Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Minggu, 01 Februari 2026

Gubernur Al Haris Buka Loba Pacu Perahu, Multiplayer Sungai Batanghari Bersih, Dukung Ekonomi Masyarakat

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengharapkan  Multiplayernya dari perlombaan pacu perahu adalah ketika aktifitas sudah banyak di sungai Batanghari ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai Batanghari dan tidak lagi menjadikan sungai Batanghari sebagai MCK, harapan demikian disampainya 
Saat Membuka Lomba Perahu Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 dalam rangka Peringatan HUT Ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026, bertempat di Sanggar Batik Seberang - Kota Jambi, Sabtu, (31/01/2026) pagi

Turut hadir melepas lomba perahu tingkat Provinsi Jambi tahun 2026, dalam rangka memeriahkan peringatan HUT provinsi Jambi ke 69, Wakil Gubernur (Wagub) Abdulah Sani, Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fatah, Unsur Forkompimda Provinsi Jambi, Ditpolairud Polda Jambi,  dan para OPD Provinsi Jambi terkait.

Dalam sambutannya Gubernur Al Haris menyampaikan, terima kasih kepada seluruh panitia," Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyiapkan kegiatan Lomba Perahu sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026. Kegiatan yang rutin kita laksanakan setiap tahun ini menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi dalam melestarikan pacu perahu ini. Insyaallah tahun depan kita dekatkan hari momentum HUT dengan kegiatan lomba perahunya," ucap Al Haris

" Pelaksanaan lomba perahu tahun depan harus dekat dengan hari peringatan ulang tahun provinsi Jambi, jadi bisa meriah. Kita melaksanakan lomba pacu perahu ini dalam satu tahun sebanyak 3 kali, pertama HUT Provinsi Jambi, Kedua HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan ketiga Hut Kota Jambi, untuk HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus nanti kita ganti model dan  namanya yaitu lomba pacu Jalur," Sambung Gubernur Al Haris

Dikatakan Gubernur Al Haris, dalam perlombaan ditahun mendatang para pejabat provinsi Jambi juga diminta menjadi sponsor bagi atlit perahu kita,"  Ditahun depan saya bisa jadi sponsor, Wagub , Ketua DPRD Provinsi Jambi dan Pak Sekda serta para OPD dan pihak swasta lainnya , masih banyak yang mampu menjadi sponsornya," kata Gubernur Al Haris

Lebih lanjut Gubernur Al Haris menjelaskan, Animo masyarakat di seberang kota Jambi, Muaro, Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat, serta seluruhnya di pelataran sungai Batanghari masih sangat besar." Even pacu perahu harus kita laksanakan setiap tahunnya, kita melihat Animo masyarakat di seluruh perantaran sungai Batanghari sangat banyak, sebagai rung bagi anak anak kita pencinta pacu perahu  bisa menoreh prestasi dimasa mendatang," jelas Gubernur Al Haris 

" Kita berharap Multiplayernya dari perlombaan pacu perahu adalah ketika aktifitas sudah banyak di sungai Batanghari ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai Batanghari dan tidak lagi menjadikan sungai Batanghari sebagai MCK, disampaing itu kita terus memkompanyekan kebersihan sungai Batanghari, mari kembalikan fungsi sungai Batanghari bersih dan sebagai pusat perkonomian masyarakat seperti dulu kala," lanjut Gubernur Al Haris

Gubernur Al Haris mengajak masyarakat di sepanjang tepian sungai Batanghari untuk hidup sehat dan bersih dengan tidak membuang sampah di sungai Batanghari," Saat ini kita sudah mulai hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah di sungai Batanghari dan tidak adalagi MCK disungai  Batanghari, agar lingkungan bersih dan sungai Batanghari bersih seperti dahulu lagi," ajak Gubernur Al Haris

“Kita juga mengkampanyekan agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Termasuk MCK, jangan dibuang ke sungai. Kita ingin sungai kita bersih dan masyarakat bisa hidup sehat,” tegasnya.

Sebelumnya Ketuan Penyelenggara Lomba pacu perahu dalam rangka memperingati HUT Ke-69 Provinsi Jambi Abdul Rasyid menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan olahraga pacu perahu adalah untuk menumbuhkan semagat kebersamaan dalam meningkatkan olahraga pacu perahu di provinsi Jambi sebagai pengembangan minat bagi masyarakat juga untuk meraih prestasi selain itu untuk pengembangan sektor pariwisata di provinsi Jambi,

"Saat ini kita per lombakan perahu tradisional tibe A dan tibe B, kita perlu mempertahankan lomba pacu perahu tradisional ini, saat ini kami mempunyai lebih kurang 50 perahu tradisional dan tidak semuanya kami perlombakan, karena sangat minimnya agaran bagi kami, satu perahu tibe B yang diturunkan setidaknya anggaran yang diturunkan untuk biaya perlengkapan peserta  5 juta, dan tibe B 8 juta untuk itu kami perlu adanya sponsor atau  donatur dari para pengusaha atau pejabat provinsi Jambi agar kegiatan pacu perahu bisa maksimal dilaksanakan,"ucap A Rasid 

" kami ucapkan terimakasih kepada pak Ketau DRRD provinsi Jambi yang telah menjadi sponsor klub putih kali ini, untuk selanjutnya ada sponsor dari semua kita ini, agar olahraga pacu perahu di provinsi Jambi bisa berkembang, kita bisa lihat dari antusias masyarakat sangat banyak sekali, " pungkasnya (ARD)

Gubernur Al Haris Minta Masyarakat Sulawesi Terus Berperan Bangun Jambi

Gubernur Jambi Sr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Sr. H. Al Haris, S.Sos, MH menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Jambi Masa Bakti 2025-2030, Sabtu (31/01/2026), bertempat di Ev Garden. BPW KKSS Provinsi Jambi adalah organisasi kemasyarakatan yang mewadahi warga perantau asal Sulawesi Selatan di wilayah Jambi. Organisasi ini berfokus pada penguatan silaturahmi, pelestarian budaya (Bugis, Makassar, Mandar, Toraja), dan pembangunan daerah. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut diantaranya anggota DPR RI H. Bakri dan tamu undangan lainnya.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat kepada Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Jambi Masa Bakti 2025-2030, yang dilantik dan dikukuhkan pada hari ini. Saya berharap agar seluruh pengurus yang dilantik dapat menyusun program kerja dengan baik yang dapat menyentuh atau dirasakan langsung oleh anggota organisasi, daerah asal maupun masyarakat Provinsi Jambi, yang sinergis dan selaras dengan program pembangunan Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga memberikan apresiasinya kepada masyarakat asal Sulawesi yang dinilainya telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan di Provinsi Jambi. 

“Saya tentu memberikan apresiasi  kepada masyarakat Sulawesi dan perannya yang tidak sediki dan telah banyak sekali berkiprah membangun Jambi bersama kami, baik di bidang pemerintahan, ada Wakil Bupati, ada anggota DPR baik pusat,  provinsi dan juga DPRD kabupaten/kota. 

Oleh karena itu ke depan kita terus bekerja bersama-sama dimana tantangan makin berat, ujian makin banyak. Disinilah penduduk kita kompaknya sama-sama mengawal mengawal tujuan negara yang sedang terus membangun,” ungkapnya.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan, bagi Provinsi Jambi, KKSS Provinsi Jambi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jambi secara keseluruhan. Menurutnya kehadiran dan kontribusi KKSS Provinsi Jambi selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya di Provinsi Jambi. 

“Apalagi nilai-nilai luhur seperti Sipakatau (memanusiakan manusia) berarti saling menghormati, Sipakalebbi (saling memuliakan) artinya menghargai sesama, dan Sipakainge (saling mengingatkan), yang berarti saling menasihati untuk kebaikan. 

Nilai-nilai ini sangat relevan dan merupakan modal sosial berharga untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat Jambi yang majemuk,” katanya.

“Hal ini tentunya juga menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat persatuan dalam keberagaman. 

Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Provinsi Jambi yang selama ini ikut menjaga stabilitas, persatuan, serta berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan di Provinsi Jambi. 

Dan Pemerintah Provinsi Jambi senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk BPW KKSS Provinsi Jambi, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. 

BPW KKSS Provinsi Jambi dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan antarwarga dan antarbudaya. Mari kita terus jaga kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong demi kemajuan Provinsi Jambi yang kita cintai bersama,” pungkasnya. (ARD)

Sabtu, 31 Januari 2026

TPP ASN Tebo 2026 Bakal Dibayarkan, Hendry Nora: Duitnya Sudah Ada

Kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendry Nora,/foto: dok redaksiduasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dampak efisiensi anggaran dan menurunnya transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada tahun 2026 ini terjadi pengurangan drastis terhadap insentif tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo, Provinsi Jambi. 

Berkaitan dengan hal itu Pemkab melalui badan keuangan daerah (Bakeuda) Kab Tebo, masih membahas proses regulasi, pasalnya pada tahun 2026 ini TPP ASN yang akan di bayarkan tidak full seperti tahun sebelumnya. 

Kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendry Nora melalui sambungan telepon mengatakan, bahwa TPP ASN dipastikan anggarannya untuk satu tahun ini sudah ada, hanya saja regulasi dan jumlah besarannya sedang dalam proses. 

Hendry Nora menegaskan, bahwa TPP yang bakal di terima oleh ASN tidak full lagi seperti tahun lalu, tinggal 30 persen yang akan di bayarkan," ucapnya singkat, Jum'at 30 Januari 2026.

Dilansir media ini sebelumnya, terkait berkurangnya TPP ASN tersebut Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengatakan, dengan adanya pemangkasan TKD dari pusat untuk membayar gaji P3K dan paruh waktu tentunya mengurangi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

" Otomatis ada yang di pangkas makanya banyak program di organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak menyentuh langsung di potong anggarannya, tapi kalau untuk pelayanan dasar tetap berjalan,"kata Agus Rubiyanto, Kamis 27 November 2025 di gedung DPRD Tebo. 

Sementara pelayanan dasar dari pusat juga berkurang maka harus di tomboki atau di talangi dari APBD Tebo, seperti obat-obatan, rumah sakit maupun di Puskesmas dan pendidikan. " Untuk pelayanan dasar bidang pendidikan tahun 2025 ini dapat tambahan dari pusat sebesar Rp55 miliar, tahun depan tinggal Rp4 miliar,"katanya.

" Pemangkasan TPP ASN tidak hanya di Tebo, tapi seluruh Kab/Kota di indonesia mengalami hal sama dan nanti ketika ada perubahan baru di perbaharui lagi sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,"ujar Agus. (ARDI

Jumat, 30 Januari 2026

Wakil Ketua SMSI Kab Tebo Singgung Pengangkatan 4 Orang Tenaga Ahli Saat Efisiensi Anggaran

Gbr: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-Pengangkatan empat orang tenaga ahli Bupati Tebo Non ASN atau dari luar pemerintah tuai sorotan di saat kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja, karena setiap Kab/Kota dan Provinsi sedang mengalami efisiensi anggaran, kebijakan pemerintah pusat sesuai dengan instruksi presiden (Inpres) No1/2025 tentang efisiensi belanja APBN. 

Terkait pengangkatan 4 orang tenaga ahli Bupati, serikat media siber indonesia (SMS) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, turut menanggapi persoalan yang tengah viral di media sosial dan pemberitaan. 

" Kita mempertanyakan apa urgensi dan dasar hukum pengangkatan terhadap 4 orang tenaga ahli dari profesional disaat kondisi keuangan daerah sedang mengalami efisiensi anggaran," ujar wakil ketua SMSI Kab Tebo, Hafizan Romy Faisal, Jum'at 30 Januari 2026.

" Apa urgensi dan dasar hukumnya bupati mengangkat tenaga ahli dari profesional di tengah efisiensi saat ini begitu juga dengan kompetensi personal dan keahlian tenaga ahli tersebut,"tegasnya.

Di tengah efisiensi seperti saat ini, sebut Romy, pemerintah harus terbuka dan transparan dalam membuat kebijakan, apalagi menyangkut dengan penggunaan anggaran,"katanya. 

Selain itu Romy juga mempertanyakan surat keputusan (SK) pengangkatan 4 orang tenaga ahli yang katanya di atur melalui peraturan bupati (Perbup).

" Kalau memang ada tunjukan saja Perbup nya, melanggar apa tidak kira-kira dalam kondisi efisiensi mengangkat tenaga ahli,"tegasnya singkat. 

Sementara itu kepala bagian (Kabag) hukum pada sekretariat daerah (Setda) Kab Tebo, saat di hubungi melalui pesan whatsapp mengaku belum sempat melihat katalog Perbup yang mengatur tentang pengangkatan 4 orang tenaga ahli. Karena buku hukum katalog setiap tahun berganti jadi banyak yang harus di baca," tulisnya singkat. (ARDI

Raih Opini Tanpa Maladministrasi, Gubernur Al Haris Tegaskan Pentingnya Integritas ASN

Gubernur Jambi Al Haris/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Keberhasilan Pemerintah Provinsi Jambi meraih Opini Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI Tahun 2025 sekaligus menjadi peringkat 1 nasional tingkat provinsi menegaskan komitmen kuat daerah tersebut dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang berintegritas dan profesional.

Penghargaan dari Ombudsman RI itu diserahkan langsung kepada Gubernur Jambi Al Haris di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (29/01/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.

Gubernur Al Haris menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan dari kesungguhan pemerintah daerah dalam menjauhkan praktik pelayanan publik dari pelanggaran aturan.

“Yang menjadi objek penilaian ini adalah sejauh mana kita berusaha untuk menghindari hal-hal yang menyalahi aturan,” kata Gubernur Al Haris.

Ia menyebutkan, salah satu fokus utama Pemprov Jambi adalah pembenahan dan penataan ASN agar bekerja secara profesional serta menjunjung tinggi etika pelayanan.

“Kita akan terus melakukan evaluasi dan menata ASN agar mereka bekerja dengan sebaik-baiknya, mentaati aturan, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Al Haris memaparkan prinsip-prinsip utama yang harus terus dijaga guna mencegah terjadinya maladministrasi di masa mendatang.

“Untuk mencegah maladministrasi ke depan, yang pertama ikuti aturan dan jangan menyimpang. Kedua, koordinasi yang baik. Dan yang paling penting, jangan makan hak rakyat. Utamakan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Gubernur Al Haris, capaian peringkat 1 nasional ini menjadi pengingat sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran pemerintah daerah bahwa pelayanan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat.

Pemprov Jambi pun berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan publik yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.(ARD)

Begini Pernyataan Kadis LH Terhadap PT A4 dan Dharmo Phang, Pasca Sidak Dengan Komisi III DPRD Tebo

Kadis LHP Kab Tebo, Drs Eriyanto, MM/foto: dok redaksiduasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kita sudah menindaklanjuti dengan komisi III DPRD Tebo, atas laporan masyarakat terhadap kegiatan tambang batu bara pt alam anugerah andalas andalan (PTA4) di desa Lingkar Nago Kec Tebo Ilir, setelah dicek dengan instansi di bawah, Camat, Lurah dan Kades Ketalo, bahwa akses jalan utama yang di lalui akibat tambang PT A4 tersebut terindikasi terjadi longsor,"ujar Kadis lingkungan hidup dan perhubungan (DLHP) Eriyanto, Jum'at 30 Januari 2026.

Makanya kemarin kita turun dengan komisi III, dinas pekerjaan umum penataan ruang (PUPR) dan dinas perizinan terpadu satu pintu (PTSP), untuk meminta pertimbangan masing-masing dinas," lanjutnya

" Eriyanto melanjutkan, kami memandang PT A4 dari sisi kerusakan lingkungannya, dari PU nanti kalau jalan mau digunakan supaya jangan longsor berarti ada pertimbangan, teknis apa yang harus di lakukan oleh perusahaan. 

Sedangkan dinas PTSP dia menerima dari hasil kajian-kajian kita, itu yang nanti akan di bahas,"kata Eriyanto. Temuan kami di lapangan bahwa PT A4 sekarang tidak beroperasional dan akan di aktifkan lagi dengan manejemen yang baru. Karena tidak beroperasional, kita ambil langkah pengecekan kembali setelah turun dengan komisi III DPRD untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP). 

" Tapi resikonya karena mau melanjutkan, manajemen baru yang akan menanda tangani BAP temuan kita. Eriyanto menegaskan, rekomendasi kita mereka PT A4 harus mereklamasi lobang bekas galian tambang, apabila dia ingin nambang lagi akan ada regulasi nantinya. 

" Kemudian untuk pemilik kebun sawit Darmo Phang yang telah mengalihkan alur sungai, menurut Eriyanto, jika di lihat dari regulasi, sudah menyalahi ketentuan, kita harus tindak sesuai regulasi dengan membuat BAP dan berita acara setelah itu memberikan teguran dan sanksi denda yang masuk ke pendapatan negara bukan pajak (PNBP), kalau tidak memenuhi itu baru di kenakan sanksi pidana.

" Rencananya pada Senin depan kita akan panggil Dharmo Phang, itu kalau mereka datang," pungkas Eriyanto. (ARDI

Pelayanan Publik Pemprov Jambi Peringkat 1 Nasional Tanpa Maladministrasi

Foto: dok Ombudsman RI Perwakilan Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Dalam penilaian penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Ombudsman, atau dikenal dengan Opini Ombudsman, Provinsi Jambi meraih prestasi yang membanggakan. 

Dari seluruh provinsi di Indonesia yang dinilai, Provinsi Jambi berhasil meraih posisi pertama dan predikat Opini Kualitas Tertinggi tanpa maladministrasi. Gubernur Jambi, Al Haris, menerima langsung penghargaan tersebut di Kantor Ombudsman RI di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Dalam penganugrahan tersebut untuk tingkat provinsi, hanya ada dua Provinsi yang meraih Opini Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi, yakni Provinsi Jambi dan Provinsi Jawa Timur. Dari keduanya, Jambi berada di peringkat pertama dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoni pada kegiatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi dan jajaran yang telah mendapatkan predikat terbaik tersebut. Penghargaan ini merupakan bentuk upaya Ombudsman untuk mendorong kualitasi pelayanan publik di pemerintah daerah. Lewat keberhasilan Pemprov Jambi, ia meminta agar kepala daerah yang ada di Jambi lebih memperhatikan pelayanan publik untuk masyarakat.

"Pencapaian yang di raih oleh Pemprov Jambi tidak boleh berhenti di sini. Harus dipertahankan dan tingkatkan terus. Karena Pelayanan publik untuk masyarakat akan terus meningkat. Termasuk juga pemda lainnya yang ada di Jambi untuk terus meningkatkan kualitas agar bisa bersaing dan memenuhi harapan masyarakat," sebut Saiful pada Jumat (30/1).

Lebih lanjut, Saiful juga menekankan bahwa dalam penilaian ini tidak hanya semata melihat kualitas pelayanan saja. Ombudsman juga menilai seperti apa kepedulian pemda terhadap pengaduan masyarakat. "Percuma jika hanya fasilitasi pelayanan saja yang bagus, tapi tidak didukung dengan pengelola pengaduan yang baik," imbuhnya.

Saiful berharap ke depannya, seluruh pemda yang ada di Jambi bisa Kembali bersaing di tingkat nasional dalam hal pelayanan publik yang berkualitas.

Salah satu komponen penilaian yang menjadi tolok ukur kualitas pelayanan adalah kepuasan masyarakat. Dan penilaian tersebut sudah dilakukan oleh tim penilai Ombudsman dengan mewawancarai masyarakat secara langsung.

"Penilaian kali ini, komponen yang sangat kami perhatikan adalah kepuasan masyarakat. Itu menjadi bagian penting. Dan Pemda Propinsi Jambi bisa memenuhi kepuasan tersebut," tutupnya. (REDAKSI

Fasilitas Toilet RSUD Malingping Dikeluhkan Pasien Kesulitan Buang Air

Foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Fasilitas toilet di RSUD Malingping, Kabupaten Lebak Prov Banten, di keluhkan pasien dan keluarga pasien. Pasalnya, aliran air di rumah sakit disebut sudah tidak mengalir selama kurang lebih tiga hari terakhir, sehingga seluruh kamar mandi tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya, Jumat 30 Januari 2026.

Akibat kondisi tersebut, pasien yang sedang menjalani perawatan terpaksa menahan rasa tidak nyaman karena tidak bisa buang air kecil maupun buang air besar di toilet rumah sakit. Situasi ini dinilai sangat memprihatinkan, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pasien.

“ Sudah tiga hari air mati. Wc di kamar mandi tidak ada air sama sekali. Kami bingung, ini rumah sakit tapi fasilitas dasar seperti ini tidak berfungsi,” ungkap salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung lainnya. Mereka menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru, terutama bagi pasien yang sedang dalam kondisi lemah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Malingping belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan terkait keluhan fasilitas air dan toilet tersebut belum mendapatkan respons.

Masyarakat berharap manajemen rumah sakit segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan dan memastikan ketersediaan air bersih kembali normal. Mereka menegaskan, fasilitas dasar seperti air dan sanitasi merupakan kebutuhan vital di lingkungan rumah sakit dan tidak boleh diabaikan. (A ABDULROHIM

MTQ ke-X Sungai Bengkal Berlangsung Sukses, RW 3 Muara Danau Juara Umum

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X tingkat Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, resmi ditutup oleh Camat Tebo Ilir, Yanto, S.Pd., MM pada Senin malam, 26 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat, 23 Januari 2026 tersebut berjalan lancar, tertib, dan sukses.

Dalam ajang MTQ ke-X ini, RW 3 Muara Danau berhasil meraih juara umum pertama. Sementara itu, juara kedua diraih oleh RW 5 Tanjung Sari dan juara ketiga diraih oleh RW 1 Dusun Lamo. Berdasarkan kesepakatan bersama sebelumnya, RW 1 Dusun Lamo ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat kelurahan berikutnya.

Camat Tebo Ilir, Yanto, S.Pd., MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta, serta masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan MTQ ke-X.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQ ke-X Kelurahan Sungai Bengkal berjalan dengan baik dan penuh kekhidmatan. Ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan serta kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ujar Yanto.

Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Lurah Sungai Bengkal, Eko Wahyudi,. menyampaikan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-X yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh RW di Kelurahan Sungai Bengkal.

“Kami mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi seluruh RW yang telah mengirimkan kafilah terbaiknya. MTQ ini menjadi bukti bahwa pembinaan tilawah dan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Sungai Bengkal,” kata Eko.

MTQ ke-X tingkat Kelurahan Sungai Bengkal diikuti oleh sebanyak 350 peserta, terdiri dari 175 peserta laki-laki dan 175 peserta perempuan, yang berasal dari lima RW. Para peserta berkompetisi dalam 18 cabang lomba yang dipertandingkan. 

Adapun rincian jumlah peserta per RW, yakni RW 01 sebanyak 78 peserta, RW 02 sebanyak 62 peserta, RW 03 sebanyak 76 peserta, RW 05 sebanyak 60 peserta, dan RW 06 sebanyak 74 peserta.

Ketua Umum MTQ ke-X, Liga Marisa,. menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian MTQ ke-X berjalan sesuai dengan perencanaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Camat Tebo Ilir, Lurah Sungai Bengkal, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, sponsor, serta masyarakat RW 3 Muara Danau selaku tuan rumah yang telah memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Kegiatan penutupan MTQ ke-X yang dilaksanakan di RT 15 RW 3 Muara Danau turut dihadiri oleh Kepala KUA Tebo Ilir, Kapolsek Tebo Ilir, Ketua MUI Tebo Ilir, Ketua LPTQ Kecamatan dan Kelurahan Sungai Bengkal, Ketua LAMJ Kecamatan dan Kelurahan, pimpinan perusahaan dan koperasi, para kepala sekolah, para Ketua RW dan RT dalam kelurahan sungai bengkal, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, panitera, official, para kafilah, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal.

Dengan berakhirnya MTQ ke-X ini, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal. (REDAKSI

Kamis, 29 Januari 2026

Ada Jabatan Baru Non ASN Ditengah Efisiensi Anggaran, Diklaim Bisa Bantu Tugas Pemda Tebo

Foto: dok redaksiduasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Ditengah efisiensi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), muncul jabatan baru Non ASN yang di klaim dapat membantu tugas-tugas pemerintah daerah (Pemda) Tebo yaitu tenaga ahli Bupati, mereka berasal dari profesional yang berkantor di badan perencanaan pembangunan daerah dan penelitian pengembangan (Bappeda Litbang) Kab Tebo, Provinsi Jambi. 

Berkaitan dengan hal itu pelaksana tugas (Plt) Bappeda Litbang Kab Tebo, Arief Budiman, mengatakan, tenaga ahli Bupati merupakan arahan dari pimpinan untuk melakukan telaah-telaah terhadap visi misi yang akan memberikan telaah dan masukan kepada Bupati

" Untuk saat ini jumlah tenaga ahli Bupati Tebo berjumlah empat orang semuanya dari profesional memiliki pengalaman sesuai keahliannya masing-masing,"lanjut Arief, Kamis 29 Januari 2026.

Ke empat orang tenaga ahli Bupati Tebo ini punya tugas dan fungsi per kegiatan atau event-event, dalam pelaksanaannya mereka bekerja, mencari dan memberi masukan seperti saat ini meski tidak berkantor disini (Bappeda), mereka sering turun kelapangan melihat kondisi beberapa sumber dan peluang pendapatan asli daerah (PAD). 

Tenaga ahli Bupati lebih banyak turun melihat permasalahan apakah visi misi berjalan dengan baik di lapangan, kalau ada kendala mereka melaporkan dan mempersiapkan solusinya. " Ada regulasi, boleh kalau kepala daerah membutuhkan tenaga ahli," kata Arief meyakini.

" Secara regulasi sudah diatur dan di benarkan, mereka ke empat tenaga ahli Bupati sesuai surat keputusan (SK) bukan hanya di Tebo, di Provinsi juga ada jadi kami menganggap tidak melanggar ketentuan, "imbuh Arief. 

Arief menyebutkan, tenaga ahli Bupati, beda dengan staf ahli, kalau staf ahli ada struktur pemerintah kalau tenaga ahli di luar pemerintah. Pada dasarnya kalau mengangkat tenaga ahli dari staf ahli menurut pimpinan, ASN itu terbatas, karena sudah jelas alurnya. 

" Di tahun 2026 ini untuk empat orang tenaga ahli Bupati kemungkinan akan berlanjut, namun mereka bukan digaji tapi hanya di berikan honor/insentif," tanda Arief. (ARDI

Sejarah Raja Jambi dalam Lintasan Global: Perspektif Catatan Arab, Belanda, China, India, Inggris, dan Portugis

​Oleh: Profesor Mukhtar Latif (Guru Besar UIN STS Jambi)

JAMBI,DUASATU.NET- ​A. Pendahuluan: Mencari Titik Nol Sejarah Kerajaan di Bantaran Batanghari Menentukan titik nol sejarah Kerajaan Jambi ibarat menyatukan kepingan puzel emas yang terkubur di bawah sedimen Sungai Batanghari. Apakah Jambi bermula dari sebuah kerajaan terstruktur atau hanya konfederasi perdagangan? Data arkeologis di situs Muaro Jambi menunjukkan bahwa peradaban di sini telah bernapas jauh sebelum catatan tertulis kolonial muncul (Schnitger, 1937, hal. 12). Sosok raja pertama sering kali terkubur dalam kabut mitologi, namun eksistensinya nyata dalam memori kolektif masyarakat sebagai simbol kedaulatan awal di tanah Melayu.

​Bagi para penjelajah dunia, Jambi bukan hanya titik geografis, melainkan "paru-paru" ekonomi Sumatera. Para pendatang dari China hingga Eropa memberikan literasi yang berbeda-beda: China melihatnya sebagai mitra strategis yang makmur, India memandangnya sebagai pusat spiritual-politik, sementara Eropa melihatnya sebagai medan pertempuran komoditas lada. Membedah raja-raja Jambi berarti membedah bagaimana kepemimpinan lokal beradaptasi dengan gelombang globalisasi yang menghantam pesisir timur Sumatera selama dua milenium.

​B. Raja Jambi: Perspektif Sejarah Global
​1. Akar Kuno: Abad ke-1 hingga Abad ke-6 Masehi

Jambi dalam narasi awal sering dikaitkan dengan entitas politik kuno. Sejak abad ke-1 Masehi, wilayah ini disinyalir telah berhubungan dengan pedagang dari Dinasti Han. Catatan China abad ke-3 Masehi menyebutkan Koying, sebuah pusat perdagangan di Sumatera yang diduga kuat berada di wilayah Jambi. Penguasa pada masa ini bukanlah "Raja" dalam pengertian absolut modern, melainkan pemimpin suku yang menguasai jaringan sungai (Wolters, 1967, hal. 170).

​2. Perspektif India dan Masa Melayu-Srivijaya (Abad ke-7 - 13 M)

India meninggalkan jejak mendalam melalui kosmologi kekuasaan. Prasasti Tanjore (1025 M) dari Dinasti Chola menyebut "Malaiyur" (Melayu-Jambi) sebagai kerajaan dengan benteng pertahanan kuat. Raja Jambi pada masa ini menggunakan gelar Sanskerta yang menunjukkan legitimasi ketuhanan. Pasca-runtuhnya hegemoni Palembang, pusat kekuasaan Srivijaya berpindah ke Jambi pada akhir abad ke-11, menjadikan rajanya sebagai Maharaja yang mengontrol Selat Melaka (Coedes, 1968, hal. 182).

​3. Catatan China: Dinasti Tang hingga Ming

Dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua (1225), Jambi (Chan-pei) digambarkan sebagai negara kaya yang mengirimkan upeti berupa lada dan kemenyan. Penguasa Jambi sangat lihai dalam diplomasi; mereka mengirimkan utusan ke kaisar China untuk mendapatkan pengakuan politik guna membendung ambisi Singasari atau Majapahit. Hubungan ini murni pragmatisme ekonomi: perlindungan politik ditukar dengan akses prioritas terhadap barang dagangan (Wade, 2009, hal. 230).

​C. Kerajaan Jambi: Transisi Antara Kerajaan Melayu Kuno dengan Kesultanan
​Fase transisi ini merupakan periode paling dinamis dalam historiografi Jambi. Pada masa Melayu Kuno di bawah pengaruh Srivijaya, Jambi dipimpin oleh raja-raja yang memegang teguh konsep Devaraja. Salah satu nama besar yang muncul dalam fragmen sejarah dan prasasti adalah Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (abad ke-12). Raja-raja ini mengelola imperium berbasis sungai Batanghari, menghubungkan hasil bumi pedalaman dengan pasar dunia (Wolters, 1970, hal. 45).

​1. Nasab Putri Selaras Pinang Masak dan Peran Ahmad Salim

Transisi menuju fase Melayu Islam ditandai dengan kemunculan Putri Selaras Pinang Masak. Secara genealogi, sang putri adalah putri dari Raja Dharmasraya, penguasa terakhir dari trah Melayu Kuno yang berafiliasi dengan Majapahit di wilayah hulu Batanghari pada abad ke-15. Beliau memerintah sebagai Ratu yang mewarisi kedaulatan wilayah ayahnya di tengah surutnya pengaruh Majapahit pasca ekspedisi Pamalayu.

​2. Munculnya Ahmad Salim (Datuk Paduko Berhalo), seorang bangsawan dan ulama Muslim dari Turki/Arab, menjadi katalisator perubahan fundamental. Pernikahan Ahmad Salim dengan Putri Selaras Pinang Masak bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan integrasi politik-spiritual, yang kemudian memperbaiki tatanan kenegaraan Jambi. Ahmad Salim membawa sistem administrasi kesultanan yang terinspirasi dari tradisi Islam di Timur Tengah.

​3. Transformasi dari Raja Menjadi Sultan: Adaptasi Politik Islam

Narasi kunci dari transisi ini adalah perubahan nomenklatur pemimpin. Setelah pernikahan tersebut, pemimpin Jambi tidak lagi menggunakan gelar Raja, melainkan beralih menggunakan gelar Sultan. Perubahan ini bukan hanya pergantian istilah, melainkan adaptasi total terhadap sistem kekuasaan Islam global. Sebagai seorang Sultan, pemimpin Jambi memposisikan dirinya setara dengan penguasa-penguasa Islam di belahan dunia lain, memutus tradisi teokratis Hindu-Buddha sebelumnya.

​Dalam tatanan baru ini, Putri Selaras Pinang Masak tetap menjadi pemegang legitimasi tanah dan tradisi lokal sebagai Ratu atau Permaisuri, sementara Ahmad Salim menjalankan pemerintahan sebagai Sultan Jambi yang pertama. Transformasi ini menjadikan Jambi sebagai entitas Kesultanan Islam yang berdaulat, di mana hukum-hukum Islam mulai diintegrasikan ke dalam hukum adat Melayu. Aliansi ini berhasil menciptakan stabilitas yang membawa Jambi memasuki era perdagangan internasional yang lebih luas (Al-Attas, 1990; Reid, 1993, hal. 155).

​D. Perspektif Naskah Stamboek Van Kadipan (Koleksi Leiden)
​Berdasarkan katalog naskah Melayu yang disusun oleh P.S. van Ronkel (1909), terdapat dokumen penting berjudul Stamboek van het vorstenhuis van Jambi (Cod. Or. 2223) di Perpustakaan Universitas Leiden. Naskah ini dikompilasi pada abad ke-19 dan menjadi rujukan utama kolonial untuk memahami silsilah raja-raja Jambi.

​Naskah Stamboek ini mengonfirmasi bahwa akar silsilah Sultan-Sultan Jambi ditarik dari pernikahan Ahmad Salim dan Putri Selaras Pinang Masak. Dokumen ini menegaskan bahwa legitimasi Sultan Jambi adalah perpaduan antara darah bangsawan lokal dan trah religius Islam. Naskah ini menjadi instrumen hukum bagi Belanda untuk menentukan "Sultan yang sah" dalam setiap perjanjian kontrak lada, meskipun rakyat Jambi sering kali memiliki standar legitimasi sendiri yang lebih berbasis pada garis keturunan Ahmad Salim (Van Ronkel, 1909, hal. 142).

​E. Perspektif Arab dan Penjelajah Eropa
​Para kartografer Arab seperti Ibnu Khurdadhbih mencatat wilayah Zabaj sebagai negeri emas. Memasuki fase Kesultanan, Tome Pires dalam Suma Oriental menyebut Jambi sebagai kerajaan mandiri yang kaya raya. Catatan Belanda (VOC) menunjukkan bahwa Sultan-Sultan Jambi, seperti Sultan Thaha Syaifuddin, adalah negosiator ulung yang menggunakan hak-hak sejarah mereka untuk melawan monopoli (Andaya, 1993, hal. 110). Bagi Inggris, Jambi adalah pusat literasi Melayu yang sangat berharga (Raffles, 1817, hal. 210).

​F. Mengapa Ada Perbedaan Persepsi tentang Raja Jambi: Kontradiksi Identitas
​Titik krusial perdebatan terletak pada interpretasi asal-usul. Ada perdebatan apakah Putri Selaras Pinang Masak memiliki kaitan darah dengan penguasa Jawa atau murni garis keturunan Dharmasraya. Perdebatan ini penting karena menyangkut klaim "siapa yang lebih dulu" menguasai sungai Batanghari. Ketidaksinkronan antara narasi tambo dengan laporan administratif kolonial, sering kali menimbulkan identitas ganda bagi kisah raja-raja yang telah berlangsung, dalam sejarah negeri Jambi. Inilah perbedaan krusial yang acapkali berbeda faham dalam memberikan atribut terhadap pemimpin Jambi, apakah raja atau Sultan, padahal keduanya adalah sama-sama pemimpin pemerintahan atau yang berkuasa di negeri Jambi. (Locher-Scholten, 2004, hal. 62; Bentley, 1986).

​G. Posisi Strategis di Panggung Dunia
​Raja (dan kemudian Sultan) Jambi bukan sekadar penguasa lokal; mereka adalah pemain global supply chain. Sultan-sultan Jambi memanfaatkan kompetisi antara Inggris, Belanda, dan Portugis untuk menjaga kedaulatan. Jambi berhasil menjadi poros ekonomi di pesisir timur Sumatera karena mampu mengintegrasikan hasil hutan pedalaman dengan kebutuhan pasar dunia melalui diplomasi kesultanan yang cerdas (Reid, 1999, hal. 185; Hall, 1981, hal. 198).

​H. Penutup: Melampaui Catatan Kolonial
​Mempelajari kisah Raja atau kesultanan Jambi melalui berbagai perspektif bangsa adalah upaya untuk membebaskan sejarah dari narasi tunggal. Dari catatan China kita belajar tentang diplomasi; dari India tentang kosmologi, dari Arab tentang spiritualitas, dan dari Eropa tentang ketangguhan politik. Transformasi dari Raja menjadi Sultan merupakan bukti adaptasi peradaban Melayu Jambi terhadap arus besar sejarah dunia, menjadikan Jambi sebagai salah satu pusat peradaban Islam yang signifikan di Asia Tenggara (Ricklefs, 2001; Milner, 1982).

​Referensi:

1. Al-Attas, S. M. N. (1990). Tuhfat al-Nafis: Analisis Manuskrip Sejarah Melayu-Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

2. Al-Bakri. (t.th). Kitab al-Masalik wa al-Mamalik. (Kitab Kuning).

3. Al-Idrisi. (t.th). Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq. (Kitab Kuning).

4. ​Andaya, B. W. (1993). To Live as Brothers: Southeast Sumatra in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Honolulu: University of Hawaii Press.

5. Bentley, G. C. (1986). Indigenous States of Southeast Asia. Annual Review of Anthropology.

6. Boomgaard, P. (1998). The VOC and the Environment of Southeast Asia. Journal of Southeast Asian Studies.

7. ​Christie, J. W. (1995). State Formation in Early Maritime Southeast Asia. BKI.

8. Coedes, G. (1968). The Indianized States of Southeast Asia. Honolulu: East-West Center Press.

9. ​Dobbin, C. (1983). Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784–1847. London: Curzon Press.

10. Hall, D. G. E. (1981). A History of South-East Asia. London: Macmillan Press.

11. Hamka, P. D. (t.th). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Bulan Bintang. (Kitab Kuning).

12. ​Ibnu Khurdadhbih. (t.th). Kitab al-Masalik wa al-Mamalik. (Kitab Kuning).

13. Juynboll, H. H. (1899). Catalogus van de Maleische en Sundaneesche Handschriften der Leidsche Universiteits-bibliotheek. Leiden: Brill.

14. ​Kathirithamby-Wells, J. (1993). Restructuring the Economy in the Jambi-Palembang Region. Indonesia and the Malay World.

15. ​Lape, P. V. (2000). Political Dynamics and Religious Change. World Archaeology.

16. ​Locher-Scholten, E. (2004). Sumatran Sultanate and Colonial State: Jambi and the Dutch, 1830-1907. Ithaca: Cornell Southeast Asia Program.

17. Manguin, P. Y. (1993). The Merchant Ship of Southeast Asia. International Journal of Nautical Archaeology.

18. ​Marsden, W. (1811). The History of Sumatra. London: J. McCreery.

19. Miksic, J. N. (1985). Traditional Sumatran Trade. BEFEO.

20. Milner, A. C. (1982). Kerajaan: Malay Political Culture on the Eve of Colonial Rule. Tucson: University of Arizona Press. (Buku Tambahan).

21. Pires, T. (1944). The Suma Oriental of Tomé Pires (A. Cortesão, Trans.). London: Hakluyt Society.

22. ​Raffles, T. S. (1817). The History of Java. London: Black, Parbury, and Allen.

23. ​Reid, A. (1993). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450-1680. New Haven: Yale University Press.

24. ​Reid, A. (1999). Economic History of Early Modern Southeast Asia. Journal of Economic History.

25. Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford: Stanford University Press.

26. Schnitger, F. M. (1937). The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill.

27. Sutherland, H. (2003). The Sulu Zone Revisited. Journal of Southeast Asian Studies.

28. Tibbetts, G. R. (1979). A Study of the Arabic Texts Containing Material on South-East Asia. Leiden: E.J. Brill.

29. Van Ronkel, P. S. (1909). Catalogus der Maleische Handschriften in de Bibliotheek van de Rijksuniversiteit te Leiden. Leiden: Brill.

30. Wade, G. (2009). An Early Age of Commerce in Southeast Asia. JSAS.

31. Wolters, O. W. (1967). Early Indonesian Commerce. Ithaca: Cornell University Press.

32. Wolters, O. W. (1970). The Fall of Srivijaya in Malay History. Ithaca: Cornell University Press.

33. Yule, H., & Cordier, H. (1921). The Book of Ser Marco Polo. London: John Murray.

Hadiri HUT LVRI Ke-69 dan HUT Ke-45 PPM, Sekda Sudirman Ajak Lestarikan Nilai Perjuangan Veteran

Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH/foto: Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH menyampaikan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun anak cucu pahlawan (veteran), Pemuda Panca Marga (PPM) berperan strategis untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan veteran, turut berkontribusi untuk mengawal dan meneruskan cita-cita proklamasi demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. 

Pernyataan tersebut disampaikanya saat menghadiri Peringatan HUT Ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Jambi dan HUT Ke-45 Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (22/01/2026) pagi.

Dalam sambutan dan arahannya Sekda Sudirman juga menyampaikan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, dirinya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran atas pengorbanan yang luar biasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. 

“Peringatan HUT LVRI ini menjadi momentum bagi kami, seluruh masyarakat untuk mengenang dan menghormati pengabdian luhur yang telah Bapak dan Ibu para veteran persembahkan demi tanah air tercinta ini. 

Dalam jejak sejarah negeri ini, pengorbanan Bapak dan Ibu veteran telah menjadi tiang penyangga kebebasan dan fondasi keberlanjutan bangsa yang tak tergoyahkan. Perjuangan Bapak dan Ibu para veteran adalah teladan ketulusan, keberanian, dan keteguhan hati yang menjadi cahaya pembimbing generasi bangsa untuk membangun negeri, menjaga persatuan, mewujudkan kesejahteraan serta martabat bangsa ini," ungkap Sekda Sudirman.

"Kami meyakini setiap tetesan pengabdian yang telah Bapak dan Ibu curahkan, dapat menjadi warisan abadi bangsa ini, dan kami doakan agar Bapak dan Ibu veteran senantiasa diberi Allah SWT kesehatan, kesejahteraan dan penghormatan yang layak karena jasa besar yang veteran berikan untuk kemerdekaan bangsa tidak akan pernah terukur oleh waktu maupun kata," lanjutnya.

Dikatakan Sekda Sudirman, peringatan HUT ke-69 LVRI Provinsi Jambi ini, Pemprov Jambi berharap LVRI senantiasa tetap kokoh dalam persatuan dan semangat kebangsaan, terus menjadi teladan patriotik serta sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negeri ini. 

"Pemerintah daerah perlu dukungan Bapak dan Ibu semua dalam mengisi permbangunan Provinsi Jambi melalui gagasan dan masukan kontributif agar perjuangan yang telah Bapak dan Ibu mulai terus berkelanjutan demi mewujudkan negeri dan masyarakat yang lebih maju dan Sejahtera,” kata Sekda Sudirman.

"Selaku penyelenggara pemerintahan daerah kami berharap PPM dapat menjadi garda terdepan untuk menerjemahkan pengalaman veteran ke dalam tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan. Semoga dengan sinergi generasi pendahulu dan generasi penerus dapat memperkuat penanaman nilai-nilai luhur perjuangan," sambungnya.

Sekda Sudirman juga menambahkan, peringatan hari jadi ke-69 organisasi LVRI dan PPM ke-45 tahun ini, selain menjadi upaya memperjuangkan kesejahteraan, kehormatan, dan martabat para veteran dan keluarga di seluruh pelosok negeri, khususnya Provinsi Jambi, tentunya LVRI dan PPM Provinsi Jambi dapat terus memberikan sumbangsihnya dalam setiap langkah pembangunan, baik dalam bidang sosial, kebudayaan, ekonomi maupun untuk menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

"Di tengah kemajuan zaman saat ini, kami sangat berharap nilai-nilai kehidupan warisan veteran dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat dan daerah yang maju dengan tetap berakar pada identitas dan semangat kebangsaan, khususnya dalam melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan Jambi untuk menjadikan Jambi sebagai provinsi yang maju, berdaya saing, dan Sejahtera," ujarnya.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Jambi saya ucapkan selamat atas peringatan HUT ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia dan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota terutama keberkahan kesehatan yang diberikan Allah SWT serta terima kasih kepada veteran perjuangan yang saat ini masih terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di Provinsi Jambi,” pungkasnya. (ARD)

 


Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional