Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Kamis, 29 Januari 2026

Sejarah Raja Jambi dalam Lintasan Global: Perspektif Catatan Arab, Belanda, China, India, Inggris, dan Portugis

​Oleh: Profesor Mukhtar Latif (Guru Besar UIN STS Jambi)

JAMBI,DUASATU.NET- ​A. Pendahuluan: Mencari Titik Nol Sejarah Kerajaan di Bantaran Batanghari Menentukan titik nol sejarah Kerajaan Jambi ibarat menyatukan kepingan puzel emas yang terkubur di bawah sedimen Sungai Batanghari. Apakah Jambi bermula dari sebuah kerajaan terstruktur atau hanya konfederasi perdagangan? Data arkeologis di situs Muaro Jambi menunjukkan bahwa peradaban di sini telah bernapas jauh sebelum catatan tertulis kolonial muncul (Schnitger, 1937, hal. 12). Sosok raja pertama sering kali terkubur dalam kabut mitologi, namun eksistensinya nyata dalam memori kolektif masyarakat sebagai simbol kedaulatan awal di tanah Melayu.

​Bagi para penjelajah dunia, Jambi bukan hanya titik geografis, melainkan "paru-paru" ekonomi Sumatera. Para pendatang dari China hingga Eropa memberikan literasi yang berbeda-beda: China melihatnya sebagai mitra strategis yang makmur, India memandangnya sebagai pusat spiritual-politik, sementara Eropa melihatnya sebagai medan pertempuran komoditas lada. Membedah raja-raja Jambi berarti membedah bagaimana kepemimpinan lokal beradaptasi dengan gelombang globalisasi yang menghantam pesisir timur Sumatera selama dua milenium.

​B. Raja Jambi: Perspektif Sejarah Global
​1. Akar Kuno: Abad ke-1 hingga Abad ke-6 Masehi

Jambi dalam narasi awal sering dikaitkan dengan entitas politik kuno. Sejak abad ke-1 Masehi, wilayah ini disinyalir telah berhubungan dengan pedagang dari Dinasti Han. Catatan China abad ke-3 Masehi menyebutkan Koying, sebuah pusat perdagangan di Sumatera yang diduga kuat berada di wilayah Jambi. Penguasa pada masa ini bukanlah "Raja" dalam pengertian absolut modern, melainkan pemimpin suku yang menguasai jaringan sungai (Wolters, 1967, hal. 170).

​2. Perspektif India dan Masa Melayu-Srivijaya (Abad ke-7 - 13 M)

India meninggalkan jejak mendalam melalui kosmologi kekuasaan. Prasasti Tanjore (1025 M) dari Dinasti Chola menyebut "Malaiyur" (Melayu-Jambi) sebagai kerajaan dengan benteng pertahanan kuat. Raja Jambi pada masa ini menggunakan gelar Sanskerta yang menunjukkan legitimasi ketuhanan. Pasca-runtuhnya hegemoni Palembang, pusat kekuasaan Srivijaya berpindah ke Jambi pada akhir abad ke-11, menjadikan rajanya sebagai Maharaja yang mengontrol Selat Melaka (Coedes, 1968, hal. 182).

​3. Catatan China: Dinasti Tang hingga Ming

Dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua (1225), Jambi (Chan-pei) digambarkan sebagai negara kaya yang mengirimkan upeti berupa lada dan kemenyan. Penguasa Jambi sangat lihai dalam diplomasi; mereka mengirimkan utusan ke kaisar China untuk mendapatkan pengakuan politik guna membendung ambisi Singasari atau Majapahit. Hubungan ini murni pragmatisme ekonomi: perlindungan politik ditukar dengan akses prioritas terhadap barang dagangan (Wade, 2009, hal. 230).

​C. Kerajaan Jambi: Transisi Antara Kerajaan Melayu Kuno dengan Kesultanan
​Fase transisi ini merupakan periode paling dinamis dalam historiografi Jambi. Pada masa Melayu Kuno di bawah pengaruh Srivijaya, Jambi dipimpin oleh raja-raja yang memegang teguh konsep Devaraja. Salah satu nama besar yang muncul dalam fragmen sejarah dan prasasti adalah Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (abad ke-12). Raja-raja ini mengelola imperium berbasis sungai Batanghari, menghubungkan hasil bumi pedalaman dengan pasar dunia (Wolters, 1970, hal. 45).

​1. Nasab Putri Selaras Pinang Masak dan Peran Ahmad Salim

Transisi menuju fase Melayu Islam ditandai dengan kemunculan Putri Selaras Pinang Masak. Secara genealogi, sang putri adalah putri dari Raja Dharmasraya, penguasa terakhir dari trah Melayu Kuno yang berafiliasi dengan Majapahit di wilayah hulu Batanghari pada abad ke-15. Beliau memerintah sebagai Ratu yang mewarisi kedaulatan wilayah ayahnya di tengah surutnya pengaruh Majapahit pasca ekspedisi Pamalayu.

​2. Munculnya Ahmad Salim (Datuk Paduko Berhalo), seorang bangsawan dan ulama Muslim dari Turki/Arab, menjadi katalisator perubahan fundamental. Pernikahan Ahmad Salim dengan Putri Selaras Pinang Masak bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan integrasi politik-spiritual, yang kemudian memperbaiki tatanan kenegaraan Jambi. Ahmad Salim membawa sistem administrasi kesultanan yang terinspirasi dari tradisi Islam di Timur Tengah.

​3. Transformasi dari Raja Menjadi Sultan: Adaptasi Politik Islam

Narasi kunci dari transisi ini adalah perubahan nomenklatur pemimpin. Setelah pernikahan tersebut, pemimpin Jambi tidak lagi menggunakan gelar Raja, melainkan beralih menggunakan gelar Sultan. Perubahan ini bukan hanya pergantian istilah, melainkan adaptasi total terhadap sistem kekuasaan Islam global. Sebagai seorang Sultan, pemimpin Jambi memposisikan dirinya setara dengan penguasa-penguasa Islam di belahan dunia lain, memutus tradisi teokratis Hindu-Buddha sebelumnya.

​Dalam tatanan baru ini, Putri Selaras Pinang Masak tetap menjadi pemegang legitimasi tanah dan tradisi lokal sebagai Ratu atau Permaisuri, sementara Ahmad Salim menjalankan pemerintahan sebagai Sultan Jambi yang pertama. Transformasi ini menjadikan Jambi sebagai entitas Kesultanan Islam yang berdaulat, di mana hukum-hukum Islam mulai diintegrasikan ke dalam hukum adat Melayu. Aliansi ini berhasil menciptakan stabilitas yang membawa Jambi memasuki era perdagangan internasional yang lebih luas (Al-Attas, 1990; Reid, 1993, hal. 155).

​D. Perspektif Naskah Stamboek Van Kadipan (Koleksi Leiden)
​Berdasarkan katalog naskah Melayu yang disusun oleh P.S. van Ronkel (1909), terdapat dokumen penting berjudul Stamboek van het vorstenhuis van Jambi (Cod. Or. 2223) di Perpustakaan Universitas Leiden. Naskah ini dikompilasi pada abad ke-19 dan menjadi rujukan utama kolonial untuk memahami silsilah raja-raja Jambi.

​Naskah Stamboek ini mengonfirmasi bahwa akar silsilah Sultan-Sultan Jambi ditarik dari pernikahan Ahmad Salim dan Putri Selaras Pinang Masak. Dokumen ini menegaskan bahwa legitimasi Sultan Jambi adalah perpaduan antara darah bangsawan lokal dan trah religius Islam. Naskah ini menjadi instrumen hukum bagi Belanda untuk menentukan "Sultan yang sah" dalam setiap perjanjian kontrak lada, meskipun rakyat Jambi sering kali memiliki standar legitimasi sendiri yang lebih berbasis pada garis keturunan Ahmad Salim (Van Ronkel, 1909, hal. 142).

​E. Perspektif Arab dan Penjelajah Eropa
​Para kartografer Arab seperti Ibnu Khurdadhbih mencatat wilayah Zabaj sebagai negeri emas. Memasuki fase Kesultanan, Tome Pires dalam Suma Oriental menyebut Jambi sebagai kerajaan mandiri yang kaya raya. Catatan Belanda (VOC) menunjukkan bahwa Sultan-Sultan Jambi, seperti Sultan Thaha Syaifuddin, adalah negosiator ulung yang menggunakan hak-hak sejarah mereka untuk melawan monopoli (Andaya, 1993, hal. 110). Bagi Inggris, Jambi adalah pusat literasi Melayu yang sangat berharga (Raffles, 1817, hal. 210).

​F. Mengapa Ada Perbedaan Persepsi tentang Raja Jambi: Kontradiksi Identitas
​Titik krusial perdebatan terletak pada interpretasi asal-usul. Ada perdebatan apakah Putri Selaras Pinang Masak memiliki kaitan darah dengan penguasa Jawa atau murni garis keturunan Dharmasraya. Perdebatan ini penting karena menyangkut klaim "siapa yang lebih dulu" menguasai sungai Batanghari. Ketidaksinkronan antara narasi tambo dengan laporan administratif kolonial, sering kali menimbulkan identitas ganda bagi kisah raja-raja yang telah berlangsung, dalam sejarah negeri Jambi. Inilah perbedaan krusial yang acapkali berbeda faham dalam memberikan atribut terhadap pemimpin Jambi, apakah raja atau Sultan, padahal keduanya adalah sama-sama pemimpin pemerintahan atau yang berkuasa di negeri Jambi. (Locher-Scholten, 2004, hal. 62; Bentley, 1986).

​G. Posisi Strategis di Panggung Dunia
​Raja (dan kemudian Sultan) Jambi bukan sekadar penguasa lokal; mereka adalah pemain global supply chain. Sultan-sultan Jambi memanfaatkan kompetisi antara Inggris, Belanda, dan Portugis untuk menjaga kedaulatan. Jambi berhasil menjadi poros ekonomi di pesisir timur Sumatera karena mampu mengintegrasikan hasil hutan pedalaman dengan kebutuhan pasar dunia melalui diplomasi kesultanan yang cerdas (Reid, 1999, hal. 185; Hall, 1981, hal. 198).

​H. Penutup: Melampaui Catatan Kolonial
​Mempelajari kisah Raja atau kesultanan Jambi melalui berbagai perspektif bangsa adalah upaya untuk membebaskan sejarah dari narasi tunggal. Dari catatan China kita belajar tentang diplomasi; dari India tentang kosmologi, dari Arab tentang spiritualitas, dan dari Eropa tentang ketangguhan politik. Transformasi dari Raja menjadi Sultan merupakan bukti adaptasi peradaban Melayu Jambi terhadap arus besar sejarah dunia, menjadikan Jambi sebagai salah satu pusat peradaban Islam yang signifikan di Asia Tenggara (Ricklefs, 2001; Milner, 1982).

​Referensi:

1. Al-Attas, S. M. N. (1990). Tuhfat al-Nafis: Analisis Manuskrip Sejarah Melayu-Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

2. Al-Bakri. (t.th). Kitab al-Masalik wa al-Mamalik. (Kitab Kuning).

3. Al-Idrisi. (t.th). Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq. (Kitab Kuning).

4. ​Andaya, B. W. (1993). To Live as Brothers: Southeast Sumatra in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Honolulu: University of Hawaii Press.

5. Bentley, G. C. (1986). Indigenous States of Southeast Asia. Annual Review of Anthropology.

6. Boomgaard, P. (1998). The VOC and the Environment of Southeast Asia. Journal of Southeast Asian Studies.

7. ​Christie, J. W. (1995). State Formation in Early Maritime Southeast Asia. BKI.

8. Coedes, G. (1968). The Indianized States of Southeast Asia. Honolulu: East-West Center Press.

9. ​Dobbin, C. (1983). Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784–1847. London: Curzon Press.

10. Hall, D. G. E. (1981). A History of South-East Asia. London: Macmillan Press.

11. Hamka, P. D. (t.th). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Bulan Bintang. (Kitab Kuning).

12. ​Ibnu Khurdadhbih. (t.th). Kitab al-Masalik wa al-Mamalik. (Kitab Kuning).

13. Juynboll, H. H. (1899). Catalogus van de Maleische en Sundaneesche Handschriften der Leidsche Universiteits-bibliotheek. Leiden: Brill.

14. ​Kathirithamby-Wells, J. (1993). Restructuring the Economy in the Jambi-Palembang Region. Indonesia and the Malay World.

15. ​Lape, P. V. (2000). Political Dynamics and Religious Change. World Archaeology.

16. ​Locher-Scholten, E. (2004). Sumatran Sultanate and Colonial State: Jambi and the Dutch, 1830-1907. Ithaca: Cornell Southeast Asia Program.

17. Manguin, P. Y. (1993). The Merchant Ship of Southeast Asia. International Journal of Nautical Archaeology.

18. ​Marsden, W. (1811). The History of Sumatra. London: J. McCreery.

19. Miksic, J. N. (1985). Traditional Sumatran Trade. BEFEO.

20. Milner, A. C. (1982). Kerajaan: Malay Political Culture on the Eve of Colonial Rule. Tucson: University of Arizona Press. (Buku Tambahan).

21. Pires, T. (1944). The Suma Oriental of Tomé Pires (A. Cortesão, Trans.). London: Hakluyt Society.

22. ​Raffles, T. S. (1817). The History of Java. London: Black, Parbury, and Allen.

23. ​Reid, A. (1993). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450-1680. New Haven: Yale University Press.

24. ​Reid, A. (1999). Economic History of Early Modern Southeast Asia. Journal of Economic History.

25. Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford: Stanford University Press.

26. Schnitger, F. M. (1937). The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill.

27. Sutherland, H. (2003). The Sulu Zone Revisited. Journal of Southeast Asian Studies.

28. Tibbetts, G. R. (1979). A Study of the Arabic Texts Containing Material on South-East Asia. Leiden: E.J. Brill.

29. Van Ronkel, P. S. (1909). Catalogus der Maleische Handschriften in de Bibliotheek van de Rijksuniversiteit te Leiden. Leiden: Brill.

30. Wade, G. (2009). An Early Age of Commerce in Southeast Asia. JSAS.

31. Wolters, O. W. (1967). Early Indonesian Commerce. Ithaca: Cornell University Press.

32. Wolters, O. W. (1970). The Fall of Srivijaya in Malay History. Ithaca: Cornell University Press.

33. Yule, H., & Cordier, H. (1921). The Book of Ser Marco Polo. London: John Murray.

Hadiri HUT LVRI Ke-69 dan HUT Ke-45 PPM, Sekda Sudirman Ajak Lestarikan Nilai Perjuangan Veteran

Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH menyampaikan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun anak cucu pahlawan (veteran), Pemuda Panca Marga (PPM) berperan strategis untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan veteran, turut berkontribusi untuk mengawal dan meneruskan cita-cita proklamasi demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. 

Pernyataan tersebut disampaikanya saat menghadiri Peringatan HUT Ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Jambi dan HUT Ke-45 Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (22/01/2026) pagi.

Dalam sambutan dan arahannya Sekda Sudirman juga menyampaikan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, dirinya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran atas pengorbanan yang luar biasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. 

“Peringatan HUT LVRI ini menjadi momentum bagi kami, seluruh masyarakat untuk mengenang dan menghormati pengabdian luhur yang telah Bapak dan Ibu para veteran persembahkan demi tanah air tercinta ini. 

Dalam jejak sejarah negeri ini, pengorbanan Bapak dan Ibu veteran telah menjadi tiang penyangga kebebasan dan fondasi keberlanjutan bangsa yang tak tergoyahkan. Perjuangan Bapak dan Ibu para veteran adalah teladan ketulusan, keberanian, dan keteguhan hati yang menjadi cahaya pembimbing generasi bangsa untuk membangun negeri, menjaga persatuan, mewujudkan kesejahteraan serta martabat bangsa ini," ungkap Sekda Sudirman.

"Kami meyakini setiap tetesan pengabdian yang telah Bapak dan Ibu curahkan, dapat menjadi warisan abadi bangsa ini, dan kami doakan agar Bapak dan Ibu veteran senantiasa diberi Allah SWT kesehatan, kesejahteraan dan penghormatan yang layak karena jasa besar yang veteran berikan untuk kemerdekaan bangsa tidak akan pernah terukur oleh waktu maupun kata," lanjutnya.

Dikatakan Sekda Sudirman, peringatan HUT ke-69 LVRI Provinsi Jambi ini, Pemprov Jambi berharap LVRI senantiasa tetap kokoh dalam persatuan dan semangat kebangsaan, terus menjadi teladan patriotik serta sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negeri ini. 

"Pemerintah daerah perlu dukungan Bapak dan Ibu semua dalam mengisi permbangunan Provinsi Jambi melalui gagasan dan masukan kontributif agar perjuangan yang telah Bapak dan Ibu mulai terus berkelanjutan demi mewujudkan negeri dan masyarakat yang lebih maju dan Sejahtera,” kata Sekda Sudirman.

"Selaku penyelenggara pemerintahan daerah kami berharap PPM dapat menjadi garda terdepan untuk menerjemahkan pengalaman veteran ke dalam tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan. Semoga dengan sinergi generasi pendahulu dan generasi penerus dapat memperkuat penanaman nilai-nilai luhur perjuangan," sambungnya.

Sekda Sudirman juga menambahkan, peringatan hari jadi ke-69 organisasi LVRI dan PPM ke-45 tahun ini, selain menjadi upaya memperjuangkan kesejahteraan, kehormatan, dan martabat para veteran dan keluarga di seluruh pelosok negeri, khususnya Provinsi Jambi, tentunya LVRI dan PPM Provinsi Jambi dapat terus memberikan sumbangsihnya dalam setiap langkah pembangunan, baik dalam bidang sosial, kebudayaan, ekonomi maupun untuk menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

"Di tengah kemajuan zaman saat ini, kami sangat berharap nilai-nilai kehidupan warisan veteran dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat dan daerah yang maju dengan tetap berakar pada identitas dan semangat kebangsaan, khususnya dalam melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan Jambi untuk menjadikan Jambi sebagai provinsi yang maju, berdaya saing, dan Sejahtera," ujarnya.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Jambi saya ucapkan selamat atas peringatan HUT ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia dan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota terutama keberkahan kesehatan yang diberikan Allah SWT serta terima kasih kepada veteran perjuangan yang saat ini masih terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di Provinsi Jambi,” pungkasnya. (ARD)

Jumat Berkah TP PKK Jambi, Sarapan Sehat Pagi Hari Bikin Warga Bahagia

Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat dalam kegiatan Jumat Berkah yang digelar oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi. 

Melalui kegiatan ini, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), menyediakan sarapan pagi yang bersih, sehat, dan bergizi yang disambut antusias oleh masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan di pagi hari. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Pojok Berkah Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Jumat.

Program Jumat Berkah menjadi wujud nyata kepedulian TP PKK Provinsi Jambi terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di pagi hari. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dan selalu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga para pengemudi ojek daring.

Dalam keterangannya, Hj. Hesnidar Haris mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat. Bahkan, pada pelaksanaan Jumat Berkah kali ini, sarapan yang disediakan habis lebih cepat dari biasanya.

“Alhamdulillah, tadi sudah sama-sama menikmati nasi kuning di Halaman Rumah Berkah PKK Provinsi Jambi. Seperti biasa suasananya ramai, bahkan hari ini lebih cepat habis. Baru sekitar pukul 09.00 WIB sudah habis, padahal biasanya keramaian mulai terlihat sejak pukul 08.00 WIB,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa menu sarapan yang disajikan tidak sekadar makanan sederhana, melainkan telah disusun dengan memperhatikan kandungan gizi seimbang. Menu tersebut terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, serta pelengkap khas masyarakat Jambi.

“Makanan yang kita sediakan ini bukan makanan ala kadarnya. Ini sudah memenuhi unsur gizi, mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, hingga sayur. 

Dan tentu saja, bagi masyarakat Jambi harus ada sambal. Kalau sudah ada sambal, makannya jadi lebih bahagia,” ujarnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Hj. Hesnidar Haris menegaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program yang direncanakan untuk berjalan secara berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan hingga akhir masa kepengurusan TP PKK Provinsi Jambi periode 2025–2029, bahkan diteruskan oleh kepengurusan selanjutnya.

“Kita bukan hanya berharap, tetapi memang merencanakan kegiatan ini agar terus berjalan sampai akhir periode kepengurusan TP PKK tahun 2029. Insyaallah, siapapun Ketua TP PKK berikutnya nanti, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat dan menyentuh langsung masyarakat dari berbagai kalangan,” jelasnya.

Pada pelaksanaan Jumat Berkah kali ini, TP PKK Provinsi Jambi turut menggandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi yang berpartisipasi dalam menyediakan sarapan bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarorganisasi dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Hj. Hesnidar Haris juga mengajak berbagai pihak untuk turut ambil bagian dalam kegiatan Jumat Berkah melalui sedekah makanan dan minuman. TP PKK Provinsi Jambi telah menyiapkan layanan dan mekanisme bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi.

“Bagi siapa pun yang ingin bersedekah untuk memberikan makan dan minum kepada masyarakat yang berkunjung ke sini, kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Silakan berkoordinasi langsung dengan Sekretariat Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, TP PKK Provinsi Jambi berharap dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi. (ARD)

Pemprov Jambi Pastikan Tiket Final Gubernur Cup Jambi 2026 di Stadion Swarnabhumi Gratis

Kepala Diskominfo Provinsi Jambi, Ariansyah/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memastikan tidak ada pungutan biaya bagi masyarakat yang ingin menyaksikan partai final Gubernur Cup Jambi 2026 di Stadion Swarnabhumi, Muaro Jambi, Minggu (25/1/2026).

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemprov Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah. 

Ariansyah menegaskan bahwa seluruh penonton dapat menikmati laga puncak tanpa perlu membeli tiket.

“Besok, tiket nonton babak final di lapangan Swarnabhumi gratis,” tegas Ariansyah, Jumat (24/1/2026).

Lebih lanjut, Ariansyah mengungkapkan bahwa Gubernur Jambi, Al Haris, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan partai final tersebut. Bahkan, Gubernur siap akan menanggung biayanya apabila panitia penyelenggara mengalami kekurangan dana.

Ariansyah pun mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk hadir dan memadati Stadion Swarnabhumi guna menyemarakkan partai final yang akan mempertemukan tim Merangin melawan Kota Jambi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk datang ke stadion dan meramaikan final Gubernur Cup Jambi 2026. Semua masyarakat dipersilakan menonton tanpa dipungut bayaran,” pungkasnya.

Partai final Gubernur Cup Jambi 2026 diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim tampil impresif sejak babak awal turnamen. Kehadiran ribuan penonton diharapkan mampu menambah semarak sekaligus menjadi dukungan moral bagi para pemain di laga puncak tersebut. (ARD)

Hadiri Kenduri Sko Siulak Mukai, Gubernur Al Haris Apresiasi Masyarakat Pertahankan Nilai Budaya

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

SIULAKMUKAI,KERINCI- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci atas komitmennya dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya dengan menyelenggarakan Kenduri Sko secara konsisten. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Kenduri Sko Manggien Depati Niniek Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai, bertempat di Lapangan Bola Kaki Trides Tebing Tinggi Kec. Siulak Mukai Kabupaten Kerinci, Sabtu (24/01/2026).

Dijelaskan Gubernur bahwa dengan dilaksanakan  kegiatan ini maka budaya yang luhur ini dapat terus terjaga dan dilestarikan sehingga dapat dikenal generasi penerus.

"Agenda budaya ini menjadi salah satu keunggulan masyarakat dan diharapkan dapat dikenal lebih luas, hingga ke penjuru negeri. Saya atas nama Pemerintah Provinsi mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Pemangku Adat, Tokoh Adat, dan Lembaga Adat untuk dedikasi dalam memegang teguh adat istiadat dan kearifan lokal yang menjadi pilar penting dalam  pembangunan. 

Karena Ketika adat yang dijalankan dengan teguh akan menjadi benteng pertahanan moral masyarakat kita di tengah arus modernisasi. Dan pemangku Adat adalah mitra strategis pemerintah yang tak ternilai, yang tak lelah merawat tradisi dan membimbing generasi muda. Keteguhan Bapak/Ibu dalam menjalankan adat-istiadat, baik di kampung maupun nagari, sangat membantu menciptakan harmoni dan keamanan sosial,” ucap Gubernur Al Haris.

Gubernur juga menyampaikan rasa bangganya bahwa Kenduri Sko sudah tercatat sebagai budaya tak benda,pada kementrian kebudayaan. 

“Ini salah satu aset budaya tradisi daerah kota yang harus kita pertahankan sampai kegenerasi berikutnya. Saya pesankan kepada Bupati dan Walikota Sungai Penuh agar menghidupkan kembali rumah adat empat sejenis yang berada di kota Sungai Penuh. Karena Kerinci dan Sungai Penuh Bak Ciok Bakayam, Batinting bak besi, karena Kota Sungai Penuh dan Kerinci ini adatnya bisa bersatu, hanya administrasi pemerintahannya saja yang berbeda , tapi adat dan tradisinya masih tetap bersatu," jelasnya.

Gubernur Al Haris berpesan kepada seluruh pemangku sko adat untuk menjadikan budaya ini untuk menjalin silaturahmi, sebagai penyatu masyarakat. 

"Jangan terjadi perpecahan ditengah masyarakat, jadikan silaturrahmi untuk memperkuat tali persaudaraan diantara kita bersama, selain itu Bupati tadi sudah menjelaskan, bahwa kita semua harus mengajak Kapolres dan Kejaksaan memperkuat restorasi yudisial adat di daerah masing-masing. 

Dan ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan keseimbangan  masyarakat, memulihkan korban, dan memberikan penyelesaian hukum yang lebih adil serta manusiawi. Restorasi yudisial berbasis adat menekankan pada pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) melalui musyawarah mufakat, bukan sekadar hukuman fisik,” pesannya. 

Sementara itu Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M,Si menyampaikan bahwa Kenduri Sko  bukan saja tradisi tetapi juga simbol persatuan dan kesatuan, simbol masyarakat menjadikan  jati diri dalam persatuan dan kesatuan ditengah tengah masyarakat .”Adat pusako dari leluhur kita harus kita pertahankan dan dilestarikan, dan kami memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah. 

Acara seperti Kenduri Sko ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud dari upaya kita semua untuk melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur. Kita akan terus mendukung kegiatan-kegiatan budaya seperti ini agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat," ucap Bupati.

Bupati juga  menekankan pentingnya persatuan dan kesepakatan dalam adat. “Sebagaimana tergambar dalam pepatah adat “Lah Bulat Air Dek Pembuluh, Lah Bulat Kato Dek Mufakat, Ka Ateh lah Sepucuk Bulat, Ka Bawah Lah Seurat Nunggang, Lah Saciok Bak Ayam, Lah Sedencing Bak Besi,” pungkasnya. (ARD)

Gubernur Al Haris Kumpulkan Semua Kepsek SMA/SMK/SLB se-Provinsi Jambi

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

KAYUAROJAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, menegaskan pentingnya peran seorang Kepala Sekolah yang menjadi Figur teladan yang menentukan budaya kerja di sekolah dan membentuk Profesionalisme guru. Pernyataan ini disampaikannya pada pembukaan Rapat Kerja Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Provinsi Jambi bertempat di Aula Bundes Desa Koto Periang Kecamatan Kayu Aro, Sabtu (24/01/2026).

Turut mendampingi Gubernur  Bupati Kerinci Monadi, pimpinan Forkopimda Kerinci,  Plt. Kepala Dinas Pendidikan  Umar MY, S.E., M.M serta ratusan kepala sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

"Kepala Sekolah harus memiliki rasa tanggung jawab dan moral yang tinggi. sebagai pemimpin tertinggi di satuan pendidikan, Kepala Sekolah bukan hanya seorang administrator, melainkan figur teladan (role model) yang menentukan budaya sekolah, profesionalisme guru, dan kualitas hasil belajar siswa itu harus menjadi tanggung jawabnya, "ucap Gubernur Al Haris.

Dijelaskan Gubernur bahwa Raker ini dilaksanakan sebagai ikhtiar para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Jambi."Semua aspek harus ditingkatkan mulai kualitas tata kelola sekolah, pengembangan profesionalitas Kepala Sekolah, dan penyelarasan persepsi dalam mewujudkan program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jambi di bidang pendidikan," ungkapnya.

Dilanjutkan Gubernur bahwa Kepala Sekolah memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas pendidikan.  "Kepala Sekolah memiliki tanggung jawab moral yang sangat besar dalam dunia pendidikan. 

Perbedaan mendasar antara Kepala Sekolah dan guru lainnya terletak pada tanda tangan di ijazah, yang menentukan masa depan peserta didik. Meskipun Kepala Sekolah merupakan guru yang diberi tugas tambahan, namun tanggung jawab tersebut tidak bisa dipandang ringan karena menyangkut legitimasi dan kualitas lulusan, "ungkapnya.

Salah satu peran strategis Kepala Sekolah dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia yaitu turut menyukseskan program prioritas  di mana pendidikan menjadi salah satu program prioritas nasional. 

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pembangunan sarana pendidikan menjadi fokus utama pemerintah pusat yang harus disinergikan dengan pemerintah daerah.  Dan juga Program Asta Cita ke-4 dimana pemerintahan Prabowo-Gibran difokuskan pada penguatan SDM melalui pendidikan," jelasnya.

Gubernur mengatakan bahwa dunia pendidikan sedang disoroti karena pemerintah sangat sungguh sungguh ingin memperbaiki tata kelola pendidikan, dengan cara memberikan makanan bergizi gratis kepada anak anak dididik dan membuka sekolah rakyat bagi anak yang kurang mampu. 

"Kita semua harus sejalan, baik pemerintah provinsi Jambi, kabupaten/kota dan seluruh kepala sekolah harus sejalan menjalankan program pemerintah pusat ini dengan sungguh sungguh.Pemerintah pusat sudah menyiapkan dananya baik itu MBG dan Sekolah Rakyat, tergantung daerah masing masing untuk kesiapannya dalam pengelolaannya, mari bersama kita bersatu tingkatkan SDM baik itu pendidik, juga anak didiknya, karena pemerintah pusat sudah menganggarkan untuk pendidikan yang cukup besar," lanjutnya.

Usai membuka rapat Pembukaan Rapat Kerja Kepala Sekolah SMA-SMK-SLB Se Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris yang didampingi Bupati Kerinci Monadi melanjutkan peninjauan sekolah SMK Negeri 7 Kerinci dan dilanjutkan meninjau Sekolah SMA Negeri 7 Kerinci. (ARD)

Gubernur Al Haris Ajak Pengurus Gereja HKBP Jambi Perkuat Kerukunan Antar Umat

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET-  Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak pimpinan dan pengurus Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Se-Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan karya pelayanan gereja untuk mempertahankan kerukunan dan kedamaian di Provinsi Jambi serta untuk terus-menerus berpartisipasi menjaga kerukunan antar umat di Provinsi Jambi. 

Ajakan tersebut disampaikanya saat menjamu Makan Malam dan Menerima Audiensi Perwakilan Pimpinan dan Pengurus Gereja HKBP di Provinsi Jambi, bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Minggu (25/01/2026) malam.

"Saya ucapkan terima kasih atas silaturrahmi ini bersama para perwakilan pimpinan dan pengurus Gereja HKBP di Provinsi Jambi, kita bisa bertemu dan berkomunikasi secara langsung, menyampaikan masukan-masukan kepada saya, dan saya bisa menerima aspirasi dari sekalian semuanya untuk peningkatan kemajuan dan kesejahteraaan masyarakat dan daerah yang kita cintai, Provinsi Jambi," ucap Gubernur Al Haris.

"Kami sangat menghargai sekali kedatangan pimpinan Gereja HKBP sedunia Pimpinan tertinggi Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sedunia periode 2024–2028 Ompui Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST berserta rombongan, semoga Ompui Ephorus sehat selalu karena kita tahu semua pekerjaaan beliau sangat berat, karena menjadi ketua dengan anggota nya lebih kurang 6,5 juta umat, sangat luar biasa banyaknya, beliau terus keliling Indonesia bahkan singapur dan Amerika," lanjutnya.

Dikatakan Gubernur Al Haris, sebagai pimpinan, apalagi beliau sebagai pengayom umat itu tidak mudah, banyak hal yang perlu diperhatikan. "Kita harus banyak kasih sayangnya, perasaan untuk mencintai umat agar selalu kita lindungi bersama, kita syukur Alhamdulillah umat di Provinsi Jambi dalam hidup berdampingan selalu rukun dan damai, biar waktu saya di Merangin juga tidak ada masalah," kata Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan agama yang penuh damai atau pun even-even yang diselenggarakan. 

"Pemerintah Provinsi Jambi mendukung penuh kegiatan kegiatan yang dilaksanakan, dan juga pada malam Natal dan tahun baru kemaren, kami bersama Polda Jambi dengan senang hati terus memantau keyamanan umat dalam melakukan hari besar," ujar Gubernur Al Haris. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pimpinan dan pengurus Gereja HKBP di Provinsi Jambi yang telah berpartisipasi menciptakan kedamaian dan kerukunan umat di Provinsi Jambi ini, dalam acaranya nanti semoga saya bisa hadir, nantinya akan menyesuaikan jadwal acara," pungkasnya.

Sementara itu,  Pendeta Dr. Victor Tinambunan, M.ST dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan Gubernur Al Haris bersama OPD terkait di rumah dinas Gubernur Jambi. 

"Saya berserta Pengurus dan Anggota Gereja HKBP di Provinsi Jambi sangat-sangat berterima kasih sekali atas sambutan Bapak Gubernur berserta OPD terkait, disini kami melaporkan akan mengadakan berbagai kegiatan diantaranya Pesta Bona Taon HKBP Distrik 25 Jambi. Untuk itu kami akan mengundang bapak untuk hadir diacara tersebut," ucapnya.

Adapun yang turut hadir dalam audensi bersama Gubernur Al Haris ini diantaranya Pimpinan tertinggi Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sedunia Ompui Ephorus, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST, Reses HKBP Distrik 25 Jambi Pdt. Kamson Pasaribu M,Th, Ketua PGI wilayah Jambi Pdt. Walsen Napitu, Pdt. Resor Kota Baru  Pdt. Sitorus.

Sementara dari Pemerintah Provinsi Jambi yang turut serta mendampingi Gubernur Al Haris adalah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, SE dan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi Drs. Amrulsyah. (ARD)

Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi dan BI Komitmen Kendalikan Inflasi

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen bersama Bank Indonesia untuk terus mengendalikan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk menghadirkan toko inflasi di sejumlah pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok, diberbagai daerah di Provinsi Jambi. 

Hal tersebut dikemukakannya saat menghadiri Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi, bertempat di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (26/01/2026) pagi.

"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi yang secara konsisten terus berperan aktif menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya melalui pengendalian inflasi di Provinsi Jambi," ucap Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia yang dinilai berhasil membantu Pemerintah Provinsi Jambi, dimana saat ini BI tidak hanya fokus pada kebijakan moneter, tetapi telah turun langsung membina ekonomi masyarakat.

“Hari ini BI tidak hanya bicara soal dana moneter, tapi sudah menyentuh langsung masyarakat di tingkat bawah. Membina UMKM, home industry, membantu petani dan pelaku usaha. Ini sangat luar biasa binaan BI,” ungkap Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang lama yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Warsono yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik dan memberikan dukungan luar biasa terhadap Provinsi Jambi. Tak sekadar menjalankan tugas, Bapak Warsono bekerja dengan jiwa, membina hubungan baik dengan semua pihak terkait pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. 

Kami yakin dan berdoa agar Bapak Warsono selalu sukses dan lancar dalam menjalankan amanahnya ditempat yang baru, aamiin ya Rabbal alaamiin," ujar Gubernur Al Haris. 

"Melalui sinergi yang erat dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi didaerah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi,” lanjutnya. 

Gubernur Al Haris juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi agak melemah, hal ini dikarenakan adanya inflasi seperti harga cabai yang selalu tidak menentu. 

“Kita tahu Kerinci daerah pertanian tapi harga cabai sering terjadi kenaikan, mungkin daerah menjual kedaerah yang terdekat seperti, Sumbar, Sumatera Selatan dan Bengkulu,” sebut Gubernur Al Haris. 

“Angka Inflasi Provinsi Jambi y-on-y pada Desember 2025 sebesar 3,71 persen relatif stabil dibanding provinsi lainnya di Indonesia. Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan III 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,77 persen. 

Tentu ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan pihak terkait lainnya dalam pengendalian inflasi dan peningkatan ekonomi di Provinsi Jambi," sambungnya. 

"Saat ini ekonomi daerah cukup baik, daya beli  masyarakat cukup bagus, kemudian juga angka  pengangguran juga turun, kemiskinan juga turun, baik hari ini rasio juga cukup bagus, jadi kerjasama Pemprov dan Bank Indonesia terus mengawal inflasi dengan tim inflasi daerah, hanya sekarang masih tinggi harga cabai, yang tak menentu. Jambi termasuk nomor 5 di Indonesia yang ekonominya baik,” imbuhnya.

Pada saat sesi wawancara dengan para awak media Gubernur Al Haris kembali menyampaikan bahwa Perwakilan Bank Indonesia Jambi sangat banyak membantu Pemerintah Provinsi Jambi, yang berperan langsung membangun ekonomi daerah melalui berbagai inisiatif pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan juga mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing, demi mewujudkan Provinsi Jambi yang lebih maju dan sejahtera secara berkelanjutan.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Warsono sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi terdahulu atas sikap pro aktif memberikan masukan kepada pemerintah daerah, membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam menumbuhkan perekonomian yang berkelanjutan, salah satunya dengan membantu dan mendampingi tumbuh kembang UMKM Jambi. 

Kami yakin dan berdoa agar Bapak Warsono selalu sukses dan lancar dalam menjalankan amanahnya ditempat yang baru, aamiin ya Rabbal alaamiin,” tutur Gubernur Al Haris.

“Dan selamat datang kepada Kepala Bank Indonesia Jambi yang baru, Bapak Tedy Arief Budiman. Kami yakin Bapak dapat meneruskan kinerja yang lebih baik, mendampingi dan menjaga pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi dengan inovasi-inovasi yang jauh lebih baik. 

Saya berharap ke depan kerja sama dan sinergisitas yang selama ini terjalin baik dapat terus dipertahankan untuk membangun Provinsi Jambi lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing," pungkas Gubernur Al Haris 

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas peran besar dalam bermitra dengan Bank Indonesia Perwakilan Jambi. Ia juga menyebut promosi Warsono sebagai bentuk kepercayaan dan tantangan baru setelah ditempa di Jambi.

“Pak Warsono kami promosikan. Terima kasih Pak Gubernur Al Haris yang telah ikut mendidik anak kami menjadi pemimpin BI yang sukses. Setelah ditempa di Jambi, kini kami beri tantangan di Jayapura. Insya Allah sukses dan ke depan akan terus berprestasi,” ujar Perry Warjiyo.

Pada kesempatan ini Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo juga menyampaikan beberapa buah pantun khas Melayu, bahwa Bank Indonesia adalah mitra strategis pemerintah daerah. Selain itu, ia juga memaparkan lima fokus utama BI di Provinsi Jambi, yakni: 1. Pemenuhan kebutuhan uang layak edar hingga pelosok, terutama menjelang Ramadhan. 2. Stabilitas harga dan pengendalian inflasi, termasuk penguatan ketahanan pangan dan kerja sama antar daerah. 3. Mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti sawit dan karet. 4. Penguatan ekonomi kerakyatan, pembinaan UMKM, ekonomi syariah, serta pemberdayaan pondok pesantren. 5. Digitalisasi sistem pembayaran, melalui perluasan QRIS dan elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut Perry Warjiyo juga menitipkan Tedy Arief Budiman sebagai penerus kepemimpinan BI Jambi. Menurutnya, Tedy telah memiliki pengalaman panjang memimpin kantor perwakilan BI di sejumlah daerah serta ditempa di Kantor Pusat BI, khususnya di Departemen Regional. “Beliau sudah kami siapkan dan kami kembalikan ke daerah untuk kembali digembleng. Insya Allah akan melanjutkan dan memperkuat kinerja BI Jambi,” kata Perry Warjiyo. (ARD)

Gubernur Al Haris: Pengambilan Keputusan 4 Ranperda Tunjukkan Komitmen Pembangunan Provinsi Jambi

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menunjukkan dukungan kuat terhadap penyusunan 4 (empat) Ranperda inisiatif DPRD yaitu Ranperda tentang Pengarustamaan Gender, Ranperda tentang Pemberdayaan Desa Wisata, Ranperda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum PT. Jambi Indoguna Internasional menjadi PT. Jambi Indoguna Internasional (Perseroda) dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat menjadi Perda Provinsi Jambi yang saat ini telah berada pada tahap Penetapan. 

Penetapan tersebut dilaksanakan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi, bertempat di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (26/01/2026). 

Gubernur Al Haris memberikan penghargaan kepada pimpinan dan segenap Anggota Dewan yang telah banyak mencurahkan sumbangsih energi dan pikiran terhadap penyusunan Ranperda yang hingga saat ini telah sampai pada tahap penyesuaian hasil pembinaan/fasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri. 

“Rancangan Peraturan Daerah ini, dalam proses penyusunannya telah melalui beberapa kali tahap pembahasan, dan juga melalui konsultasi maupun studi komparatif dari berbagai pihak maupun kementerian terkait. 

Untuk itu, tidak berlebihan jika pada rapat paripurna yang terhormat ini, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan segenap Anggota Dewan yang telah mencurahkan tenaga dan pikirannya dalam tahap pembahasan hingga pengambilan keputusan hari ini, hal ini menunjukkan tekad yang kuat untuk pembangunan Provinsi Jambi yang kita cintai,” ungkap Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Kesetaraan dan keadilan gender merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dipenuhi, dilindungi, dan dikembangkan secara berkelanjutan melalui pengarusutamaan gender. 

Menurutnya, dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, guna meningkatkan pembangunan dan pelayanan masyarakat, perlu melakukan strategi pengarusutamaan gender dengan mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh proses pembangunan di daerah. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah, pemerintah daerah berkewajiban menyusun kebijakan, program, dan sub kegiatan pembangunan responsif gender yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Strategis Perangkat Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah. 

“Oleh karenanya, penyusunan Ranperda ini berjalan selaras dengan upaya pembangunan jangka menengah daerah. Dengan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah mengenai Pengarustamaan Gender ini, diharapkan upaya pemerintah daerah untuk pembangunan berperspektif gender lebih terarah dan optimal,” ujarnya.

Dilanjutkan Gubernur Al Haris, sedangkan untuk Ranperda Pemberdayaan desa wisata mempunyai peranan penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, meratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, optimalisasi potensi ekonomi dan karakteristik daerah, serta mengangkat dan melindungi nilai-nilai budaya, agama, adat istiadat, dan menjaga kelestarian alam yang terintegrasi dengan pembangunan daerah, dengan tetap memelihara kelestarian alam, keluhuran nilai budaya, dan adat istiadat.

“Dengan maksud dan tujuan pembangunan yang telah dikemukakan di atas, pemberdayaan Desa Wisata merupakan upaya cemerlang dalam proses optimalisasi pembangunan terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga dengan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan Desa Wisata ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah,” ucapnya.

Gubernur Al Haris juga memberikan tanggapan positif terhadap transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jambi, Perseroan Terbatas (PT) Jambi Indoguna Internasional menjadi Perusahaan Perseroan Daerah. 

Proses transformasi meliputi aspek bentuk badan hukum, organisasi, permodalan, pengelolaan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan, sehingga dengan adanya transformasi diharapkan pula dapat mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maupun peningkatan pendapatan daerah. 

“Dengan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah mengenai Perubahan Bentuk Badan Hukum PT. Jambi Indoguna Internasional menjadi PT. Jambi Indoguna Internasional (Perseroda), maka kepastian hukum terhadap BUMD milik Pemerintah Daerah semakin kokoh,” terangnya.

Gubernur Al Haris juga menambahkan, Ranperda terakhir tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat juga dianggap sangat penting mengingat Provinsi Jambi terdiri atas beragam suku, ras, agama, golongan dan sosial ekonomi yang mempunyai potensi terjadinya konflik sosial yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum. 

“Dewasa ini, konflik kekerasan yang terjadi seringkali dibingkai oleh sentimen-sentimen primordial (suku, agama, ras, dan antar golongan). Kondisi ini semakin kompleks ketika masyarakat Provinsi Jambi juga dihadapkan pada perkembangan dan penyebarluasan paham-paham radikal transnasional yang menggerus kohesi sosial dan mengikis kedalaman toleransi di masyarakat. 

Keharmonisan dalam komunikasi antar sesama anggota masyarakat yang multikultural adalah tujuan dari kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, agar terciptanya masyarakat yang bebas dari ancaman, kekerasan hingga konflik agama, maka dari itu toleransi kehidupan bermasyarakat sangat diperlukan,” tambahnya.

“Dengan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah ini, upaya menciptakan kerukunan dan ketenteraman kehidupan bermasyarakat di Provinsi Jambi menjadi lebih terarah,” pungkasnya. (ARD)

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Nyatakan Jambi Jadi Contoh Gerakan Tanam Pohon Serentak

Gubernur Jambi Al Haris/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Nur Adi Wardoyo menyatakan bahwa Provinsi Jambi dapat dijadikan contoh yang menggerakkan penanaman pohon serentak di Indonesia. 

Pernyataan ini disampaikannya saat Penanaman Pohon Serentak se-Provinsi Jambi dalam rangkaian HUT Ke-69 Provinsi Jambi, bertempat di Sempadan Sungai Batanghari, Dusun Tuo, Desa Pematang Jering Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (28/01/2026). 

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Forkopimda Provinsi Jambi, dan Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Nur Adi Wardoyo menyampaikan bahwa dari Kementerian Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi inisiatif dari Gubernur Jambi Al Haris serta jajarannya dimana HUT Provinsi Jambi dijadikan gerakan untuk melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kesadaran dalam menjaga lingkungan dan untuk kelangsungan hidup manusia. 

“Untuk acara menanam pohon serentak hari ini kami mengharapkan bahwa ini menjadi guliran yang berlanjut tidak berhenti di acara hari ini, tetapi bergulir ke seluruh penjuru Jambi, dilakukan oleh semua stakeholder di Jambi sampai kepada setiap lingkungan warga. Dengan penanaman pohon ini akan menjadi hijau, teduh, bersih dan juga sehat ya secara lingkungannya,” ungkap Nur Adi Wardoyo. 

“Jadi tujuannya sampai ke sana, jadi termasuk juga kita kurangi resiko untuk longsor dan banjir tetapi tujuannya adalah setiap lingkungan warga itu bersih, hijau, sehat, teduh, ramah lingkungan, jadi upaya yang dilakukan Provinsi Jambi ini kami akan jadikan sebagai contoh, akan menggema diseluruh Indonesia. 

Jambi menjadi contoh untuk gerakan yang secara serentak dan seksama untuk penanaman pohon dan Indonesia sangat perlu untuk menanam pohon. Mari kita gerakkan untuk nanam pohon ini bersama nanti hulunya bekerja bersama dengan seluruh warga masyarakat di tingkat RT/RW sampai di tingkat desa, dilakukan secara bersama secara kolektif,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa Gerakan Penanaman Pohon Serentak ini dimaksudkan sebagai bentuk dan upaya untuk pemulihan areal dari degradasi dan kerusakan. Bibit yang digunakan untuk penanaman serentak ini meliputi bibit kayu-kayuan, bibit penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu seperti buah-buahan, dan jenis-jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) lainnya. 

“Kita masih ingat sekaligus keperihatinan yang mendalam terhadap kejadian yang menimpa Saudara-Saudari kita di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dilanda bencana banjir, erosi, tanah longsor, dan banjir bandang, sebagai akibat dari kurangnya keberadaan pohon dan ekosistem hutan, sehingga daya dukung dan daya tampung sebagai fungsi lindung, hidrologis, dan tata air tidak mampu menyerap, menahan, dan menampung debit air yang besar seiring cuaca ekstrem terjadinya curah hujan tinggi,” ujar Gubernur Al Haris.

Dijelaskan Gubernur Al Haris, kegiatan ini juga untuk membangkitkan semangat, motivasi, dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat Provinsi Jambi untuk menanam dan memelihara pohon. Menurutnya Penanaman pohon serentak ini bukan hanya untuk kegiatan seremonial belaka, tetapi akan terus dilanjutkan dengan memelihara, merawat, dan mendorong untuk terus mengajak peran serta masyarakat luas untuk semakin meningkatkan tutupan lahan.

“Hari ini saya di Pemerintah Provinsi Jambi di semua kabupaten/kota, bersama dengan semua kelompok ada kelompok pecinta lingkungan, dari masyarakat yang peduli lingkungan, termasuk kelompok masyarakat dan petani kita semuanya, gerakan ini kita buat dan kita tidak boleh lengah, kita asyik menebang, memakan buahnya saja, tetapi kita lupa untuk menanam, dan itu yang penting saya kira,” jelasnya.

“Kalau beberapa kasus banjir, longsor, selama ini tentu kita lihat bahwa hutan kita sudah mulai terbatas, artinya longsor karena tidak ada penahan tebing.

Kemudian juga mungkin juga ada orang-orang yang membakar hutan diam-diam sehingga hutannya gundul sehingga longsor. Gerakan tanam pohon paling tidak di wilayah sekitar kita ekosistem yang ada ini cukup baik ke depannya, daerah kita hijau, kemudian juga sumber airnya bagus. Nah, ini sangat penting untuk kehidupan anak-anak cucu kita ke depannya,” pungkasnya.

Adapun jumlah bibit tanaman yang berhasil ditanam sebanyak 201.274 batang, terdiri dari tanaman yang ditanam oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Perhutanan Sosial sebanyak 188.709 batang, Pemerintah Daerah Kabupten berkolaborasi dengan UPTD KPHP lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sebanyak 3.330 batang, dan pemegang perijinan berusaha bidang Kehutanan 9.235 batang dengan total luas sekitar 503,2 Hektar. (ARD)

Rabu, 28 Januari 2026

Penerapan KUHAP-KUHP Baru, Dinsos P3A Kab Tebo Siapkan Regulasi Pelaksanaan Hukuman Kerja Sosial

Kadinsos P3A Kab Tebo, Arief Haryoko, SH/foto: dok redaksiduasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Jalin kolaborasi berbagai lintas sektor dengan pihak penegak hukum dalam rangka penerapan KUHAP-KUHP yang baru, pemerintah daerah (Pemda) Tebo bakal menyiapkan regulasi dalam pelaksanaan putusan pengadilan yang memutus hukuman kerja sosial. 

Hal tersebut di sampaikan oleh kepala dinas sosial (Kadinsos) pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P3A) Kab Tebo, Arief Haryoko, bahwa nanti kami akan mempersiapkan regulasinya tempat-tempat mana yang akan di jadikan pelaksanaan kerja sosial tersebut. 

Arief melanjutkan, dimana saja bisa, secara umum seluruh pemerintahan bisa, kemudian lembaga-lembaga seperti mesjid, mushola dan lainnya, karena kemungkinan nanti majelis hakim dalam memutuskan akan dilihat dia punya kemampuan apa. 

Lanjut Arief, kalau memang dia punya keahlian dan misalnya bidang komputer bisa jadi nanti akan di tempatkan untuk bekerja sosial di kantor yang waktunya akan di tentukan di dalam putusan tersebut berapa lama, berapa jam atau berapa hari, itu ada dalam putusan,"ujar Arief, Rabu 28 Januari 2026.

Namun begitu tetap dalam pengawasan jaksa karena eksekusi kewenangannya ada di kejaksaan dan kita Pemda tetap  membantu," sambung Arief. 

Terkait proses regulasi pelaksanaan sanksi kerja sosial, Arief menuturkan, ini baru rapat dengan seluruh stakeholder terkait pelaksanaan penerapan KUHP-KUHAP yang baru, dan sudah di sepakati kami akan menyiapkan regulasinya, kita akan koordinasi juga dengan pihak-pihak terkait terutama kejaksaan, kepolisian maupun pengadilan negeri (PN). 

" Kita akan upayakan, karena ini baru pertama kita juga harus banyak koordinasi supaya apa yang kita buat nanti tidak salah,"tutup Arief Haryoko. (ARDI

Selasa, 27 Januari 2026

Sidak Komisi III DPRD Tebo Bersama OPD Terkait, PT A4 dan Kebun Dharmo Phang Terindikasi Langgar Aturan

Lokasi jalan yang bakal dialihkan oleh PT A4/foto: dok redaksiduasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Menindak lanjuti rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa, 20 Januari 2026 lalu terhadap pengaduan laporan serikat media siber indonesia (SMSI) atas keluhan warga, Komisi III DPRD Tebo, dan OPD terkait inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi bekas galian tambang batu bara pt anugerah alam andalas andalan (PT A3) dan ke lokasi pengalihan alur sungai mahang di areal perkebunan sawit milik perorangan di Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Selasa 27 Januari 2026.

Mengawali Sidak, Komisi III DPRD Tebo, bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait didampingi Forkopimcam Tebo Ilir dan warga menuju lokasi bekas galian tambang PT A4, di lanjutkan ke lokasi pengalihan alur sungai Mahang yang di lakukan oleh pihak perorangan atas nama Dharmo Phang. 

Kepala dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLHP) Kab Tebo, Eriyanto menjelaskan, kita telah melihat langsung memang ada kegiatan pengalihan alur sungai Mahang yang terindikasi melanggar melalui data drone. 

" Nanti akan kita tindaklanjuti dengan  melakukan pemanggilan terhadap pihak pemilik kebun/lahan sesuai berita acara seandainya ada indikasi melanggar tidak sesuai regulasi mereka akan di kenakan sanksi perdata dan sanksi denda, andai tingkat resikonya tinggi bakal di kenakan sanksi pidana,"tegas Eriyanto. 

Eriyanto juga mengomentari terkait dengan perusahaan tambang batu bara  PT A4, soal dampak terjadinya longsor, di katakannya, sudah layak melarang penggalian di lokasi dan kita wajibkan mereka untuk memperbaiki yang longsor sesuai dengan teknis standar dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Hasil dari Sidak ini nantinya akan di lakukan RDP lagi," katanya.

Berkaitan dengan hasil Sidak, Sekretaris Komisi III DPRD Tebo, Liga Marisa menyebutkan, terhadap dugaan yang di laporkan oleh SMSI Kab Tebo memang benar adanya, tapi untuk lebih detailnya nanti menunggu hasil kajian dari tim teknis yang melibatkan DLH dan PUPR. 

" Mudah-mudahan yang bersangkutan bersedia untuk hadir apabila di undang oleh Komisi III DPRD Tebo, untuk jadwal pastinya akan di koordinasikan dengan pihak terkait,"tutupnya. (ARDI

 


Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional