Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Jumat, 27 Maret 2026

Pasien Keluhkan Fasilitas di RSUD Malingping, Pemprov Banten Diminta Turun Tangan

Penanganan pasien di IGD RSUD Malingping/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Pelayanan dan fasilitas di rumah sakit umum daerah (RSUD) Malingping kembali menjadi sorotan. Sejumlah pasien mengeluhkan buruknya kondisi sarana penunjang, khususnya tempat tidur (bed) di ruang perawatan yang dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.

Rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten ini di nilai belum memberikan pelayanan optimal, baik dari sisi fasilitas maupun kenyamanan pasien.

Salah seorang keluarga pasien mengaku kecewa terhadap kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerusakan tempat tidur sangat mengganggu proses perawatan pasien, terutama bagi mereka yang membutuhkan posisi tertentu.

“ Kasur bed-nya tidak berfungsi, tidak bisa dinaikkan atau diturunkan untuk posisi kepala. Kasihan pasien yang sesak napas, seharusnya tidak seperti ini,” ujarnya, Jum'at 27 Maret 2026.

Keluhan ini menjadi perhatian serius, mengingat fasilitas dasar seperti tempat tidur merupakan kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk keadaan pasien, khususnya yang membutuhkan penanganan intensif.

Lebih lanjut, keluarga pasien menilai pihak rumah sakit seharusnya lebih peka terhadap kondisi fasilitas yang rusak. Ia berharap manajemen segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk perbaikan atau penggantian fasilitas.

“ Harusnya kalau bangsal atau tempat tidur rusak, segera dilaporkan dan diajukan penggantian. Jangan sampai pasien jadi korban karena fasilitas yang tidak layak.

Menanggapi hal ini, masyarakat mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fasilitas di RSUD Malingping. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan standar pelayanan kesehatan tetap terpenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih belum berhasil mengkonfirmasi pihak manajemen RSUD Malingping terkait keluhan yang disampaikan oleh pasien dan keluarganya.

Reporter
A ABDULROHIM

Kamis, 26 Maret 2026

Ketua Gemakato: Ditengah Efisiensi Bupati Tebo Harusnya Genjot PAD Bukan Nambah Hutang..!

Gambar: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Usulan pengajuan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tebo, Provinsi jambi terhadap pinjaman dana ke PT Sarana multimedia infrastruktur (SMI) mendapat kritik tajam dari gerakan mahasiswa kabupaten tebo (Gemakato). 

Semula di setujui senilai Rp140 milyar untuk membiayai penanganan infrastruktur jalan pada dinas pekerjaan umum dan untuk membiayai sarana prasarana rumah sakit umum daerah sultan thaha saifudin (RSUD STS) ternyata setelah dievaluasi berkurang dari Rp100 miliar.

Ketua umum Gemakato, Rengki Delfika menyayangkan memaksakan pinjaman dana ke PT SMI. Menurutnya Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengajukan hutang namun tidak mencapai output dari peminjaman dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang, berpotensi merugikan keuangan daerah. 

Pemda Tebo punya kewajiban untuk mengelola utang secara transparan dan akuntabel, serta memastikan pinjaman di gunakan untuk membiayai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ Saya sangat menyayangkan hal sedemikian tetap dipaksakan, karena tidak mencapai output dari pinjaman tersebut. Seharusnya ditengah efesiensi Bupati harus memikirkan bagaimana cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa melalui proses hutang agar tidak menjadi beban bagi keuangan daerah,"kata Rengki, Kamis 26 Maret 2026.

Rengki menegaskan, Kab Tebo sampai hari ini masih menanggung beban hutang pinjaman lama di periode Sukandar-Sahlan, jika bertambahnya hutang lagi di periode Agus-Nazar ini akan menambah beban APBD selanjutnya.

“ Bayangkan saja hari ini APBD kita masih menanggung hutang lama sekitar Rp28 miliar setiap tahun, jika di periode Agus-Nazar mengajukan pinjaman lagi artinya di tengah efisiensi ini beban APBD Tebo akan bertambah. Sementara pinjaman di pastikan tidak akan mempengaruhi PAD yang akan membantu bayar hutang bila tetap di paksakan, maka keuangan Kab Tebo di 2027 akan keos,"ujar Rengki.

Gemakato melalui media ini mengecam keras kebijakan Bupati Tebo agar segera membatalkan pinjaman ke PT SMI," tegasnya.

“ Kami mengecam keras, kebijakan ini karena dinilai merugikan keuangan daerah dan masyarakat Kab Tebo. Ini hanya akan jadi keuntungan beberapa oknum, jalan akan tetap rusak namun kami harus membayar hutang setiap tahunnya, jika ini tetap di paksakan maka kami akan gelar RDP, tidak menutup kemungkinan bakal melakukan aksi demo," pungkas Rengki. 

Reporter
ARDI

Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan


Gubernur Jambi Al Harus/foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Ramadan dan Idulfitri bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ujian nyata bagi kapasitas tata kelola sebuah daerah. Lonjakan kebutuhan pangan, mobilitas manusia yang masif, hingga potensi gangguan distribusi adalah kombinasi yang kerap memicu instabilitas—baik ekonomi maupun sosial. Namun, apa yang terjadi di Provinsi Jambi pada Ramadan–Lebaran 2026 justru menghadirkan narasi yang berbeda: stabilitas yang terjaga, mobilitas yang terkendali, dan koordinasi pemerintahan yang bekerja efektif.

Di tengah kecenderungan tahunan di banyak daerah—di mana harga pangan melonjak tajam dan kemacetan menjadi pemandangan biasa—Jambi menunjukkan performa yang patut dicatat secara serius. Harga sembako relatif stabil. Beras, minyak goreng, gula, hingga protein hewani berada dalam rentang harga yang terkendali. Memang terdapat fluktuasi pada komoditas hortikultura seperti cabai, tetapi itu masih dalam batas kewajaran pasar dan tidak berkembang menjadi gejolak yang meresahkan.

Stabilitas ini bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Ia merupakan produk dari manajemen distribusi yang berjalan, pengawasan pasar yang konsisten, serta kesiapan stok yang terjaga. Tidak terlihat adanya kepanikan publik, tidak pula terjadi fenomena panic buying yang biasanya menjadi pemicu utama lonjakan harga. Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap sistem cukup terpelihara.

Lebih jauh, aspek yang sering kali luput dari perhatian adalah keterkaitan erat antara kelancaran lalu lintas dan stabilitas harga pangan. Dalam konteks ini, Jambi memberikan pelajaran penting. Jalur Lintas Timur Sumatera—urat nadi distribusi logistik sekaligus jalur utama arus mudik—mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Namun demikian, tidak terjadi kemacetan ekstrem yang berujung pada stagnasi distribusi.

Bandingkan dengan beberapa wilayah lain di Sumatera bagian selatan, di mana kemacetan panjang sempat terjadi akibat bottleneck infrastruktur dan tingginya intensitas kendaraan berat yang bercampur dengan arus mudik. Di Jambi, kepadatan memang terjadi, tetapi tetap dalam kategori “mengalir”. Ini adalah perbedaan yang sangat menentukan.

Kelancaran relatif tersebut berdampak langsung pada distribusi barang. Truk logistik tetap bergerak, pasokan tetap masuk ke pasar, dan rantai distribusi tidak terputus. Dalam perspektif ekonomi sederhana, ini berarti tekanan terhadap harga dapat diminimalisir. Dengan kata lain, jalan yang lancar adalah fondasi dari harga yang stabil.

Di sinilah kita melihat pentingnya peran koordinasi lintas sektor. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi menunjukkan kapasitasnya dalam membaca potensi risiko dan meresponsnya secara kolektif. Rekayasa lalu lintas, pembatasan kendaraan angkutan berat pada waktu tertentu, pengamanan jalur strategis, hingga pengawasan distribusi pangan dilakukan secara simultan dan terintegrasi.

Tidak dapat dipungkiri, orkestrasi yang relatif solid ini juga mencerminkan arah kepemimpinan daerah yang bekerja. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi, *Al Haris*, terlihat adanya penekanan pada koordinasi lintas sektor dan respons cepat terhadap isu-isu strategis. Kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga operasional—hadir dalam memastikan bahwa kebijakan benar-benar berjalan di lapangan.

Peran tersebut menjadi penting, terutama dalam momentum sensitif seperti Ramadan dan Lebaran, di mana keterlambatan respons sedikit saja dapat berujung pada efek berantai: kemacetan distribusi, kelangkaan barang, hingga lonjakan harga. Dalam konteks ini, keberhasilan menjaga stabilitas di Jambi menunjukkan adanya kendali dan arah kebijakan yang jelas.

Dalam konteks kepemimpinan daerah, capaian ini merefleksikan fungsi koordinatif yang berjalan efektif. Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu diimplementasikan secara konsisten di lapangan. Stabilitas yang terjadi di Jambi selama periode krusial ini menunjukkan adanya kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Tentu, bukan berarti tanpa catatan. Tantangan ke depan tetap ada: peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pengendalian kendaraan over dimension over load (ODOL), serta penguatan sistem logistik daerah agar semakin adaptif terhadap lonjakan musiman. Namun, capaian tahun ini memberikan fondasi yang kuat untuk perbaikan berkelanjutan.

Apresiasi perlu diberikan—bukan sebagai bentuk euforia berlebihan, tetapi sebagai pengakuan objektif atas kerja kolektif yang nyata. Kepada seluruh jajaran Forkopimda, aparat di lapangan, hingga para pelaku distribusi, keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi. Secara khusus, apresiasi juga layak disematkan kepada Gubernur Jambi, Al Haris, yang mampu menjaga ritme koordinasi dan memastikan stabilitas tetap terjaga dalam momentum yang penuh tekanan.

Ketika banyak daerah masih berjibaku dengan persoalan klasik setiap Lebaran, Jambi justru mampu menunjukkan bahwa stabilitas itu bisa dikelola.

Lebaran tahun ini di Jambi tidak diwarnai oleh kepanikan harga maupun kelumpuhan jalan. Masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang, melakukan perjalanan dengan relatif nyaman, dan memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan berlebihan. Ini adalah capaian yang sederhana dalam tampilan, tetapi kompleks dalam proses.

Akhirnya, kita patut menyadari bahwa keberhasilan ini bukanlah titik akhir, melainkan standar baru. Standar bahwa Ramadan dan Lebaran seharusnya tidak lagi identik dengan gejolak. Standar bahwa dengan koordinasi yang tepat, kepemimpinan yang responsif, dan sistem yang berjalan, stabilitas bukanlah hal yang mustahil.

Jambi telah memberi contoh. Tinggal bagaimana konsistensi ini dijaga, diperkuat, dan dijadikan model ke depan. (ARD

Awalnya Rp140 Milyar, Setelah Evaluasi Dana Pinjaman Pemkab Tebo Ke PT SMI Tinggal Segini..!

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pengajuan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terhadap pinjaman dana ke pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) yang semula disetujui senilai Rp140 milyar untuk membiayai penanganan infrastruktur jalan pada dinas pekerjaan umum dan untuk membiayai sarana prasarana rumah sakit umum daerah sultan thaha saifuddin (RSUD STS), ternyata setelah di evaluasi berkurang menjadi kurang dari Rp100 milyar. 

Hal tersebut di sampaikan oleh kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kab Tebo melalui kepala bidang (Kabid) bina marga, Nusa Suryadi, saat di hubungi duasatu.net melalui sambungan telepon, Kamis 26 Maret 2026.

Dijelaskannya, bahwa usulan awal pinjaman ke PT SMI adalah Rp140 milyar, untuk dinas PU Rp80 milyar dan RSUD Rp60 milyar. Setelah di evaluasi oleh pihak PT SMI, terkait tentang kemampuan daerah untuk membayarkan utang maka di setujuilah sekitar Rp100 milyar kurang sedikit,"kata Nusa. 

" Yaitu untuk dinas PU Kab Tebo sebesar Rp46 milyar dan sisanya RSUD," ungkapnya. 

Nusa membeberkan, anggaran Rp46 milyar ini kalau waktu di PU, di anjuran kita kemarin, Rp8 milyar di Benteng Kurung, Rp72 milyar lagi jalan Nasional paal 12 sampai ke jalan 21.

" Pada waktu itu dua ruas cuma panjang jalannya lumayan sekitar Rp12 Km sekarang dengan berkurangnya anggaran tersebut menjadi Rp46 milyar cuma dapat sekitar 7 Km," terang Nusa. 

Lanjut Nusa 7 Km tersebut antara lain 3,7 Km dari Paal 12 sampai dengan SMPN 22 Blok F, satu link lagi sepanjang 3,3 Km dari Blok E hingga simpang Sadermo sebelum Unit 15.
 
Sedangkan untuk penanganan jalan di Benteng Kurung Kec VII Koto Ilir tidak jadi,"imbuh Nusa. 

Selain itu Nusa menyebutkan, untuk progres pinjaman dana tersebut mereka PT SMI akan memproses Readiness Criteria (RS) dan kita sudah sampaikan yang nantinya akan dinilai oleh beberapa Kementerian, seperti Kemendagri, Investasi serta Kemenkeu, dan  Feasibility Study (FS) proposal kita bakal di nilai, kalau clear baru di tandatangan kontraknya. 

" Sekarang posisinya mereka menilai proposal itu, paling sekitar awal bulan April 2026 ini keputusannya dan mungkin selambat-lambatnya di pertengahan April," pungkas Nusa. 

Reporter
ARDI

Rabu, 25 Maret 2026

Kemenhaj: JCH Tebo Tetap Akan Berangkat Tahun Ini Meski di Timur Tengah Terjadi K*nflik P*rang

Kakan Kemenhaj Kab Tebo, Darmawi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Kantor kementerian haji dan umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi menegaskan jamaah calon haji (JCH) tetap akan di berangkatkan meskipun di negara Timur Tengah sedang mengalami konflik perang. 

Kepala kantor (Kakan) Kemenhaj Kab Tebo, Darmawi menyatakan, bahwa sebanyak 201 orang JCH kita akan bergabung di kelompok terbang (Kloter) 22, 24 dan 20.

Sampai sekarang untuk keberangkatan JCH Kab Tebo ini khususnya Prov Jambi Indonesia, belum ada menyatakan gagal berangkat, InshaaAllah akan berangkat tahun ini,"tegas Darmawi, di temui di kantornya, Rabu 25 Maret 2025.

Berkaitan konflik perang yang terjadi di Timur Tengah saat ini, ungkap Darmawi, berdasarkan penegasan dari wakil menteri haji (Wamenhaj) JCH Indonesia tetap akan berangkat. 

" Walaupun bagaimana ada alternatif lain namun JCH Jambi khususnya Indonesia tahun ini InshaAllah siap berangkat," katanya lagi. 

Darmawi melanjutkan, bahwa untuk penambahan JCH Kab Tebo awalnya adalah berjumlah 198 orang, namun kemarin ada tambahan lima orang cuma yang kami ambil cuma tiga orang, tapi dua orang merupakan pasangan suami istri terpisah Kloter, satu di Kloter 20 dan satu lagi Kloter 19.

" Yang bersangkutan keberatan untuk berangkat karena terpisah Kloter, sementara tiga orang itu dua masuk di Kloter 24, satu lagi masik di Kloter 20," kata Darmawi. 

Lanjut Darmawi, kalau untuk yang masuk di Kloter 20 cuma satu orang berjenis kelamin laki-laki asal Kec Tebo Tengah. Dan untuk keberangkatan JCH Tebo yang berada di Kloter 20 tidak mendapat pengawalan karena cuma satu orang tetap akan di antar oleh keluarga dan di dampingi petugas Kemenhaj. 

Selain itu Darmawi menambahkan, JCH tertua pada musim haji tahun 1447 H/2026 berasal dari Kec Rimbo Bujang atas nama Sumini umur 90 tahun dan yang termuda bernama Suci Gina Aurelia asal Kec Tebo Tengah usia 14 tahun," pungkasnya. 

Reporter
ARDI

Selasa, 24 Maret 2026

Warga Muaro Ketalo Yang Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan Tak Jauh Dari Lokasi Kejadian

Korban tenggelam Abdul Hafis di mandikan dirumah duka/foto: dok BPBD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Hari kedua pencarian korban tenggelam di sungai Batanghari bernama Abdul Hafis (19) warga desa Muaro Ketalo, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, akhirnya di temukan pada Selasa 24 Maret 2026 sekira Pukul 12.45 Wib atau sekitar 500 meter dari lokasi kejadian tepatnya di Muaro Sungai Landai, dusun Lingkar Nago desa Muara Ketalo.  

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan di hubungi melalui sambungan telepon membenarkan, bahwa korban tenggelam di sungai Batanghari atas nama Abdul Hafis, warga desa Muaro Ketalo berhasil diketemukan tak jauh dari lokasi kejadian atau sekitar 500 meter.

" Korban di ketemukan sekitar pukul 12.45 Wib siang sudah dalam keadaan meninggal dunia. 

Joko menyebutkan, korban langsung di serahkan kepada pihak keluarga," lanjutnya, Selasa 24 Maret 2026.

Proses pencarian yang dilakukan sejak kemarin hingga di temukannya korban, kita bekerja sama melibatkan Basarnas, BPBD, Polsek, Koramil dan Camat Tebo Ilir di bantu masyarakat sekitar," ujar Joko. 

Reporter
ARDI

Open House Halal Bihalal di Kediaman Pribadi, Gubernur Al Haris Tekankan Pererat Kebersamaan

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama bupati/walikota se Prov Jambi/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menekankan mari bersama pererat kebersamaan dan kekompakan antar Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi serta masyarakat. 

Hal tersebut diungkapkan saat acara Halal Bi Halal sekaligus Open House Gubernur Jambi bersama Bupati/Wali Kota wilayah Jambi Barat, bertempat di kediaman pribadi Gubernur Al Haris, Lorong Kurnia, Kelurahan Pematang Kandis, Bangko, Kabupaten Merangin, Senin 23 Maret 2026. Halal bihalal ini juga terbuka untuk masyarakat umum.

“Momentum halal bihalal ini memperkuat hubungan antar kita pasca Idul Fitri. Sebelumnya, perayaan Idul Fitri pertama telah kita laksanakan di rumah dinas dengan kehadiran Wali Kota Jambi, Bupati Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjab Barat, dan Tanjab Timur. 

Semoga pertemuan ini memberikan keberkahan bagi kita semua. Mari kita rawat dan jaga kebersamaan yang telah terbangun dengan baik ini,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menerima kunjungan silaturahmi dari Bupati dan Wakil Bupati Merangin, M. Syukur berserta istri, dan  Khafid Moein berserta istri , serta Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun, Hurmin berserta istri dan Wakil Bupati Gery dan Istri, Bupati Bungo Dedi Putra bersama istri, dan Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Bupati Tebo Agus Rubianto, Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi berserta istri.

Dilanjutkan silaturrahmi dari Bupati Kerinci Monadi berserta istri, Wakil Bupati Kerinci Muhrison beserta istri dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin beserta istri, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah. Turut hadir pula Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

"Acara open house ini diharapkan menjadi momen pelepas rindu sekaligus ajang untuk semakin mempererat kebersamaan dan hubungan hangat antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota serta masyarakat luas," ungkap Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menjelaskan, pelaksanaan Halal Bihalal tahun ini dibagi menjadi dua wilayah, yakni timur dan barat, untuk memudahkan mobilitas kepala daerah selama momen Lebaran.

“Kalau dulu semua berkumpul di Jambi, tentu cukup melelahkan bagi para bupati dan wali kota yang harus bolak-balik. Sekarang kita bagi dua lokasi agar lebih efektif dan tidak mengganggu waktu mereka bersama masyarakat di daerah masing-masing,” jelas Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.

“Saya mengajak semuanya menjadikan hari ini sebagai hari yang sukses setelah melewati bulan Ramadan yang penuh dengan amal kebaikan,” ucap Gubernur Al Haris.

Selain itu, Gubernur Al Haris juga menyampaikan rasa syukur atas kondisi Provinsi Jambi yang relatif aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.

“Alhamdulillah, Ramadan kita berjalan baik. Tidak ada kebakaran hutan, tidak ada banjir besar. Ini patut kita syukuri bersama,” kata Gubernur Al Haris.

Meski demikian, Gubernur Al Haris mengakui kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tantangan. Hal ini terlihat dari berkurangnya aktivitas di pusat perbelanjaan menjelang Lebaran.

“Biasanya mall penuh saat menjelang Lebaran, tapi sekarang terlihat lebih sepi. Mungkin karena masyarakat sudah banyak berbelanja secara online atau kebutuhan sudah tersedia di daerah masing-masing,” tutur Gubernur Al Haris.

Namun, Gubernur Al Haris tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Jambi yang diproyeksikan mencapai 4,93 persen pada tahun 2026.

Ia berharap kabupaten/kota di wilayah barat seperti Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Kerinci, dan Kota Sungai Penuh dapat terus berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah.

Gubernur Al Haris juga memaparkan, pentingnya menjaga kekompakan antar kepala daerah serta terus bekerja maksimal meski dihadapkan pada berbagai kritik.

“Pemimpin itu tidak akan lepas dari kritik dan perbedaan. Itu bagian dari penyeimbang. Yang penting kita jawab dengan kerja nyata dan kinerja yang baik,” papar Gubernur Al Haris.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mohon maaf lahir dan batin. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," pungkas Gubernur Al Haris.

Pada Halal Bihalal kali ini Bupati Kerinci Monadi bersama istri berkesempatan menyumbangkan beberapa buah lagu Kerinci, yang membuat suasana menjadi bertambah hangat dan ramai juga diikuti Wali Kota Sungai Penuh berserta istri menyumbangkan beberapa buah lagu  Kerinci dan Sungai Penuh, ditutup dengan tari rantak kudo. (ARD)

Senin, 23 Maret 2026

Polda Banten Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Anyer, Imbau Para Wisatawan Pilih Destinasi Alternatif

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea/foto: dok A Abdulrohim

BANTEN,DUASATU.NET- Antisipasi penumpukan kendaraan dan lonjakan wisatawan di kawasan Pantai Anyer dan sekitarnya, Polda Banten mengambil langkah strategis melalui penerapan rekayasa lalu lintas serta mengimbau masyarakat untuk memilih destinasi wisata alternatif di wilayah Banten, Senin 23 Maret 2026.

Arus kendaraan terpantau meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk menikmati wisata pantai di kawasan pesisir. Meski demikian, arus lalu lintas masih dapat bergerak secara terkendali berkat pengaturan yang di lakukan oleh petugas di lapangan.

Dalam upaya mengurai kepadatan, Polda Banten memberlakukan sistem satu arah (one way) di jalur wisata, khususnya pada ruas Cilegon-Anyer hingga Cinangka, baik menuju lokasi wisata maupun sebaliknya. Penerapan sistem ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB dan bersifat situasional sesuai dengan diskresi kepolisian.

Dilakukan juga penyekatan kendaraan serta pengalihan arus ke jalur alternatif melalui Mancak guna mengurangi kepadatan di titik-titik rawan.

Pihak Polda Banten mengajak masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata lain yang tidak kalah menarik di Provinsi Banten, seperti wisata religi maupun wisata alam. Beberapa alternatif yang dapat dipilih antara lain pemandian air panas Cikoromoy serta kawasan wisata Tanjung Lesung.

Dalam keterangan persnya Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“ Polda Banten mengimbau kepada masyarakat agar dapat memilih alternatif destinasi wisata lainnya guna menghindari penumpukan di kawasan Anyer dan Carita. Kami juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way, penyekatan, serta pengalihan arus ke jalur alternatif untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar.

Ia juga mengingatkan wisatawan untuk tetap waspada selama berlibur, terutama saat beraktivitas di kawasan pantai.

Reporter
A ABDULROHIM

Seorang Remaja di Tebo-Jambi Diduga Tenggelam di Sungai Batanghari

Penyebrangan dimana korban di duga tenggelam

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Remaja bernama Abdul Hafid (19) merupakan warga Desa Muaro Ketalo, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, 
sekira pukul 03.00 Wib di kabarkan tenggelam di Sungai Batanghari, Senin 23 Maret 2026.

Diduga korban terpeleset ketika sedang menunggu perahu di penyeberangan. Saksi yang berada di lokasi mendengar suara benda jatuh, dan warga langsung melakukan pencarian.

Diketahui sepeda motor korban ditemukan di tepi sungai, namun hingga saat ini korban belum ditemukan.

Pihak kepolisian setempat, koramil dan Basarnas, bersama warga saat ini sedang melakukan pencarian terhadap korban. 

Reporter
ARDI

Minggu, 22 Maret 2026

Opini : Fenomena Disinformasi Terhadap Gubernur Jambi, Publik Perlu Kritis, Media Harus Bertanggung Jawab

Oleh: Martayadi Tajuddin 

Belakangan ini ruang publik di Provinsi Jambi diwarnai oleh maraknya konten di sejumlah media sosial maupun pemberitaan di beberapa media online yang cenderung mendiskreditkan Gubernur Jambi Al Haris. Fenomena ini tidak hanya terlihat dari intensitas pemberitaan, tetapi juga dari pola narasi yang terkesan repetitif dan mengarah pada pembentukan opini tertentu di tengah masyarakat.

Salah satu yang mencolok adalah aktivitas *sejumlah akun media sosial tertentu*, yang secara konsisten memproduksi konten bernada kritik keras bahkan cenderung menyerang personal. Dalam praktik demokrasi, kritik tentu merupakan bagian yang sehat dan diperlukan sebagai mekanisme kontrol publik terhadap kekuasaan. Namun demikian, kritik yang sehat haruslah berbasis data, fakta yang dapat diverifikasi, serta disampaikan secara proporsional.

Jika kritik bergeser menjadi kampanye opini yang tidak didukung oleh fakta yang utuh, maka yang terjadi bukan lagi kontrol publik, melainkan penggiringan persepsi. Inilah yang berpotensi menyesatkan publik, karena masyarakat disuguhi informasi yang belum tentu mencerminkan realitas secara objektif.

Dalam konteks inilah masyarakat perlu meningkatkan literasi informasi. Publik tidak boleh terjebak pada arus informasi yang viral semata, tetapi harus mampu menilai suatu isu berdasarkan sumber yang kredibel, data yang terverifikasi, serta konteks kebijakan yang sebenarnya. Tanpa sikap kritis tersebut, ruang publik akan mudah dipenuhi oleh narasi yang bias dan cenderung manipulatif.

Di sisi lain, media—baik media sosial maupun media online—memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga integritas informasi. Media bukan sekadar saluran distribusi opini, tetapi juga institusi yang memiliki kewajiban menjaga akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik.

Apabila terdapat pihak-pihak yang secara sistematis menyebarkan informasi yang tidak akurat, fitnah, atau bahkan berpotensi merusak reputasi seseorang tanpa dasar yang jelas, maka *langkah hukum* patut dipertimbangkan sebagai bagian dari penegakan aturan. Upaya hukum bukan dimaksudkan untuk membungkam kritik, melainkan untuk memberikan batas yang tegas antara kritik yang konstruktif dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

Langkah ini juga penting sebagai *efek kejut (shock effect)* agar ruang publik digital tidak menjadi arena yang bebas dari tanggung jawab. Tanpa penegakan hukum yang jelas, praktik penyebaran disinformasi akan terus berulang dan berpotensi merusak kualitas demokrasi.

Pada akhirnya, demokrasi yang sehat membutuhkan tiga hal: pemerintah yang terbuka terhadap kritik, media yang bertanggung jawab, dan masyarakat yang kritis dalam menyaring informasi. Ketiganya harus berjalan seimbang agar ruang publik tetap menjadi ruang dialog yang sehat, bukan arena pembentukan opini yang menyesatkan.

Penulis ialah Pengamat Kebijakan Publik

Qiamul Lai Itikaf di Ponpes Darul Arifin: Gubernur - Wakil Gubernur Jambi Sahur dan Shalat Subuh Bersama Warga

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama Wakil Gubernur Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I

JALUKO,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama Wakil Gubernur Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I kembali memimpin kegiatan Qiamul Lai yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi. Kali ini kegiatan ibadah tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi yang berlokasi di Jalan Ness, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (17/3/2026) dini hari.

Kegiatan Qiamul Lai yang merupakan agenda rutin Pemprov Jambi selama bulan suci Ramadhan ini dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Suasana berlangsung khidmat dengan rangkaian ibadah malam diawali seperti shalat sunah tasbih, tahajud, hajat dan shalat taubah dengan diimami oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin DR. KH. Zainul Arifin Med, MA. Kemudian dilanjutkan sahur bersama jamaah masjid. 
Setelah sahur, dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah dengan membaca lstiqhotsah dan wirid. Dimana barang siapa yang mengamalkan Istiqosah ini akan mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT. 

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris tampak didampingi Wakil Gubernur Abdullah Sani serta dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Gubernur Al Haris mengatakan, kegiatan Qiamul Lai merupakan upaya meningkatkan kualitas spiritual para aparatur pemerintah, sehingga keseimbangan antara tugas kedinasan dan ibadah dapat terus terjaga. Menurutnya, peningkatan spiritualitas sangat penting bagi aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini kita berharap ibadah para aparatur semakin meningkat. Dengan spiritualitas yang kuat, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ujar Al Haris.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut berharap kegiatan Qiamul Lai di bulan Ramadhan ini dapat menjadi momentum pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan.
“Ramadhan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan jalan santai mengelilingi pondok pesantren, sambil melihat kondisi bangunan dengan luas 30 hektar. (ARD)

Pemprov Jambi Pastikan Jalur Mudik Aman, Siagakan 22 Alat Berat dan Posko

Foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Menindaklanjuti instruksi Gubernur Jambi, Al Haris, dalam rapat koordinasi persiapan pengamanan Idul Fitri 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi bergerak cepat menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran arus mudik.

Dalam arahannya, Al Haris secara tegas meminta agar alat berat disiagakan di titik-titik rawan bencana, khususnya wilayah yang berpotensi longsor.

“Saya minta Dinas PU menempatkan alat berat di titik-titik rawan bencana agar jika terjadi longsor bisa segera ditangani,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Dinas PUTR Provinsi Jambi ternyata telah menyiagakan sebanyak 22 unit alat berat yang ditempatkan secara strategis di sejumlah jalur rawan. Mulai dari backhoe loader, motor grader, vibro roller hingga dump truck, seluruhnya dipersiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di jalur mudik.

Tak hanya fokus pada kesiapsiagaan darurat, Dinas PUTR juga tancap gas melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah prioritas. Ruas-ruas vital di Tanjung Jabung Timur, Tebo, Batang Hari, Sarolangun, Merangin hingga Bungo menjadi perhatian utama guna memastikan jalur mudik tetap dalam kondisi layak dan aman dilalui.

Langkah preventif lainnya juga dilakukan melalui kegiatan “tebas bayang”, yakni pembersihan vegetasi di sisi jalan. Upaya ini penting untuk menghindari penyempitan badan jalan sekaligus meningkatkan jarak pandang pengendara demi keselamatan bersama.

Dengan total panjang jalan provinsi mencapai 1.183,78 kilometer, Dinas PUTR saat ini tengah mengerjakan 50 ruas jalan secara serentak di seluruh wilayah Jambi. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi akan meningkat dalam beberapa hari kedepan.

Sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, posko mudik juga telah didirikan di sejumlah titik strategis, mulai dari Kota Jambi (UPT WDP), Muaro Jambi dan Batang Hari (Tampino Bajubang), Tanjung Jabung Timur (Lambur 1 dan Lambur 2), Sarolangun, Merangin, Sungai Penuh, Kerinci (Biuku Tanjung dan Air Hitam), Tebo (Jalan Padang Lamo), Bungo (Desa Lubuk Mengkuang).

Dengan berbagai langkah yang telaj dilakukan, Dinas PUTR Provinsi Jambi optimistis kondisi infrastruktur jalan akan lebih siap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat selama periode mudik Idul Fitri 2026.

Persiapan pengamanan idul fitri 1447 H tahun 2026 Masehi, dinas PUTR Provinsi Jambi telah melaksanakan beberapa langkah-langkah diantaranya pembentukan posko mudik lebaran, melaksanakan tebas bayang jalan Provinsi serta penanganan pemeliharaan jalan Provinsi Jambi.

Posko Mudik Lebaran
Ada 6 lokasi beserta personilnya, se-Provinsi Jambi yakni :

a. Kota Jambi DI UPTD WDP

b. Kab. Muaro Jambi Batang Hari di Tampino Bajubang

c. Kab. Tanjab Timur Lambur 1 dan Lambur 2

d. Kab. Sarolangun, Merangin, Sei Penuh dan Kerinci

e. Biuku Tanjung dan Air Hitam

f. Kab. Tebo di jalan Padang Lamo

g. Kab. Bungo didesa Lubuk Mengkuang

Peralatan yang Disiapkan : 
Bacho Loader
Motor Greder
Vibro Roller
Tronton
Dump Truc
Total alat 22 Unit.

Tebas Bayang
Antisipasi menyempitnya Badan Jalan dan menutup pandangan penguna jalan.
Panjang jalan Provisi 1.183,78 KM,
Ada 50 Ruas Jalan sedang kami kerjakan secara Serentak se-Provinsi Jambi dan insaallah akan selesai menjelang lebaran tahun ini.

Pemeliharaan Jalan
Ruas jalan simpang berbak simpang jembatan Muara Sabak (Tanjab Tim)

Ruas jalan Muaro Tebo Simpang logpon Tanjung Batas sumbar (kab.Tebo)

Ruas jalan Tampino Kota Muara Bulian dan jalan sudirman Ma Bulian (Kab Batang Hari)

Ruas jalan Simpang Pauh Air Hitam, Metawak (Kab Sarolangun dan Merangin)

Ruas jalan Limbur- lubuk Menguang (Kab Bungo)

Rehabilitasi Jalan Provinsi dalam Kota Jambi dengan Campuran aspal Panas dan Pembersihan Saluran jalan provinsi tahap 1 jl Pattimura kel Budiman dan Jalan Rangkayo Hitam. (ARD)

 


 





Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional