensi menyesatkan publik, karena masyarakat disuguhi informasi yang belum tentu mencerminkan realitas secara objektif.

Dalam konteks inilah masyarakat perlu meningkatkan literasi informasi. Publik tidak boleh terjebak pada arus informasi yang viral semata, tetapi harus mampu menilai suatu isu berdasarkan sumber yang kredibel, data yang terverifikasi, serta konteks kebijakan yang sebenarnya. Tanpa sikap kritis tersebut, ruang publik akan mudah dipenuhi oleh narasi yang bias dan cenderung manipulatif.

Di sisi lain, media—baik media sosial maupun media online—memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga integritas informasi. Media bukan sekadar saluran distribusi opini, tetapi juga institusi yang memiliki kewajiban menjaga akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik.

Apabila terdapat pihak-pihak yang secara sistematis menyebarkan informasi yang tidak akurat, fitnah, atau bahkan berpotensi merusak reputasi seseorang tanpa dasar yang jelas, maka *langkah hukum* patut dipertimbangkan sebagai bagian dari penegakan aturan. Upaya hukum bukan dimaksudkan untuk membungkam kritik, melainkan untuk memberikan batas yang tegas antara kritik yang konstruktif dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

Langkah ini juga penting sebagai *efek kejut (shock effect)* agar ruang publik digital tidak menjadi arena yang bebas dari tanggung jawab. Tanpa penegakan hukum yang jelas, praktik penyebaran disinformasi akan terus berulang dan berpotensi merusak kualitas demokrasi.

Pada akhirnya, demokrasi yang sehat membutuhkan tiga hal: pemerintah yang terbuka terhadap kritik, media yang bertanggung jawab, dan masyarakat yang kritis dalam menyaring informasi. Ketiganya harus berjalan seimbang agar ruang publik tetap menjadi ruang dialog yang sehat, bukan arena pembentukan opini yang menyesatkan.

Penulis ialah Pengamat Kebijakan Publik

Qiamul Lai Itikaf di Ponpes Darul Arifin: Gubernur - Wakil Gubernur Jambi Sahur dan Shalat Subuh Bersama Warga

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama Wakil Gubernur Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I

JALUKO,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama Wakil Gubernur Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I kembali memimpin kegiatan Qiamul Lai yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi. Kali ini kegiatan ibadah tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi yang berlokasi di Jalan Ness, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (17/3/2026) dini hari.

Kegiatan Qiamul Lai yang merupakan agenda rutin Pemprov Jambi selama bulan suci Ramadhan ini dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Suasana berlangsung khidmat dengan rangkaian ibadah malam diawali seperti shalat sunah tasbih, tahajud, hajat dan shalat taubah dengan diimami oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin DR. KH. Zainul Arifin Med, MA. Kemudian dilanjutkan sahur bersama jamaah masjid. 
Setelah sahur, dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah dengan membaca lstiqhotsah dan wirid. Dimana barang siapa yang mengamalkan Istiqosah ini akan mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT. 

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris tampak didampingi Wakil Gubernur Abdullah Sani serta dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Gubernur Al Haris mengatakan, kegiatan Qiamul Lai merupakan upaya meningkatkan kualitas spiritual para aparatur pemerintah, sehingga keseimbangan antara tugas kedinasan dan ibadah dapat terus terjaga. Menurutnya, peningkatan spiritualitas sangat penting bagi aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini kita berharap ibadah para aparatur semakin meningkat. Dengan spiritualitas yang kuat, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ujar Al Haris.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut berharap kegiatan Qiamul Lai di bulan Ramadhan ini dapat menjadi momentum pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan.
“Ramadhan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan jalan santai mengelilingi pondok pesantren, sambil melihat kondisi bangunan dengan luas 30 hektar. (ARD)

Pemprov Jambi Pastikan Jalur Mudik Aman, Siagakan 22 Alat Berat dan Posko

Foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Menindaklanjuti instruksi Gubernur Jambi, Al Haris, dalam rapat koordinasi persiapan pengamanan Idul Fitri 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi bergerak cepat menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran arus mudik.

Dalam arahannya, Al Haris secara tegas meminta agar alat berat disiagakan di titik-titik rawan bencana, khususnya wilayah yang berpotensi longsor.

“Saya minta Dinas PU menempatkan alat berat di titik-titik rawan bencana agar jika terjadi longsor bisa segera ditangani,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Dinas PUTR Provinsi Jambi ternyata telah menyiagakan sebanyak 22 unit alat berat yang ditempatkan secara strategis di sejumlah jalur rawan. Mulai dari backhoe loader, motor grader, vibro roller hingga dump truck, seluruhnya dipersiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di jalur mudik.

Tak hanya fokus pada kesiapsiagaan darurat, Dinas PUTR juga tancap gas melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah prioritas. Ruas-ruas vital di Tanjung Jabung Timur, Tebo, Batang Hari, Sarolangun, Merangin hingga Bungo menjadi perhatian utama guna memastikan jalur mudik tetap dalam kondisi layak dan aman dilalui.

Langkah preventif lainnya juga dilakukan melalui kegiatan “tebas bayang”, yakni pembersihan vegetasi di sisi jalan. Upaya ini penting untuk menghindari penyempitan badan jalan sekaligus meningkatkan jarak pandang pengendara demi keselamatan bersama.

Dengan total panjang jalan provinsi mencapai 1.183,78 kilometer, Dinas PUTR saat ini tengah mengerjakan 50 ruas jalan secara serentak di seluruh wilayah Jambi. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi akan meningkat dalam beberapa hari kedepan.

Sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, posko mudik juga telah didirikan di sejumlah titik strategis, mulai dari Kota Jambi (UPT WDP), Muaro Jambi dan Batang Hari (Tampino Bajubang), Tanjung Jabung Timur (Lambur 1 dan Lambur 2), Sarolangun, Merangin, Sungai Penuh, Kerinci (Biuku Tanjung dan Air Hitam), Tebo (Jalan Padang Lamo), Bungo (Desa Lubuk Mengkuang).

Dengan berbagai langkah yang telaj dilakukan, Dinas PUTR Provinsi Jambi optimistis kondisi infrastruktur jalan akan lebih siap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat selama periode mudik Idul Fitri 2026.

Persiapan pengamanan idul fitri 1447 H tahun 2026 Masehi, dinas PUTR Provinsi Jambi telah melaksanakan beberapa langkah-langkah diantaranya pembentukan posko mudik lebaran, melaksanakan tebas bayang jalan Provinsi serta penanganan pemeliharaan jalan Provinsi Jambi.

Posko Mudik Lebaran
Ada 6 lokasi beserta personilnya, se-Provinsi Jambi yakni :

a. Kota Jambi DI UPTD WDP

b. Kab. Muaro Jambi Batang Hari di Tampino Bajubang

c. Kab. Tanjab Timur Lambur 1 dan Lambur 2

d. Kab. Sarolangun, Merangin, Sei Penuh dan Kerinci

e. Biuku Tanjung dan Air Hitam

f. Kab. Tebo di jalan Padang Lamo

g. Kab. Bungo didesa Lubuk Mengkuang

Peralatan yang Disiapkan : 
Bacho Loader
Motor Greder
Vibro Roller
Tronton
Dump Truc
Total alat 22 Unit.

Tebas Bayang
Antisipasi menyempitnya Badan Jalan dan menutup pandangan penguna jalan.
Panjang jalan Provisi 1.183,78 KM,
Ada 50 Ruas Jalan sedang kami kerjakan secara Serentak se-Provinsi Jambi dan insaallah akan selesai menjelang lebaran tahun ini.

Pemeliharaan Jalan
Ruas jalan simpang berbak simpang jembatan Muara Sabak (Tanjab Tim)

Ruas jalan Muaro Tebo Simpang logpon Tanjung Batas sumbar (kab.Tebo)

Ruas jalan Tampino Kota Muara Bulian dan jalan sudirman Ma Bulian (Kab Batang Hari)

Ruas jalan Simpang Pauh Air Hitam, Metawak (Kab Sarolangun dan Merangin)

Ruas jalan Limbur- lubuk Menguang (Kab Bungo)

Rehabilitasi Jalan Provinsi dalam Kota Jambi dengan Campuran aspal Panas dan Pembersihan Saluran jalan provinsi tahap 1 jl Pattimura kel Budiman dan Jalan Rangkayo Hitam. (ARD)

Lebaran Penuh Empati, Gubernur Al Haris Bawa Tali Asih dan Pastikan Layanan RS Tetap Prima

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos.,MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH.,  menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dengan melaksanakan kunjungan ke RSUD Raden Mattaher Jambi pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) malam. Kunjungan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi pasien yang tengah menjalani perawatan di momen Hari Raya.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Gubernur Al Haris menyapa langsung para pasien serta keluarga yang mendampingi. Ia juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril, sekaligus memberikan semangat kepada para pasien agar tetap optimis dalam menjalani proses penyembuhan.

“Pada malam Idul Fitri ini kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan dengan para pasien. Mereka sedang diuji dengan kondisi kesehatan, dan kehadiran kami di sini diharapkan dapat memberikan semangat agar mereka segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas sosial, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Selain memberikan tali asih, Gubernur Al Haris juga melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek pelayanan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Peninjauan ini mencakup kesiapan tenaga medis, kondisi fasilitas, serta alur pelayanan kepada pasien selama masa libur Lebaran.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit yang tetap siaga dan profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun berada di tengah suasana libur Hari Raya.

“Alhamdulillah, pelayanan di RSUD Raden Mattaher berjalan dengan baik. Petugas tetap siaga, rapi, dan memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam memastikan pelayanan kesehatan tidak terganggu, bahkan di hari besar sekalipun,” ungkapnya.

Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan, serta memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis. Ia berharap RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi terus meningkatkan mutu layanan dan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, antara lain Kepala Dinas Kesehatan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Wakil Direktur Pelayanan, serta Wakil Direktur SDM dan Sarana Prasarana RSUD Raden Mattaher Jambi. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga pada momen-momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri. Kepedulian terhadap pasien dan perhatian terhadap kualitas pelayanan kesehatan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Jambi yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

Kunjungan Gubernur Al Haris ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pasien untuk tetap semangat dalam proses penyembuhan, sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (ARD)

Jumat, 20 Maret 2026

Soal Konflik Batas Wilayah, Bupati Tebo Bakal Segera Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal

Warga Sungai Bengkal saat kepung kantor belum lama ini

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Harapan masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal kini bertumpu pada satu momen penting yaitu bertemu langsung dengan Bupati Tebo. Setelah melalui rangkaian aksi dan penyampaian aspirasi, warga akhirnya mendapat sinyal bahwa suara mereka akan di dengar di tingkat tertinggi.

Camat Tebo Ilir, Yanto, mengatakan, Bupati Tebo telah merespons aspirasi yang di sampaikan dan menyatakan kesiapan untuk menerima perwakilan warga dalam sebuah pertemuan resmi.

“ Bupati pada prinsipnya siap bertemu dengan perwakilan masyarakat. Inshaallah di jadwalkan setelah Hari Raya Idulfitri, agar warga bisa menyampaikan langsung aspirasi mereka,” ujar Yanto kepada wartawan, Jum'at 20 Maret 2026.

Bagi masyarakat Sungai Bengkal, rencana pertemuan ini bukan sekadar agenda formal. Ini adalah harapan panjang agar persoalan batas wilayah yang mereka rasakan selama ini bisa didengar secara utuh—bukan hanya melalui berkas, tetapi langsung dari suara warga.

Selama ini, warga menilai apa yang mereka perjuangkan memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi sejarah maupun kondisi riil di lapangan. Karena itu, mereka berharap pertemuan nanti menjadi ruang terbuka yang jujur dan adil.

Yanto menegaskan bahwa kesempatan ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh semua pihak. Ia berharap dialog nantinya berjalan dalam suasana kondusif, namun tetap substansial.

“ Ini momen penting, masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi dasar dan harapan mereka. Kami berharap semua pihak bisa terbuka, agar persoalan ini benar-benar menemukan titik terang,” katanya.

Di sisi lain, perhatian publik kini mulai mengarah ke langkah konkret Pemkab Tebo. Kesediaan Bupati untuk bertemu langsung dinilai sebagai sinyal positif, namun masyarakat tentu menanti lebih dari sekadar pertemuan yakni keputusan yang adil dan berpihak pada kebenaran data.

Dengan rencana pertemuan tersebut, masyarakat Sungai Bengkal kini berada di persimpangan antara harapan dan penantian. Mereka berharap, selepas Idulfitri nanti, bukan hanya menjadi ajang mendengar tetapi juga awal dari penyelesaian yang selama ini mereka perjuangkan.

Koordinator aksi masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, Hardani, menyambut baik rencana pertemuan antara Bupati Tebo dengan perwakilan masyarakat yang disampaikan oleh Camat Tebo Ilir, Yanto.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut harus berlandaskan pada kondisi faktual di lapangan, khususnya terkait wilayah yang saat ini di permasalahkan, yakni RT 17 Simpang Semangko RW 01 Dusun Lamo, Kelurahan Sungai Bengkal.

Hardani menekankan bahwa wilayah tersebut bukan hanya berupa lahan perkebunan, melainkan juga merupakan kawasan permukiman masyarakat yang telah lama dihuni dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga Sungai Bengkal.

Dari aspek keterjangkauan pelayanan, wilayah tersebut hanya berjarak sekitar ±10- 15 kilometer dari Kantor Lurah Sungai Bengkal, sementara dari Kantor Desa Teluk Rendah Pasar mencapai sekitar ± 30- 40 kilometer. Kondisi ini dinilai tidak efektif dalam mendukung pelayanan publik apabila tetap berada dalam administrasi yang lebih jauh.

Selain itu, dari sisi aksesibilitas, wilayah tersebut tidak memiliki jalur sungai dan hanya dapat diakses melalui jalur darat, yaitu jalan Akong yang berada dalam wilayah Sungai Bengkal. Hal ini menunjukkan ketergantungan wilayah tersebut terhadap infrastruktur yang berada dalam lingkup Sungai Bengkal.

Lebih lanjut, dari aspek penguasaan lahan, seluruh area—baik kebun maupun permukiman—merupakan milik masyarakat Sungai Bengkal yang telah dikelola dan dihuni secara turun-temurun, tanpa adanya kebun pribadi masyarakat Desa Teluk Rendah Pasar.

Berdasarkan kondisi tersebut, Hardani menilai bahwa penetapan wilayah tersebut ke dalam administrasi Desa Teluk Rendah Pasar tidak mencerminkan realitas di lapangan dan berpotensi menimbulkan ketidakefektifan pelayanan publik serta konflik sosial.

Ia berharap rencana pertemuan dengan Bupati Tebo dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan peninjauan ulang secara menyeluruh, dengan mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan partisipasi masyarakat.

“ Kami siap berdialog secara terbuka, namun kami menegaskan bahwa wilayah yang jelas merupakan permukiman dan ruang hidup masyarakat Sungai Bengkal tidak boleh diputuskan hanya berdasarkan pendekatan administratif semata,” ujar Hardani.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa masyarakat Sungai Bengkal tetap menolak penetapan batas wilayah yang tidak sesuai dengan kondisi faktual, serta mendesak dilakukannya peninjauan ulang secara komprehensif.

REDAKSI

Kamis, 19 Maret 2026

Jelang Idul Fitri 1447 H/2026, Warga Lebak Selatan Mengeluh Mahalnya Harga Danging Kerbau

Foto: dok A abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah,/2026 puluhan pengusaha daging kerbau di wialayah Lebak Bagian Selatan (Baksel) di duga melanggar harga satuan penjualan (HAP), Rabu 16 Maret 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan saat melakukan pengecekan ke sejumlah penjual daging kerbau dadakan yang biasa mangkal di setiap tempat di Kec Panggarangan dan Bayah, mereka menjual daging sapi dan kerbau di kisaran harga Rp 190.ribu-Rp 200 ribu tapi rata-rata mereka menjual daging kerbau Rp 200 ribuan dan itu sudah melanggar aturan HAP.

Seperti di katakan Yani, kepala pasar Disperindag Kab Lebak saat di hubungi  wartawan ini via pesan WhatsApp, bahwa luar biasa tinggi itu harga daging kerbau di wilayah Baksel, padahal HAP nya sekitar Rp 140 ribu/Kg,*katanya.

Menurutnya, memang rata-rata kenaikan harga di picu saat ini karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil, sementara permintaan pasar tinggi, di tambah lagi
tingginya permintaan di tingkat konsumen menjelang ramadhan dan dul fitri tahun ini," ungkapnya. 

Yani berterima kasih atas informasinya dan kami akan bekomunikasi dengan tim Satgas harga, kualitas dan mutu bahan pangan,"tegasnya.

" Kami dari Disperindag ada kewajiban memberikan surat peringatan tertulis ke pedagang daging kerbau yang menaikan harga jauh di atas HAP, kalau di pasar Rangkasbitung ada kenaikan sedikit, hanya Rp 150 ribu/Kg dan untuk harga di Baksel, tolong di pantau terus dan terima kasih atas informasi,"tulis Yani melalui whatsapp. 

Mahalnya harga daging kerbau dan sapi  di wilayah Baksel jelang ldul Fitri 1447H/2026 sangat di keluhkan sejumlah masyarakat berpenghasilan rendah, salah satunya EK,  dia menyayangkan penjual daging sapi dan kerbau sangat mencekik kami sebagai masyarakat kecil,"imbuhnya.

EK berharap Disperindag Kab Lebak turun ke wilayah Panggarangan dan Bayah juga sekitarnya, untuk melakukan penindakan ke pedagang daging sapi dan kerbau yang melebihi dari HAP.

Pantauan dilapangan, setidaknya puluhan pengusaha daging kerbau dadakan jelang lebaran tahun ini di wilayah Baksel rata-rata menjual dengan harga jauh di atas ketentuan HAP, dan akan melaporkannya ke tim Satgas harga, kualitas dan mutu bahan pangan Disperindag Kab Lebak.

Reporter
A ABDULROHIM

Volume Kendaraan Meningkat, Polda Banten dan ASDP Terapkan Delaying System

Foto: Dok A Abdulrohim

BANTEN,DUASATU.NET- Polda Banten melaporkan situasi terkini di Pelabuhan ASDP Merak pada Rabu (18/03) pukul 15.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan terjadi peningkatan volume kendaraan. “Situasi saat ini terjadi peningkatan volume kendaraan di kawasan Pelabuhan Merak yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Banten bersama ASDP telah memberlakukan Dellaying System serta menambah kantong parkir guna mengurangi antrean pemudik,” ujar Maruli.

“Kami juga melakukan pengaturan arus dan pengamanan kendaraan guna menjaga kelancaran serta keamanan selama proses penyeberangan. Petugas di lapangan diterjunkan untuk mengurai kepadatan, termasuk dengan memperkuat pengamanan di atas kapal,” ungkapnya.

Diakhir, Kombes Pol Maruli mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan agar mengutamakan keselamatan. 

“Kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan perjalanan agar selalu berhati-hati di jalan. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan arus lalu lintas melalui Instagram Bidhumas Polda Banten serta mematuhi petunjuk petugas di lapangan,” tutupnya. 

Reporter
A ABDULROHIM

Rabu, 18 Maret 2026

BKPSDM Tebo: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H/2026 ASN dan PPPK Sampai Tanggal 24 Maret 2026

Plt Ka BKPSDM Kab Tebo, Suwarto/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Sesuai SKB 3 menteri dan SE Menpan RB No2/2026 cuti bersama pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di mulai pada Rabu 18 Maret 2026 sampai Selasa 24 Maret 2026 mendatang. 

Hal tersebut di katakan oleh pelaksana tugas (Plt) badan kepegawaian pelatihan dan sumber daya manusia (BPSDM) Kab Tebo, Suwarto, bahwa cuti bersama ASN dan PPPK di mulai pada Rabu 18 Maret 2026 sampai Selasa 24 Maret 2026.

" Kamis 25 Maret 2026 seluruh ASN dan PPPK kembali mulai masuk kerja seperti biasa,"lanjutnya. 

Sementara untuk work from anywhere (WFA) kita belum mendapat informasi tapi yang pasti pasca cuti bersama masuk kerja seperti biasa,"ujar Suwarto, Senin 16 Maret 2026 di temui di kantornya. 

Suwarto menegaskan, bahwa nantinya pasca cuti bersama lebaran Idul Fitri 1447 H/2026, pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo bakal langsung melakukan inspeksi kepada ASN/PPPK di masing-masing satuan perangkat kerja se Kab Tebo. 

" Inspeksi di lakukan empat tim antara lain oleh Tim Bupati Tebo, Wakil bupati (Wabup), Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten yang terbagi di beberapa Kec dalam Kab Tebo,"ucap Suwarto. 

" Apabila masih ada ASN/PPPK tidak masuk kantor bakal kita sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku,"tegas Suwarto. 

Reporter
ARDI

Laka M*ut Bus vs Sepeda Motor di Jalan Bayah-Malingping, Ayah dan Anak Tew*s Seketika

Bus maut yang menabrak pemotor/foto: dok A Abdulrohim 

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Peristiwa 
kecelakaan maut terjadi di jalan nasional Bayah-Malingping, tepatnya di Kampung Panyaungan,Kecamatan Cihara, Rabu 18 Maret 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.

Seorang pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian setelah bertabrakan dengan sebuah bus peeintis Damri dari Bayah.

Tabrakan maut melibatkan kendaraan Motor Beat dengan nomor polisi A 2368 OC dengan Bus perintis Damri A 7986 A,yang dikemudiakan sopir bernama Samsudin.

"Saksi mengatakan di tempat kejadian "Itoh mengatakan kecelakaan disebabkan oleh pengendara motor yang melaju dari arah Barat ke Tumur dengan kecepatan tinggi begitu juga bus damri dari arah bayah didugan pengendara mengantuk yang mengakibatkan bertabrakan terjadi dan tewas seketika dan tabrakan pun tak terhindari," ujar itoh

"Kecelakaan terjadi sangat cepat di Jalan Lurus yang dikenal cukup rawan.

Akibat insiden ini, bus mengalami kerusakan pada bumper depan dan kaca depan pecah. Sementara itu, sepeda motor mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Kapolsek Panggarangan Akp Acep Komarudin SH mengimbau para pengguna jalan, terutama yang akan mudik pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu terhadap keluarga di kampung,untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Reporter
A ABDULROHIM

Petugas Masjid Agung Al Ittihad Muara Tebo Sediakan Fasilitas Istirahat Bagi Pemudik Idul Fitri 1447 H/2026

Halaman parkir Masjid Agung Al Ittihad Muara Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Memasuki H-3 lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M motilitas arus mudik mulai ramai tak terkecuali mereka pemudik yang sengaja mampir atau singgah di Mesjid Agung Al Ittihad Muara Tebo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi dijadikan sebagai rest area. 

Maes Haris petugas Mesjid Al Ittihad Muara Tebo mengatakan, bahwa fasilitas kita sediakan kepada para pemudik yang mampir di Masjid Agung, tempat istirahat seperti biasa, kamar mandi di stanby kan airnya, jangan sampai habis. 

Kemudian parkiran gratis, apapun jenis mobilnya boleh yang jelas harus menjaga kesopanan dan adab jangan sampai waktu siang mampir, makan minum sembarangan itu yang tidak boleh karena ini Mesjid nanti merusak citra kita," ujarnya, Selasa 17 Maret 2026 malam. 

" Himbauan kepada pedagang di dalam area Mesjid ungkap Maes, sangat mengganggu aktivitas kendaraan para pemudik yang keluar masuk parkiran ini. 

Seperti permainan mobil-mobilan anak kita khawatir ketabrak kendaraan pemudik yang masuk ke parkiran apalagi makin lama makin banyak volumenya yang masuk,"ujar Maes. 

Dijelaskan Maes, biasanya H-4 pemudik sudah ramai, parkiran biasanya sudah penuh, mungkin para pemudik sedang dalam perjalanan. 

" Yang sering masuk itu volumenya malam hari dan sore sekitar jam 02.00 dini hari pas orang beristirahat. Kalau untuk saat ini karena melihat parkiran kita penuh mereka pemudik yang menggunakan bus parkirnya cukup di luar jarang ada mau masuk karena keluarnya susah," pungkas Maes.

Sementara itu Ariyani Lubis pemudik asal Pondok Labu Jakarta Selatan yang akan mudik ke Medan Sumatra Utara (Sumut) mengatakan, berangkat sejak Minggu 15 Maret 2026 malam sempat terjebak macet saat akan keluar Tol Banyug Lencir Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). 

Meski demikian Ariyani berharap mudik menuju Medan di lancarkan dan selamat dalam perjalanan agar cepat sampai ke tempat tujuan,"ucapnya. 

Reporter
ARDI

Selasa, 17 Maret 2026

Lakukan Pengawasan Mudik, Ombudsman: Moda Transportasi Perairan Butuh Banyak Perbaikan

Pemudik lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M/foto: dok Ombudsman RI Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Selama sepekan lebih, Ombudsman Jambi melakukan pengawasan terhadap arus mudik jelang lebaran di Provinsi Jambi. Ombudsman mengambil sampel pengawasan yang ada di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ada beberapa moda transportasi yang diawasi oleh Ombudsman yakni, angkutan darat, perairan dan udara.

Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Jambi, Abdul Rokhim, menjelaskan bahwa ada sejumlah titik pengawasan yang dikunjungi oleh Ombudsman. Lokasi tersebut yakni Pelabuhan LSDP Kuala Tungkal, Pelabuhan Penyeberangan Roro Kuala Tungkal, Terminal Alam Barajo Kota Jambi, Pelabuhan Tanggo Rajo Jambi serta Bandara Sultan Thaha Jambi.

"Kita juga melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara di daerah, seperti Dinas Perhubungan, UPT Kementerian PU, Syahbandar dan juga PT Angksasa Pura," ujar Rokhim pada Selasa, 17 Maret 2026.

Rokhim menjelaskan bahwa Ombudsman RI telah memerintahkan untuk melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik di bidang transportasi selama musim mudik lebaran, termasuk Provinsi Jambi. Untuk itu selama sepekan ini, Ombudsman Jambi lewat Keasistenan Pencegahan Maladministrasi melakukan pengawasan di sejumlah kawasan. Pengawasan yang dilakukan meliputi sarana dan prasarana pendukung layanan transportasi selama mudik.

Dari hasil pengawasan Ombudsman, sejauh ini tidak ada kendala berarti terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat selama mudik berlangsung, namun demikian Ombudsman tetap mencatat beberapa hal yang menjadi perbaikan untuk layanan transportasi ke depannya.

Rokhim menyampaikan bahwa untuk transportasi perairan di Jambi, masih perlu perbaikan dalam hal prasarana pendukung yang menunjang keamanan dan keselamatan penumpang. Ia mengamati bahwa belum adanya sistem pengawasan dan pengamanan terpadu pada angkutan perairan bagi penumpang.

"Kita lihat petugas masih minim di pelabuhan yang kita awasi. Selain itu, tidak adanya sistem pengaturan bagasi yang memadai sebelum masuk kapal, berbeda dengan pesawat. Sehingga bisa meminimalisir risiko," sebu Rokhim.

Selain itu, diperlukan juga pemeriksaan berkala terhadap kondisi kapal baik mesinnya maupun pengemudi kapal atau nahkhoda. Rokhim menyampaikan bahwa perlu ada pemeriksaan berkala terhadap operator angkutan perairan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Kami mendorong agar perhatian Pemerintah Pusat maupun Daerah terhadap angkutan perairan di Jambi untuk lebih ditingkatkan lagi. Jadi tidak hanya angkutan darat dan udara saja yang diperhatikan, tapi perairan juga," tegas Rokhim.

Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi
Abdul Rokhim
0853-8182-8012

H-3 Idul Fitri 1447 H,Penumpang Terminal Mandala Lebak Meningkat 50 Persen

Terminal Mandala, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Dipastikan
jumlah penumpang arus mudik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di terminal Mandala, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meningkat hingga 50 persen pada H-3 Lebaran, Selasa 17 Maret 2026.

Kepala terminal Mandala Lebak Muksin menjelaskan,bbahwa, jumlah penumpang sekarang ini mencapai sekitar 750 orang, meningkat dari hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 500 orang.

“ Kedatangan penumpang mulai terlihat dan meningkat sejak pagi hingga siang, di perkirakan bakal terus bertambah hingga sore hari,”lanjutnya.

Mayoritas pemudik berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Muksin memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 dan H-1 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 3.500 orang.

“ Kami memprediksi puncak arus mudik pada H-2 dan H-1 bisa mencapai 3.500 penumpang,” katanya.

Menurut dia, arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Lebak hingga saat ini terpantau lancar tanpa kendala kemacetan.

Hal tersebut didukung oleh ketepatan jadwal kedatangan dan keberangkatan bus yang melayani angkutan Lebaran.

Saat ini, Terminal Mandala melayani sejumlah rute antarkota dan antarprovinsi (AKAP), seperti Rangkasbitung, Kalideres, Tanjung Priok, Bandung, Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Dikatakan Muksi, kami mengoperasikan 61 armada bus AKAP dan dipastikan mampu melayani kebutuhan pemudik,”tutupnya. 

Reporter
A ABDULROHIM

 


 





Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional