Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Senin, 30 Maret 2026

Halalbihalal di Lingkup Pemkab Lebak Ricuh, Bupati Sindir Wabup Mantan Napi

Wabup Lebak, Amir Hamzah/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET-Halal bihalal di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, pada Senin 30 Maret 2026 yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan usai Idulfitri 1447 H/2026, di warnai kericuhan. 

Peristiwa di picu pernyataan yang di sampaikan dalam sambutan Bupati Lebak Hasbi Assadiky Jayabaya, menyebut bahwa wakil bupati (Wabup) Amir Hamzah sebagai mantan narapidana (Napi) di hadapan pejabat dan pegawai aparatur sipil negera (ASN). 

Ucapan tersebut sontak membuat acara menjadi tidak nyaman. Amir Hamzah yang hadir dalam kegiatan itu sempat berdiri dan berusaha mendekati Bupati untuk mengingatkan agar menjaga etika dalam forum resmi. Namun, langkahnya dihalangi oleh sejumlah pegawai yang menenangkannya dan mengajaknya keluar dari ruangan.

“ Saya langsung berdiri untuk mengingatkan Bupati agar bisa menjaga etika, namun saya di halangi dan di ajak keluar dari acara,” ungkap Amir Hamzah saat ditemui sejumlah wartawan, di kediamannya, Senin 30 Maret 2026.

Mengaku sudah tak nyaman

Amir Hamzah mengaku pernyataan yang menyebut dirinya mantan Napi bukan kali pertama di sampaikan oleh Bupati. Ia menyebut ucapan tersebut sudah berulang kali di sampaikan dalam berbagai kesempatan.

“Ucapan menyebut saya mantan Napi bukan pertama kali, namun sudah sering,” imbuhnya.

Ia mengaku merasa tidak nyaman dengan pernyataan tersebut, apalagi disampaikan dalam forum resmi di hadapan banyak pegawai pemerintah.

Istri Amir Hamzah Ikut Bereaksi

Istri Wabup, Susi Amir Hamzah, juga mengaku merasa sakit hati atas ucapan yang dilontarkan Bupati Lebak kepada suaminya di depan banyak orang.

“ Saya sebagai istri tentu sangat sakit hati atas ucapan Bupati,”cetusnya.

Dengan peristiwa tersebut kini menjadi perbincangan di lingkungan Pemkab Lebak dan masyarakat setempat, karena terjadi dalam acara resmi pemerintah yang seharusnya berlangsung dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan pasca Idulfitri.

Hingga berita tulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Lebak terkait polemik tersebut.

Reporter
A ABDULROHIM

Penjelasan Bakeuda Kab Tebo Terkait TPP ASN 2026

Gambar: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo sudah boleh membayarkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) hal tersebut dilakukan berdasarkan persetujuan dari kementerian dalam negeri (Kemendagri) dan Kemenkeu dan telah di keluarkannya surat keputusan (SK) Bupati Tebo. 

Kepala badan keuangan daerah (Bakeuda) Kab Tebo, Hendry Nora mengatakan, bahwa setelah di setujui oleh Kemendagri dan Kemenkeu juga sudah ada SK Bupati Tebo, TPP ASN boleh di bayarkan terhitung Jum'at 27 Maret 2026 kemarin. 

" Sekarang kami menunggu pengajuan dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemkab Tebo,"kata Hendry Nora, di hubungi melalui sambungan telpon, Minggu 29 Maret 2026.

Hendry Nora menyebut, pembayaran TPP sebelumnya terhambat penginputan dari bagian organisasi, setelah persetujuan dari Kemendagri sudah keluar baru kami tindaklanjuti untuk segera di bayarkan. 

Selain itu karena ada perubahan struktur organisasi dan tatakerja (SOTK), apabila pengajuan OPD di lakukan sebelum 31 Maret 2026 TPP bisa di bayar, tapi kalau lewat tanggal tersebut akan di stop dulu," kata Hendry Nora. 

" Apabila bisa diajukan sampai hari Senin 30 Maret 2026, TPP bisa di cairkan, kalau tidak berarti menunggu perubahan SOTK, namun tetap bisa di bayarkan. 

Hingga saat ini lanjutnya, sejumlah OPD sejak Jum'at 27 Maret 2026 kemarin sudah ada yang mengajukan dan saat ini sedang dalam proses. 

Diketahui sebelumnya, dampak efisiensi anggaran dan menurunnya transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sudah di pastikan bakal terjadi pengurangan drastis terhadap insentif tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo. 

Reporter
ARDI

Gubernur Al Haris Minta ASN Bekerja Maksimal Hadapi Tantangan Global

Foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH meminta ASN sebagai ujung tombak pembangunan untuk bekerja dengan maksimal terutama dalam menghadapi tantangan global. Pernyataan ini disampaikannya pada saat Apel Kedisiplinan dan Halal Bihalal ASN dan PPPK lingkup Pemerintah Provinsi Jambi Setelah Libur Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Senin (30/3/2026). 

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten, dan para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi. 

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris selaku Pembina Apel Kedisiplinan memberikan apresiasinya kepada para ASN yang telah bekerja dengan maksimal walau dihadapkan pada tantangan dan masalah yang harus diselesaikan dengan baik.

“Saya melihat semua telah bekerja maksimal untuk tugas-tugas yang diembannya meski di sana sini masih terdapat masalah-masalah tetapi ada juga yang perlu peningkatan kinerja. Dan untuk itu perlu ditingkatkan dan keseriusan kita dalam bekerja,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menyatakan bahwa banyak tantangan dalam bekerja yang merujuk pada RPJMD dan ia meyakinkan bahwa angka-angka mulai dari pertumbuhan ekonomi cukup meyakinkan. 

“Alhamdulillah Pembangunan di Provinsi Jambi berjalan baik dan cukup meyakinkan, cukup baik mulai pertumbuhan ekonom yang di mana rata-rata turun kita masih bisa bertahan di angka 4,93, angka-angka lainnya juga mengalami kenaikan. 

Kini rasio angka kemiskinan, pengangguran dan sebagainya cukup baik. Ini pertanda bahwa Provinsi Jambi alhamdulillah dalam kondisi yang cukup baik. 

Meskipun tidak mudah mengelola pemerintahan, dalam kondisi dunia hari ini dunia sedang tidak baik-baik saja mulai geo politik, geo ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu tidak mudah kita mengolah pemerintahan dengan baik tentunya ini kembali kepada kita semua bapak ibu para ASN sekalian, bapak ibu lah yang kami harapkan bekerja sebagai tulang punggung daripada pelayanan birokrasi yang ada,” ungkapnya.

Untuk itu, di Pemerintah Provinsi Jambi ini Gubernur Al Haris meminta untuk terus meningkatkan kinerja, laksanakan semua program kerja dan seluruh rangkaian kegiatannya dengan sebaik-baiknya, dengan senantiasa mempedomani aturan dan ketentuan yang berlaku. 

“Segera realisasikan program kerja, jangan menunda-nunda, supaya tidak terjadi penumpukan pekerjaan pada akhir tahun, yang berdampak terhadap kualitas pekerjaan,” ujarnya.

“Dengan mempercepat pelaksanaan pekerjaan berdampak terhadap pergerakan ekonomi riil di masyarakat, karena belanja pemerintah (government expenditure) berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Maka, persiapkan segala sesuatu dengan baik dan cermat,” lanjutnya.

“Kami akui tantangan provinsi kita juga semakin besar tetapi kita masih ada di tengah di urutan provinsi di Sumatera. Selama pertumbuhan ekonomi kita masih di tengah, kita harus berpikir bagaimana mengelola dengan sumber daya yang ada dengan dana yang minim ini, kita masih bisa bekerja tidak hanya bertahan tapi bisa mengambil langkah-langkah strategis, tidak usah cemas dengan opini yang berkembang di luar kita. Pemerintah juga menerima dengan tangan terbuka semua kritik serta saran yang diberikan untuk kemajuan pembangunan Provinsi Jambi,” pungkasnya. 

Usai upacara, kegiatan diakhiri dengan bersalam-salaman dan bermaaf-maafan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Sekda Provinsi Jambi, para Staf Ahli, para Asisten dan para Kepala OPD dengan para ASN dan PPPK di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi). (ARD)

Minggu, 29 Maret 2026

Bakeuda Tebo: Posisi Aman Pinjaman Dana PT SMI Yang Disetujui Kemenkeu Rp100 M

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Usulan pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo terkait pinjaman dana dari pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) untuk membiayai infrastruktur jalan dan sarana prasarana rumah sakit umum daerah sultan thaha saifuddin (RSUD STS), secara regulasi tidak sampai senilai Rp140 milyar lagi," ujar kepala badan keuangan daerah (Bakeuda) Tebo, Hendry Nora, di hubungi via telpon, Minggu 29 Maret 2026.

" Kemungkinan di seratus milyar rupiah, pas," lanjutnya. 

Dijelaskan Hendry Nora bahwa untuk pinjaman dana PT SMI memerlukan persetujuan pelampuan batas maksimal defisit yang di setujui oleh kementerian keuangan (Kemenkeu). 

Berdasarkan hasil analisis Kemenkeu, debt service coverage ration (DSCR), Pemkab Tebo dengan pinjaman Rp140 milyar sudah mendekati batas sesuai ketentuan, sehingga tidak di setujui," katanya.

Hendry Nora melanjutkan, posisi aman pinjaman yang di setujui sebesar kurang lebih Rp100 milyar dan telah di setujui oleh Kemenkeu. 

" Untuk dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kab Tebo lebih kurang sekitar Rp40 milyar dan sisa selebihnya di RSUD STS," pungkasnya Hendry Nora singkat. 

Reporter
ARDI

Blokir Jalan Sudah Dibuka, Camat Sumay Bilang Masyarakat Semambu Cuma Minta Penyelesaian Dari PT TAL

Camat dan Polsek Sumay bersama Kades Semambu negosiasi dengan masyarakat di lokasi jalan yang di blokir/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pelaksana tugas (Plt) Camat Sumay, Zamsuar, membenarkan, terkait adanya aksi blokade jalan yang dilakukan oleh karyawan perkebunan kelapa sawit pt tebo alam lestari (PT TAL) dan warga desa Semambu Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

" Mendapat kabar ada penutupan jalan oleh warga, kemarin saya ke Polsek, dan melakukan komunikasi melalui telpon dengan kepala desa (Kades) Semambu, kami langsung turun kesana,"ujar Zamsuar di hubungi duasatu.net via sambungan telpon, Sabtu 28 Maret 2026.

Setelah bertemu tokoh-tokoh masyarakat desa Semambu kami sambil bertanya apa sebenarnya yang menjadi kendala sampai jalan di tutup oleh warga," lanjutnya.

Kemudian setelah kita dapat informasi, salah satu penyebab jalan di tutup warga karena ketidakpedulian PT TAL terhadap masyarakat,"ungkap Zamsuar. 

Akibat imbas dari pemecatan terhadap karyawan yang kebanyakan berasal dari desa Semambu, sehingga terjadilah aksi penutupan akses jalan yang biasa di lalui oleh PT TAL.

"Karena itu merupakan jalan umum lanjut Zamsuar, kami meminta masyarakat supaya akses dapat di buka. Namun dengan syarat minta dicarikan solusi agar warga desa Semambu yang di pecat oleh PT TAL di pekerjakan kembali. 

" Apa yang di sampaikan warga dalam keputusan hasil rapat musyawarah bersama tokoh masyarakat Semambu bakal di sampaikan pada hari Senin 30 Maret 2026, kami bersama Kades akan berupaya untuk menghadap Bupati,"kata Zamsuar. 

Nanti, Bupati mungkin akan mengambil kebijakannya, apakah akan memanggil pihak perusahaan, karena saya selaku Plt Camat dan Kapolsek Sumay tidak bisa karena bukan kewenangan kami. 

" Apakah nanti Bupati akan melibatkan dinas perkebunan atau Disnaker, yang jelas Senin nanti kami dengan Kades Semambu akan melapor ke Bupati dengan bersurat. 

Sambil prosesnya berjalan, kami minta kepada warga supaya akses jalan di buka yang intinya masyarakat cuma minta penyelesaian dengan PT TAL. 

Selain itu Zamsuar menjelaskan, blokir jalan yang dilakukan masyarakat cuma sekedar di pasangi tali dan beberapa buah kayu tapi di jaga, kalau kendaraan warga boleh lewat kecuali PT TAL," ujar Camat Sumay. 

Reporter
ARDI

Sabtu, 28 Maret 2026

Seorang Pria Warga Wanasalam, Lebak-Banten Nekat Akhiri H*dup G*nt*ng Dir* Dikamar Mandi

Pemeriksaan korban di Puskesmas Muara Binuangeun/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Warga Kampung Budi Mulya Desa Wanasalam  Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, gempar karena di temukan seorang pria bernama Ahmad Sopandi (45) tergantung di dalam kamar mandi di rumahnya,Jum'at 27 Maret 2026 sekira pukul 08.00 Wib.

Korban pertama kali di temukan oleh Lilis (40) Istri korban saat akan membuatkan kopi pada waktu jam 8 Wib. Sebelum kejadian dia meminta izin sama anaknya yang kecil karna kebiasaan anaknya suka ikut sama korban karna dekat dengan korban (Ayahnya). 

* Setelah menunggu sampai setengah jam pada saat akan membuatkan kopi, melihat dapur berantakan pas lihat di kamar mandi saya terkejut melihat suami saya sudah dalam kondisi tergantung, saya langsung keluar mencari bantuan sama adik saudara.

Kapolsek Wanasalam AKP Subara membenarkan, atas peristiwa tersebut, namun dugaan sementara berdasarkan dari pemeriksaan awal korban di duga nekat melakukan bunuh diri di perjelas juga dari pihak medis Puskesmas Muara Binuangeun,"jelasnya singkat. 

Reporter
A ABDULROHIM

Belum Ada Penyelesaian Dari PT TAL, Karyawan Blokade Jalan

Camat dan Kapolsek Sumay buka blokade jalan/foto: dok KSPSI

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Warga desa Semambu Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit milik pt tebo alam lestari bersama karyawan lainnya melakukan aksi blokade jalan. 

" Kemarin ada pemblokadean jalan yang di lakukan oleh karyawan PT TAL pada Rabu 25 Maret 2026 lalu, namun hari ini Jum'at 27 Maret 2026, pukul 17.00 WIB sore tadi, blokade telah di buka oleh Camat dan Kapolsek Sumay bersama kepala desa (Kades) Semambu," ujar Deki Mustika anggota KSPSI Kab Tebo. 

" Iya, Camat dan Kapolsek Sumay bersama kepala desa (Kades) Semambu meminta agar membuka blokade jalan yang biasa di lalui oleh PT TAL tersebut," katanya lagi. 

Deki menyebutkan, bahwa blokade jalan tersebut di buka namun dengan catatan mereka akan menindaklanjutinya untuk di lakukan proses mediasi di kantor Bupati Tebo pada Senin 30 Maret 2026," ucapnya di konfirmasi melalui sambungan telpon, Jum'at 27 Maret 2026 malam. 

Lebih lanjut dikatakan Deki, bahwa blokir jalan di lakukan karena permasalahan yang terjadi antara karyawan dan PT TAL belum selesai. 

Oleh karena itu penyelesaian persolaan ini di fasilitasi oleh Camat, Kapolsek, Kades dan Tokoh masyarakat desa Semambu di Kantor Bupati,"ujar Deki singkat. 

Hingga berita ini di tulis Camat Sumay, Samsuar, belum berhasil di hubungi via sambung telpon maupun pesan whatsapp. 

Reporter
ARDI

Jumat, 27 Maret 2026

Pasien Keluhkan Fasilitas di RSUD Malingping, Pemprov Banten Diminta Turun Tangan

Penanganan pasien di IGD RSUD Malingping/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Pelayanan dan fasilitas di rumah sakit umum daerah (RSUD) Malingping kembali menjadi sorotan. Sejumlah pasien mengeluhkan buruknya kondisi sarana penunjang, khususnya tempat tidur (bed) di ruang perawatan yang dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.

Rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten ini di nilai belum memberikan pelayanan optimal, baik dari sisi fasilitas maupun kenyamanan pasien.

Salah seorang keluarga pasien mengaku kecewa terhadap kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerusakan tempat tidur sangat mengganggu proses perawatan pasien, terutama bagi mereka yang membutuhkan posisi tertentu.

“ Kasur bed-nya tidak berfungsi, tidak bisa dinaikkan atau diturunkan untuk posisi kepala. Kasihan pasien yang sesak napas, seharusnya tidak seperti ini,” ujarnya, Jum'at 27 Maret 2026.

Keluhan ini menjadi perhatian serius, mengingat fasilitas dasar seperti tempat tidur merupakan kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk keadaan pasien, khususnya yang membutuhkan penanganan intensif.

Lebih lanjut, keluarga pasien menilai pihak rumah sakit seharusnya lebih peka terhadap kondisi fasilitas yang rusak. Ia berharap manajemen segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk perbaikan atau penggantian fasilitas.

“ Harusnya kalau bangsal atau tempat tidur rusak, segera dilaporkan dan diajukan penggantian. Jangan sampai pasien jadi korban karena fasilitas yang tidak layak.

Menanggapi hal ini, masyarakat mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fasilitas di RSUD Malingping. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan standar pelayanan kesehatan tetap terpenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih belum berhasil mengkonfirmasi pihak manajemen RSUD Malingping terkait keluhan yang disampaikan oleh pasien dan keluarganya.

Reporter
A ABDULROHIM

Kamis, 26 Maret 2026

Ketua Gemakato: Ditengah Efisiensi Bupati Tebo Harusnya Genjot PAD Bukan Nambah Hutang..!

Gambar: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Usulan pengajuan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tebo, Provinsi jambi terhadap pinjaman dana ke PT Sarana multimedia infrastruktur (SMI) mendapat kritik tajam dari gerakan mahasiswa kabupaten tebo (Gemakato). 

Semula di setujui senilai Rp140 milyar untuk membiayai penanganan infrastruktur jalan pada dinas pekerjaan umum dan untuk membiayai sarana prasarana rumah sakit umum daerah sultan thaha saifudin (RSUD STS) ternyata setelah dievaluasi berkurang dari Rp100 miliar.

Ketua umum Gemakato, Rengki Delfika menyayangkan memaksakan pinjaman dana ke PT SMI. Menurutnya Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengajukan hutang namun tidak mencapai output dari peminjaman dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang, berpotensi merugikan keuangan daerah. 

Pemda Tebo punya kewajiban untuk mengelola utang secara transparan dan akuntabel, serta memastikan pinjaman di gunakan untuk membiayai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ Saya sangat menyayangkan hal sedemikian tetap dipaksakan, karena tidak mencapai output dari pinjaman tersebut. Seharusnya ditengah efesiensi Bupati harus memikirkan bagaimana cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa melalui proses hutang agar tidak menjadi beban bagi keuangan daerah,"kata Rengki, Kamis 26 Maret 2026.

Rengki menegaskan, Kab Tebo sampai hari ini masih menanggung beban hutang pinjaman lama di periode Sukandar-Sahlan, jika bertambahnya hutang lagi di periode Agus-Nazar ini akan menambah beban APBD selanjutnya.

“ Bayangkan saja hari ini APBD kita masih menanggung hutang lama sekitar Rp28 miliar setiap tahun, jika di periode Agus-Nazar mengajukan pinjaman lagi artinya di tengah efisiensi ini beban APBD Tebo akan bertambah. Sementara pinjaman di pastikan tidak akan mempengaruhi PAD yang akan membantu bayar hutang bila tetap di paksakan, maka keuangan Kab Tebo di 2027 akan keos,"ujar Rengki.

Gemakato melalui media ini mengecam keras kebijakan Bupati Tebo agar segera membatalkan pinjaman ke PT SMI," tegasnya.

“ Kami mengecam keras, kebijakan ini karena dinilai merugikan keuangan daerah dan masyarakat Kab Tebo. Ini hanya akan jadi keuntungan beberapa oknum, jalan akan tetap rusak namun kami harus membayar hutang setiap tahunnya, jika ini tetap di paksakan maka kami akan gelar RDP, tidak menutup kemungkinan bakal melakukan aksi demo," pungkas Rengki. 

Reporter
ARDI

Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan


Gubernur Jambi Al Harus/foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Ramadan dan Idulfitri bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ujian nyata bagi kapasitas tata kelola sebuah daerah. Lonjakan kebutuhan pangan, mobilitas manusia yang masif, hingga potensi gangguan distribusi adalah kombinasi yang kerap memicu instabilitas—baik ekonomi maupun sosial. Namun, apa yang terjadi di Provinsi Jambi pada Ramadan–Lebaran 2026 justru menghadirkan narasi yang berbeda: stabilitas yang terjaga, mobilitas yang terkendali, dan koordinasi pemerintahan yang bekerja efektif.

Di tengah kecenderungan tahunan di banyak daerah—di mana harga pangan melonjak tajam dan kemacetan menjadi pemandangan biasa—Jambi menunjukkan performa yang patut dicatat secara serius. Harga sembako relatif stabil. Beras, minyak goreng, gula, hingga protein hewani berada dalam rentang harga yang terkendali. Memang terdapat fluktuasi pada komoditas hortikultura seperti cabai, tetapi itu masih dalam batas kewajaran pasar dan tidak berkembang menjadi gejolak yang meresahkan.

Stabilitas ini bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Ia merupakan produk dari manajemen distribusi yang berjalan, pengawasan pasar yang konsisten, serta kesiapan stok yang terjaga. Tidak terlihat adanya kepanikan publik, tidak pula terjadi fenomena panic buying yang biasanya menjadi pemicu utama lonjakan harga. Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap sistem cukup terpelihara.

Lebih jauh, aspek yang sering kali luput dari perhatian adalah keterkaitan erat antara kelancaran lalu lintas dan stabilitas harga pangan. Dalam konteks ini, Jambi memberikan pelajaran penting. Jalur Lintas Timur Sumatera—urat nadi distribusi logistik sekaligus jalur utama arus mudik—mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Namun demikian, tidak terjadi kemacetan ekstrem yang berujung pada stagnasi distribusi.

Bandingkan dengan beberapa wilayah lain di Sumatera bagian selatan, di mana kemacetan panjang sempat terjadi akibat bottleneck infrastruktur dan tingginya intensitas kendaraan berat yang bercampur dengan arus mudik. Di Jambi, kepadatan memang terjadi, tetapi tetap dalam kategori “mengalir”. Ini adalah perbedaan yang sangat menentukan.

Kelancaran relatif tersebut berdampak langsung pada distribusi barang. Truk logistik tetap bergerak, pasokan tetap masuk ke pasar, dan rantai distribusi tidak terputus. Dalam perspektif ekonomi sederhana, ini berarti tekanan terhadap harga dapat diminimalisir. Dengan kata lain, jalan yang lancar adalah fondasi dari harga yang stabil.

Di sinilah kita melihat pentingnya peran koordinasi lintas sektor. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi menunjukkan kapasitasnya dalam membaca potensi risiko dan meresponsnya secara kolektif. Rekayasa lalu lintas, pembatasan kendaraan angkutan berat pada waktu tertentu, pengamanan jalur strategis, hingga pengawasan distribusi pangan dilakukan secara simultan dan terintegrasi.

Tidak dapat dipungkiri, orkestrasi yang relatif solid ini juga mencerminkan arah kepemimpinan daerah yang bekerja. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi, *Al Haris*, terlihat adanya penekanan pada koordinasi lintas sektor dan respons cepat terhadap isu-isu strategis. Kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga operasional—hadir dalam memastikan bahwa kebijakan benar-benar berjalan di lapangan.

Peran tersebut menjadi penting, terutama dalam momentum sensitif seperti Ramadan dan Lebaran, di mana keterlambatan respons sedikit saja dapat berujung pada efek berantai: kemacetan distribusi, kelangkaan barang, hingga lonjakan harga. Dalam konteks ini, keberhasilan menjaga stabilitas di Jambi menunjukkan adanya kendali dan arah kebijakan yang jelas.

Dalam konteks kepemimpinan daerah, capaian ini merefleksikan fungsi koordinatif yang berjalan efektif. Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu diimplementasikan secara konsisten di lapangan. Stabilitas yang terjadi di Jambi selama periode krusial ini menunjukkan adanya kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Tentu, bukan berarti tanpa catatan. Tantangan ke depan tetap ada: peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pengendalian kendaraan over dimension over load (ODOL), serta penguatan sistem logistik daerah agar semakin adaptif terhadap lonjakan musiman. Namun, capaian tahun ini memberikan fondasi yang kuat untuk perbaikan berkelanjutan.

Apresiasi perlu diberikan—bukan sebagai bentuk euforia berlebihan, tetapi sebagai pengakuan objektif atas kerja kolektif yang nyata. Kepada seluruh jajaran Forkopimda, aparat di lapangan, hingga para pelaku distribusi, keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi. Secara khusus, apresiasi juga layak disematkan kepada Gubernur Jambi, Al Haris, yang mampu menjaga ritme koordinasi dan memastikan stabilitas tetap terjaga dalam momentum yang penuh tekanan.

Ketika banyak daerah masih berjibaku dengan persoalan klasik setiap Lebaran, Jambi justru mampu menunjukkan bahwa stabilitas itu bisa dikelola.

Lebaran tahun ini di Jambi tidak diwarnai oleh kepanikan harga maupun kelumpuhan jalan. Masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang, melakukan perjalanan dengan relatif nyaman, dan memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan berlebihan. Ini adalah capaian yang sederhana dalam tampilan, tetapi kompleks dalam proses.

Akhirnya, kita patut menyadari bahwa keberhasilan ini bukanlah titik akhir, melainkan standar baru. Standar bahwa Ramadan dan Lebaran seharusnya tidak lagi identik dengan gejolak. Standar bahwa dengan koordinasi yang tepat, kepemimpinan yang responsif, dan sistem yang berjalan, stabilitas bukanlah hal yang mustahil.

Jambi telah memberi contoh. Tinggal bagaimana konsistensi ini dijaga, diperkuat, dan dijadikan model ke depan. (ARD

Awalnya Rp140 Milyar, Setelah Evaluasi Dana Pinjaman Pemkab Tebo Ke PT SMI Tinggal Segini..!

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pengajuan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terhadap pinjaman dana ke pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) yang semula disetujui senilai Rp140 milyar untuk membiayai penanganan infrastruktur jalan pada dinas pekerjaan umum dan untuk membiayai sarana prasarana rumah sakit umum daerah sultan thaha saifuddin (RSUD STS), ternyata setelah di evaluasi berkurang menjadi kurang dari Rp100 milyar. 

Hal tersebut di sampaikan oleh kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kab Tebo melalui kepala bidang (Kabid) bina marga, Nusa Suryadi, saat di hubungi duasatu.net melalui sambungan telepon, Kamis 26 Maret 2026.

Dijelaskannya, bahwa usulan awal pinjaman ke PT SMI adalah Rp140 milyar, untuk dinas PU Rp80 milyar dan RSUD Rp60 milyar. Setelah di evaluasi oleh pihak PT SMI, terkait tentang kemampuan daerah untuk membayarkan utang maka di setujuilah sekitar Rp100 milyar kurang sedikit,"kata Nusa. 

" Yaitu untuk dinas PU Kab Tebo sebesar Rp46 milyar dan sisanya RSUD," ungkapnya. 

Nusa membeberkan, anggaran Rp46 milyar ini kalau waktu di PU, di anjuran kita kemarin, Rp8 milyar di Benteng Kurung, Rp72 milyar lagi jalan Nasional paal 12 sampai ke jalan 21.

" Pada waktu itu dua ruas cuma panjang jalannya lumayan sekitar Rp12 Km sekarang dengan berkurangnya anggaran tersebut menjadi Rp46 milyar cuma dapat sekitar 7 Km," terang Nusa. 

Lanjut Nusa 7 Km tersebut antara lain 3,7 Km dari Paal 12 sampai dengan SMPN 22 Blok F, satu link lagi sepanjang 3,3 Km dari Blok E hingga simpang Sadermo sebelum Unit 15.
 
Sedangkan untuk penanganan jalan di Benteng Kurung Kec VII Koto Ilir tidak jadi,"imbuh Nusa. 

Selain itu Nusa menyebutkan, untuk progres pinjaman dana tersebut mereka PT SMI akan memproses Readiness Criteria (RS) dan kita sudah sampaikan yang nantinya akan dinilai oleh beberapa Kementerian, seperti Kemendagri, Investasi serta Kemenkeu, dan  Feasibility Study (FS) proposal kita bakal di nilai, kalau clear baru di tandatangan kontraknya. 

" Sekarang posisinya mereka menilai proposal itu, paling sekitar awal bulan April 2026 ini keputusannya dan mungkin selambat-lambatnya di pertengahan April," pungkas Nusa. 

Reporter
ARDI

Rabu, 25 Maret 2026

Kemenhaj: JCH Tebo Tetap Akan Berangkat Tahun Ini Meski di Timur Tengah Terjadi K*nflik P*rang

Kakan Kemenhaj Kab Tebo, Darmawi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Kantor kementerian haji dan umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi menegaskan jamaah calon haji (JCH) tetap akan di berangkatkan meskipun di negara Timur Tengah sedang mengalami konflik perang. 

Kepala kantor (Kakan) Kemenhaj Kab Tebo, Darmawi menyatakan, bahwa sebanyak 201 orang JCH kita akan bergabung di kelompok terbang (Kloter) 22, 24 dan 20.

Sampai sekarang untuk keberangkatan JCH Kab Tebo ini khususnya Prov Jambi Indonesia, belum ada menyatakan gagal berangkat, InshaaAllah akan berangkat tahun ini,"tegas Darmawi, di temui di kantornya, Rabu 25 Maret 2025.

Berkaitan konflik perang yang terjadi di Timur Tengah saat ini, ungkap Darmawi, berdasarkan penegasan dari wakil menteri haji (Wamenhaj) JCH Indonesia tetap akan berangkat. 

" Walaupun bagaimana ada alternatif lain namun JCH Jambi khususnya Indonesia tahun ini InshaAllah siap berangkat," katanya lagi. 

Darmawi melanjutkan, bahwa untuk penambahan JCH Kab Tebo awalnya adalah berjumlah 198 orang, namun kemarin ada tambahan lima orang cuma yang kami ambil cuma tiga orang, tapi dua orang merupakan pasangan suami istri terpisah Kloter, satu di Kloter 20 dan satu lagi Kloter 19.

" Yang bersangkutan keberatan untuk berangkat karena terpisah Kloter, sementara tiga orang itu dua masuk di Kloter 24, satu lagi masik di Kloter 20," kata Darmawi. 

Lanjut Darmawi, kalau untuk yang masuk di Kloter 20 cuma satu orang berjenis kelamin laki-laki asal Kec Tebo Tengah. Dan untuk keberangkatan JCH Tebo yang berada di Kloter 20 tidak mendapat pengawalan karena cuma satu orang tetap akan di antar oleh keluarga dan di dampingi petugas Kemenhaj. 

Selain itu Darmawi menambahkan, JCH tertua pada musim haji tahun 1447 H/2026 berasal dari Kec Rimbo Bujang atas nama Sumini umur 90 tahun dan yang termuda bernama Suci Gina Aurelia asal Kec Tebo Tengah usia 14 tahun," pungkasnya. 

Reporter
ARDI

 


 





Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional