Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Jumat, 30 Oktober 2026

PMD Tebo, Kades PAW Embacang Gedang Periode 2026-2030 Dalam Waktu Dekat Akan Dilantik

Proses penghitungan suara Pilkades PAW Embacang Gedang beberapa hari lalu/foto: dok Pemcam Muara Tabir

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi melalui Kabid pemerintahan desa dan kelembagaan (Pemdes Kel), Prayitno mengatakan, pemilihan kepala desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) Embacang Gedang, Kecamatan Muara Tabir yang dilaksanakan Rabu 28 Oktober 2026 berjalan lancar,"ujarnya.

Dari tiga calon, perolehan suara terbanyak di menangkan oleh Saipul Ishak dengan selisih dua suara dari rivalnya, yaitu Jangcik dan Anwar Apriza," lanjutnya, Kamis 29 Oktober 2026.

Prayitno menyebutkan, apabila nanti proses dari tingkat bawah cepat, pada Senin 2 November 2026 sudah masuk ke dinas PMD Kab Tebo, kita segera proses mungkin pada Jum'at/Minggu depannya sudah bisa dilantik. 

Ungkap Prayitno, pelantikan Kades PAW Embacang Gedang, dilakukan terpisah dari 54 Pilkades Serentak 2026 lalu. 

Untuk masa bakti jabatan Kades PAW Embacang Gedang hingga 2026-2030. Sedangkan pelantikannya menyesuaikan yaitu akan dilantik di Tebo,"tutup Prayitno. 

Reporter
ARDI

Kamis, 29 Oktober 2026

Kejari Tebo Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi HTR Tahun 2010, Koperasi Maju Bersama: Itu Perdata

Salah satu Areal HTR Koperasi Maju Bersama dari tanaman karet beralih jadi tanaman kelapa sawit/foto: dok istimewa

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kejaksaan negeri (Kejari) Tebo melalui seksi tindak pidana khusus melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi dalam pembiayaan pada areal izin usaha pemanfaatan hasil kayu pada hutan tanaman rakyat (HTR) koperasi maju bersama (KMB),"ungkap Kasi Pidsus Novy Saputra, ditemui sejumlah wartawan, Kamis 29 Oktober 2026.

Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan juga laporan. " Untuk saksi sudah cukup lumayan banyak yang kamin periksa cuma masih ada lagi yang akan dilakukan pemeriksaan,"lanjutnya.

Disampaikan Novi, sebelumya juga telah melaksanakan pemeriksaan setempat terhadap objek lahan HTR, yang kami lakukan Jum'at dan Sabtu lalu, kami chek kelapangan dengan mengajak orang-orang yang memang pada waktu itu mengetahui kejadiannya. 

Novy melanjutkan, saat ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi maupun keterkaitan dengan BPK RI," ucapnya singkat. 

Terpisah Ketua KMB, Azri, mengatakan, KMB ini mendapat izin dari perubahan hutan produksi (HP) menjadi HTR, melalui pengurusan KMB mendapat izin seluas 2.263,74 hektar pada tahun 2010.

Lebih jauh ucap Azri, pada waktu itu ada program pembiayaan dicanangkan oleh badan layanan umum (BLU) Pusat pembiayaan pembangunan hutan (P2H) Kemenhut, waktu itu kita coba ajukan pinjaman pembiayaan kepada kementerian. 

Lanjut Azri, pada waktu itu Kementerian melakukan evaluasi cek kebenaran lokasi, setelah itu BLU membuat satu perjanjian akta notaris di Muara Bungo, tentang pinjaman dana bergulir untuk luas lahan sekitar 300 hektar per hektar sekitar Rp48 juta untuk digunakan staking, pembibitan dan pemeliharaan. 

Azri menyebut pada waktu itu ada 4 kali penyaluran dan itu dilakukan evaluasi oleh Kemenhut, P2H dan KLH dan Dishut Kab Tebo. Setelah dievaluasi, dan di laksanakan maka turun lagi pembiayaan. 

" Kemudian pada tahun 2019 terang Azri, seharusnya kita sudah melakukan pembayaran terhadap pinjaman, tapi oleh anak buah ada masalah dilapangan tidak disetorkan ke koperasi sebanyak dua kali, lima juta dan enam juta rupiah yang di setorkan ke Kementerian,"katanya.

Namun selanjutnya timbul penagihan piutang oleh Kementrian maka kita belum sempat melakukan pembayaran. " Waktu itu bilang Azri, Kemenhut melimpahkan ke kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) Prov Jambi, kita membuat kesepakatan untuk membayar utang pokok sekitar Rp1,4 milyar, kalau tidak di bayar akan disita. 

Ketika kita akan menyelesaikan itu ada panggilan dari Kejari Tebo, karena adanya laporan dari masyarakat bahwa adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan HTR. Diakui Azri, dia sudah dua kali dipanggil dan saya jelaskan mekanismenya, tapi saya tidak melihat dari mana mensreanya bisa lari ke korupsi, sementara ini murni utang piutang, Perdata. 

Saat ini ramahnya sedang berjalan yang di lakukan proses pemeriksaan lokasi, 300 hektar yang dibangun ada atau tidak begitu juga izinnya dan ini sedang di lakukan oleh BPK RI,"imbuh Azri. Kemarin beberapa hari lalu, saya mendampingi BPK RI untuk cek lokasi, ternyata semua lokasi dan pohon karetnya pun ada, cuma kesalahan dari koperasi belum setor terkait piutang berdasarkan akta notaris No 90/2010.

Beber Azri, pinjaman yang sampai ke kita itu sekitar Rp1,4 milyar, tambah bunga total yang harus kami kembalikan sekitar Rp2,5 milyar. "Kalau saya melihat persoalan ini perdata murni karena berdasarkan akta notaris, perjanjian, tidak ada mensrea korupsinya. 

Ucap Azri, kalau memang saya korupsi bersyukur juga, artinya bisa korupsi Rp2,5 milyar tapi inikan tidak ada, justru saya sampaikan ke pihak Kejari Tebo, silahkan lakukan pemeriksaan bagaimana akhirnya nanti dan mereka sudah cek lokasi, dari 300 hektar yang dibiayai cuma 150 hektar dan itu masih ada. 

" Kalau perdata, ini yang sedang kita upayakan sekarang bagaimana untuk mengembalikan piutang kepada negara secepat mungkin,"pungkas Azri. 

Reporter
ARDI

Kadis LH-Hub Kab Tebo: Sengketa Lahan Pipa Migas PT Montd'Or Oil Tanggung Jawab Pemdes

Kadis LH-Hub Kab Tebo, Eryanto/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi menegaskan bahwa konflik penanaman pipa migas PT Montd'Or Oil Tungkal Ltd di desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, pihak pemerintah desa (Pemdes) dinilai bertanggung jawab terhadap munculnya sengketa lahan sewa disana terkait dokumen alas hak. 

Dari sisi perjinan lingkungan hidup menurut kepala dinas (Kadis) LH-Hub Kab Tebo, Eryanto, aktivitas perusahaan tersebut tidak ada persoalan, sedangkan munculnya sengketa lahan sudah masuk ranah pidana. 

Dikatakan Eryanto bahwa perusahaan telah memetakan lokasi jalur pipa sesuai dengan izin yang dimiliki dari pemerintah pusat,"lanjutnya, Kamis 29 Oktober 2026.

Sementara untuk lingkungan hidup tidak ada persoalan,mereka sudah memetakan lokasi jalur pipanya yang tertuang di dalam izin UKL-UPL mereka,"jelas Eryanto.

Sedangkan UKL-UPL dimaksud adalah dokumen persetujuan lingkungan yang menjadi dasar kegiatan penanaman pipa tersebut.

Eryanto menegaskan, kewajiban penyelesaian sengketa bukan sepenuhnya kewajiban perusahaan, melainkan Pemdes yang mengetahui alas hak warga.

" Dengan adanya pihak yang merasa di rugikan, berarti masuk tanah pidana. Jadi kewajiban perusahaan menyelesaikan persoalan hukum dulu. Meski sebenarnya bukan kewajiban perusahaan, kewajiban Pemdes, karena kemarin perusahaan telah membayar itu,"ungkap Eryanto. 

Kemudian untuk langkah dinas dengan adanya sengketa lahan yang diklaim Nur Alamsyah dan Marzuki, di jelaskan Eryanto, persoalan sewa menyewa lahan jika berujung konflik kepemilikan sudah bukan kewenangan lingkungan.

" Apabila sewa tersebut ada konflik artinya sudah urusan pidana, kalau dari sisi lingkungan hidupnya tidak ada masalah.

Selain itu ucap Eryanto, informasi bahwa pemilik awal lahan memegang alas hak tahun lama perlu dicek kebenarannya. Sebelumnya, sengketa lahan seluas 9,1 hektar di Desa Kunangan melibatkan klaim antara Nur Alamsyah (surat 1998) dengan Marzuki (klaim 1993). Sengketa itu kini dilaporkan ke Polres Tebo dengan nomor STBPP/102 / X /2026. Surat Pernyataan pergeseran 9,1 hektare yang menjadi dasar ganti rugi diakui dibuat tahun 2023/2024 tanpa diketahui Kepala Desa Kunangan Jusman, dan dibantah oleh Nopi serta Syah Efendi yang namanya dicatut.

Sementara Kepala Desa Kunangan Jusman telah menegaskan lahan yang di gali adalah milik Alamsyah dan Sirait, bukan milik Marzuki, dan menyebut surat Marzuki tahun 1993 pernah dilaporkan diduga palsu ke Polsek Tebo Ilir.

Reporter
ARDI

Rabu, 28 Oktober 2026

Inspektorat: Laporan Hasil Audit DD Sungai Rambai di Serahkan Ke Polres Tebo Minggu Depan

Kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi, SH, MH/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Inspektorat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menyatakan bahwa hasil audit terhadap dana desa (DD) tahun 2025, Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu, rampung pada akhir bulan Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi, di temui dikantornya pada Rabu 28 Oktober 2026, bahwa kami sedang berupaya untuk menyelesaikan proses audit DD Sungai Rambai. 

" Kita saat ini sedang menyusun laporan final terhadap DD Sungai Rambai, dan di upayakan prosesnya selesai dalam bulan Oktober 2026 ini, "lanjut Nafri Junaidi. 

Nafri menyebutkan, apabila tidak ada halangan lain, dalam minggu depan laporan tersebut sudah diserahkan ke Polres Tebo. 

" Iya insyaallah dalam bulan Oktober 2026 ini selesai langsung diserahkan ke Polres Tebo,"kata Nafri singkat. 

Reporter
ARDI

Pilkades PAW Embacang Gedang, Muara Tabir Kab Tebo, Periode 2026/2030, Suara Terbanyak di Raih Oleh Saipul Ishak

Pelaksanaan Pilkades PAW Embacang Gedang/foto: dok DPMD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah Desa (Pemdes) Embacang Gedang, Kecamatan Muara Tabir, hari ini Rabu 28 Oktober 2026, menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) dan penetapan Kades terpilih periode 2026-2030.

Sebagaimana diketahui bahwa Albuzar, mantan Kades Embacang Gedang, telah diberhentikan dari jabatannya setelah di vonis 1,4 tahun penjara oleh pengadilan negeri (PN) Tebo, terkait kasus penambangan emas tanpa izin (Peti) pada Februari 2026 yang lalu. 

Mantan Kades Albuzar sebelumnya telah diberhentikan dan menjalani proses hukum. 

Sementara itu untuk mengisi kekosongan jabatan Kades, diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dari unsur pihak Kecamatan Muara Tabir, setelah dilakukannya penonaktifan pada akhir 2025 lalu. 

Camat Muara Tabir, Jufri, HR dihubungi via ponsel, Rabu 28 Oktober 2026, membenarkan, bahwa hari ini sedang berlangsung Pilkades PAW desa Macang Gedang,"ujarnya singkat. 

Hingga berita ini ditulis Pilkades PAW desa Embacang Gedang tersebut diikuti oleh tiga calon antara lain nomor urut 1 Saipulah Ishak, Jangcik nomor urut 2 dan Anwar Aprizal nomor urut 3. Perolehan suara terbanyak dari tiga calon tersebut diraih oleh Saipul Ishak. 

Namun demikian belum hingga berlangsungnya Pilkades PAW tersebut belum ada keterangan resmi dari pihak dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo. 

Reporter
ARDI

Selasa, 27 Oktober 2026

Oknum Sekdes di Tebo Jambi Diduga Palak Sopir Hendak Antar TBS Sawit Ke PMKS PT TPIL, Polisi Dalami Modus Pelaku

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Prasetiawan/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Satreskrim Polres Tebo tindaklanjuti laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum sekretaris desa (Sekdes) berinisial "E" terhadap sopir saat hendak mengantar tandan buah segar (TBS) ke pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) pt tebo plasma inti lestari (PT TPIL). 

Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim, AKP Very Prasetyawan, membenarkan, tentang adanya laporan dari PT TPIL dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum sekretaris desa (Sekdes) Pelayang terhadap sopir angkutan TBS sawit. 

" Kemarin kami sudah melakukan pemeriksaaan terhadap saksi-saksi dari pihak perusahaan kemudian saksi dari pihak pelapor dan selanjutnya kami akan 
melakukan pemanggilan undangan klarifikasi terhadap dua orang sopir yang pada saat itu mengangkut TBS sawit ke PT TPIL,"ungkap Very, Senin 26 Oktober 2026.

" Kemudian lanjut Very, pada hari ini jadwal klarifikasi terhadap terlapor di duga melakukan pemerasan dan yang bersangkutan hadir untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. 

Selanjutnya penyidik akan mengundang lagi beberapa orang saksi  yang akan di mintai keterangannya,"sambung Very. 

Very menegaskan, modusnya sendiri dugaannya yaitu melakukan pemerasan terhadap mobil sawit yang masuk ke perusak tersebut dengan meminta uang sejumlah satu mobil sebesar Rp1 juta, jadi total keseluruhannya dua mobil yaitu Rp2 juta. 

" Saat ini uang tersebut masih di pegang oleh terduga pelaku dan untuk modusnya masih kita dalami dalam rangka penyelidikan. Sementara berdasarkan dari keterangan terduga pelaku, dia melakukannya baru pertama kali,"tutup Very. 

Reporter
ARDI

Sengketa Batas TRP-Sungai Bengkal Diserahkan ke Pemkab Tebo, Warga Bilang Kami Sudah Nyaman Disini

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Polemik usulan penetapan batas wilayah seluas 1.739 hektare oleh Pemerintah Desa Teluk Rendah Pasar (TRP), Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, mendapat perhatian masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, khususnya warga RT 17 Simpang Semangko, Kelurahan Sungai Bengkal, Tebo Ilir.

Persoalan tersebut dibahas dalam mediasi yang difasilitasi unsur Topografi Kodam II/Sriwijaya (Topdam), Senin (26/10/2026), sekitar pukul 19.00 WIB, di aula Kantor Dinas PMD Tebo.

Mediasi yang melibatkan Pemerintah Desa TRP, Pemerintah Kelurahan Sungai Bengkal, tokoh masyarakat, dan tokoh adat itu menghasilkan kesepakatan kedua pihak untuk menyerahkan penyelesaian batas wilayah kepada Pemerintah Kabupaten Tebo.

Usai mediasi, Ketua RT 17 Simpang Semangko, Suparman, meminta Pemkab Tebo tidak hanya mempertimbangkan garis batas administratif, tetapi juga kepentingan masyarakat, terutama kemudahan akses pelayanan pemerintahan.

"Warga Simpang Semangko selama ini sudah nyaman berada di Kelurahan Sungai Bengkal. Kantor lurah lebih dekat dan pelayanan mudah dijangkau. Jangan sampai perubahan batas justru membuat masyarakat harus menempuh perjalanan lebih jauh, mengeluarkan biaya tambahan, dan kesulitan mengurus administrasi," ujar Suparman.

Menurutnya, wilayah seluas 1.739 hektare yang diusulkan Pemdes TRP tidak hanya mencakup lahan yang berkaitan dengan koperasi, kelompok tani, dan perusahaan, tetapi juga banyak kebun milik pribadi masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, bahkan sebagian besar telah bersertifikat Hak Milik (SHM).

Suparman juga menyebut, berdasarkan pengetahuannya, tidak terdapat kebun maupun lahan pribadi milik warga Desa Teluk Rendah Pasar di wilayah yang diusulkan tersebut.

"Lagian, tidak ada kebun atau lahan milik saudara-saudara kami warga Teluk Rendah Pasar di wilayah yang mereka usulkan. Jadi, saya kira tidak ada dampak buruk bagi saudara-saudara kami di TRP apabila wilayah tersebut tetap berada dalam administrasi Kelurahan Sungai Bengkal," tegasnya.

Ia menegaskan, masyarakat Simpang Semangko, umumnya kelurahan sungai bengkal tetap menjaga hubungan baik dengan warga TRP. Persoalan tersebut bukan menyangkut hubungan antar masyarakat, melainkan kepastian wilayah dan kemudahan pelayanan publik.

Selain mempertimbangkan kepentingan warga, Suparman meminta Pemkab Tebo mengkaji sejumlah dokumen hukum dan riwayat administrasi wilayah.

Di antaranya, SK Gubernur Jambi Nomor 501 Tahun 1988, yang menurut dokumen rujukan masyarakat tidak mencantumkan Kelurahan Sungai Bengkal sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Desa TRP.

Kemudian, izin prinsip dan izin lokasi perkebunan Koperasi Leban Rindang Sakti yang bermitra dengan PT Citra Mulia Manunggal (CMM), surat penyerahan lahan warga Desa Teluk Leban, Kabupaten Batanghari, kepada PT CMM yang diketahui Lurah Sungai Bengkal, serta sejumlah SHM kebun masyarakat yang terbit sebelum 2022 dan mencantumkan Kelurahan Sungai Bengkal sebagai lokasi administratif.

Dokumen tersebut, menurutnya, perlu diteliti bersama peta bidang tanah, koordinat, dan riwayat penguasaan lahan.

Suparman juga menyoroti Perbup Tebo Nomor 169 Tahun 2022, yang menetapkan batas Desa Kunangan dengan Kelurahan Sungai Bengkal pada sisi dan koordinat wilayah terkait. Ia meminta agar usulan batas baru tidak bertentangan dengan ketetapan sebelumnya tanpa melalui prosedur perubahan yang sah.

Selain itu, terdapat kesepakatan batas tanggal 6 Mei 2026 antara Pemerintah Kelurahan Sungai Bengkal bersama tokoh masyarakat, agama, dan pemuda dengan Pemerintah Desa Teluk Leban, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari. Kesepakatan tersebut juga diminta menjadi bahan kajian dan diselaraskan dengan peta serta koordinat resmi.

"Semua dokumen itu harus diperiksa secara objektif. Jangan sampai pemerintah mengambil keputusan baru yang bertentangan dengan ketetapan sebelumnya atau justru menimbulkan sengketa baru," katanya.

Terkait kewenangan pemerintah, Suparman mengingatkan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016, khususnya Pasal 19 ayat (1), mengenai penyelesaian perselisihan batas desa melalui mekanisme yang difasilitasi pemerintah daerah dan penyelesaian oleh Bupati melalui Peraturan Bupati apabila tidak tercapai kesepakatan, sesuai ruang lingkup ketentuan tersebut.

Karena itu, ia meminta Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Tebo berhati-hati, transparan, serta melibatkan pemerintah desa, kelurahan, pemilik lahan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat sebelum mengambil keputusan.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan batas administratif tidak menghapus hak kepemilikan tanah, tetapi dapat berdampak terhadap jarak tempuh, biaya, dan kemudahan pelayanan masyarakat.

"Kami menghormati hasil mediasi dan menyerahkan keputusan kepada Pemkab Tebo. Tetapi jangan hanya melihat garis koordinat di atas peta. Pertimbangkan juga hak masyarakat, riwayat administrasi, serta kenyamanan warga yang selama ini sudah menjadi bagian dari Kelurahan Sungai Bengkal," ujarnya.

"Kami sudah nyaman di Sungai Bengkal. Harapan kami, pemerintah mengambil keputusan yang adil, memberikan kepastian hukum, dan mempermudah pelayanan masyarakat, bukan justru mempersulitnya," pungkas Suparman. 

Sementara itu, Sekda Tebo, Dr. Sindi, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Tebo, belum memberikan tanggapan terkait polemik batas wilayah TRP dan Kelurahan Sungai Bengkal saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp.

Hingga berita ditulis belum ada respons yang diterima. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi demi menjaga keberimbangan pemberitaan. 

Redaksi

Penjelasan Plt Kepala SMKN 1 Tebo Terkait Siswanya Yang Diduga Terlibat Geng Motor Beberapa Waktu Lalu

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Diketahui pada sebelumnya tim gabungan Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah berhasil mengamankan siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 10.30 Wib pada Jum'at 23 Oktober 2026.

Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tebo, Joni Aprizal, menjelaskan, sebenarnya pihak kepolisian yang belakangan, setelah kami mendapat video viral di salah satu lebih link media sosial tiktok pihak sekolah langsung memanggil siswa dan orang tuanya. 

Lanjut Joni Aprizal, kemudian diberi pembinaan, pemahaman dan sebagainya kepada siswa tersebut meskipun dilakukan pada malam hari atau diluar jam sekolah tetapi dia tetap berstatus sebagai siswa SMKN 1 Tebo. 

" Setelah diberikan pembinaan ungkap Joni Aprizal, kami meminta kepada siswa tersebut untuk menjemput kerumahnya senjata tajam (Sajam) yang digunakan sesuai dalam video viral itu untuk dapat di kumpulkan disekolah. 

" Kemudian siswa dan orang tuanya di berikan surat peringatan berupa perjanjian, apabila perbuatan tersebut dilakukan kembali maka pihak sekolah akan merekomendasikan siswa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sekolah,"tegas Joni Aprizal, kepada sejumlah wartawan, Selasa 27 Oktober 2026.

Joni Aprizal melanjutkan, setelah selesai di lakukan pembinaan terhadap siswa kemudian pihak kepolisian datang ke SMKN 1 Tebo, melakukan pembinaan. 

Ditegaskan Joni Aprizal, pada awalnya bukan pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan di sekolah tapi pihak SMKN 1 Tebo lebih dulu, setelah semua Sajam terkumpul mungkin ada salah seorang guru memberitau ke Polsek Tebo Tengah kemudian pihak kepolisian datang mengambil tindakan lebih lanjut berupa pembinaan. 

Ungkap Joni Aprizal, siswa yang di berikan pembinaan berjumlah 9 orang diantaranya kelas 1 dan 2 sementara kelas 3 tidak ada. Menurut pengakuan siswa setelah dilakukan pembinaan, yang mengajak mereka adalah bekas siswa SMKN 1 Tebo, namunw sudah di berhentikan,"pungkasnya.

Reporter
ARDI

Senin, 26 Oktober 2026

Disprindag Melalui UPTD Metrologi Legal Kab Tebo, Hari Ini Sidang Tera UTTP di Pasar Tanjung Bungur Muara Tebo

Petugas UPTD Metrologi legal Disprindag Kab Tebo melakukan pengujian alat UTTP di pasar Tanjung Bungur, Muara Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dinas dinas perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi melalui unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Metrologi Legal melakukan sidang tera alat ukur takar timbangan dan perlengkapannya (UTTP) di Pasar Tanjung Bungur, Kelurahan Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah, Senin 26 Oktober 2026.

Kepala UPTD Metrologi Legal, Hery Laksono menjelaskan, bahwa hari ini kta melaksanakan sidang tera ulang di Pasar Tanjung Bungur, Kec Tebo Tengah, Kab Tebo. 

Lanjutnya, disini kita akan melaksanakan pelayanan terhadap pedagang-pedagang dan pelaku usaha yang ada di Pasar Tanjung Bungur serta masyarakat yang ada di sekitarnya. Jadi diharapkan untuk pedagang-pedagang dan pelaku usaha di sekitar Pasar dapat kelokasi untuk dapat dilaksanakan tera, tera ulang alat-alatnya. 

Sejauh ini ungkap Hery, kita akan melaksanakan untuk di Pasar Tanjung Bungur ini hanya satu hari sampai sore hari nanti, namun diharapkan waktu yang singkat ini bisa maksimal. 

Terhadap tera, tera ulang hari ini ujar Hery, baru sekitar 20 timbangan, yang baru diantar dari pedagang selain itu ada juga ada tenaga dan staf kami sedang keliling Pasar, untuk melakukan pengecekan di lokasi. 

Untuk pelaksanaan tera, tera ulang ini kita fokuskan yang berada di tempat, karena kalau untuk pedagang kalangan kebetulan dia ada momen atau hari-hari tertentu di pasaran. Tapi kalau untuk saat ini adalah pedagang yang rutin  berjualan di Pasar Tanjung Bungur,"kata Hery. 

Ungkapnya, Hery mengimbau, untuk pedagang yang alat-alatnya yang di tera, tera ulang nanti kita kasih himbauan dan peringatan dan surat edaran supaya mereka untuk selalu rutin melaksanakan peneraan terhadap alat-alatnya. 

Diketahui sebelumnya, sidang tera akan dilakukan oleh UPTD Disprindag Kab Tebo, Prov Jambi pada 26 Oktober 2026 di Pasar Tanjung Bungur, Kecamatan Tebo Tengah, tanggal 27 Oktober 2026 di Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang dan tanggal 28 Oktober 2026 di Pasar Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir. 

Reporter
ARDI

Dampak Karhutla, ISPA di Kab Tebo Terus Meningkat Hingga Kini Tercatat 25.066 Kasus

Kabid P2P Dinkes Kab Tebo, Ari Setiawan, SKM, MKM/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mencatat per Oktober 2026 ini jumlah kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berjumlah 25.066 kasus. 

Kepala dinas (Kadis) kesehatan Kabupaten Tebo melalui kepala bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Ari Setiawan, mengatakan bahwa untuk penyakit yang keterkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yaitu ISPA, sampai dengan per hari ini Senin 26 Oktober 2026, terdapat 25.066 kasus. 

" Jumlah tersebut terbagi di seluruh wilayah Puskesmas di Kab Tebo," lanjutnya.

Ari menyebutkan, bahwa sejauh ini untuk laporan dari jumlah 25.066 kasus ISPA ini belum ada yang di rawat di Puskesmas maupun rumah sakit. 

Tingginya jumlah penderita ISPA ini ungkap Ari, di karenakan kondisi udara di Kab Tebo, sejak beberapa bulan yang memburuk karena hampir tiap hari terjadi. 

Oleh karena itu Dinkes Kab Tebo tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik di luar rumah bagi kelompok rentan terutama penggunaan masker guna menghindari paparan debu partikel terutama PM2,5 dan PM10 yang tinggi tingkat polutannya. 

Sementara sampai saat ini ujar Ari, untuk koordinasi dengan lintas sektor kami melalui Dinkes Provinsi Jambi untuk suport obat-obatan terutama terkait dengan kondisi Karhutla, juga suport untuk kekurangan masker. 

Lanjut Ari, begitu juga kordinasi dengan tim lain atau organisasi perangkat daerah (OPD) terutama BPBD, kami melakukan kordinasi terutama untuk pemeriksaan petugasnya, setelah melaksanakan tugasnya melakukan pemadaman dititik-titik lokasi terjadinya kebakaran,"ucapnya.

Reporter
ARDI

Minggu, 25 Oktober 2026

Tim Gabungan Polres dan Polsek Tebo Tengah Mengamankan Sejumlah Siswa Salah Satu SMK Diduga Terlibat Genk Motor

Sejumlah siswa diduga terlibat genk motor yang berhasil diamankan/foto: dok Polsek Tebo Tengah

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Tim gabungan Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah berhasil mengamankan sejumlah siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 10.30 Wib pada Jum'at 23 Oktober 2026.

Kapolsek Tebo Tengah, Iptu Rhomadian menyebutkan, bahwa barang bukti yang berhasil di amankan adalah berupa 4 buah senjata tajam (Sajam) jenis Clurit dan 1 buah sisir gergaji. 

Rhomadian melanjutkan, bahwa menurut pengakuan dari siswa yang diamankan pada bulan September lalu berdasarkan video geng motor yang viral di Kab Tebo, kelompok Geng Barat Enjoy menerima ajakan atau tantangan dari kelompok geng motor asal Kab Bungo untuk melakukan aksi tawuran di area Pal 12, namun tawuran tersebut batal terjadi.

Ditegaskan Rhomadian, setelah berhasil mengamankan sejumlah siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 11.30 Wib keesokan harinya, Sabtu 24 Oktober 2026, para siswa membuat surat pernyataan untuk tidak terlibat kembali ke dalam kelompok gengster di Kab Tebo didampingi oleh orang tua masing-masing. 

Reporter
ARDI

Pelantikan 54 Kades Terpilih Bakal di Fokuskan di Stadion Sport Center Sri Maharaja Batu Muara Tebo

Kabid Pemdes dan Kelembagaan, Prayitno/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Pelantikan 54 kepala desa (Kades) hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak se Kabupaten Tebo pada 10 Juni 2026 lalu rencananya akan dilaksanakan di Stadion Sport Center Sri Maharaja Batu, Muara Tebo. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) melalui Kabid pemberdayaan desa dan kelembagaan (Pemdes Kel), Prayitno, mengatakan, untuk 54 Kades terpilih kemarin pada Pilkades Serentak, nanti pelantikannya akan di laksanakan pada Rabu 15 Desember 2026 mendatang. 

" Mengenai tempat lokus pelaksanaan pelantikan kita mempertimbangkan luas parkir dan pengunjung,"ucap Prayitno, di temui dikantornya, Jum'at 23 Oktober 2026.

Prayitno menyebutkan, bahwa rencana lokasi pelantikan 54 Kades tersebut kita mengambil tempat di Stadion Sport Center Sri Maharaja Batu, Muara Tebo. 

Dalam pelantikan 54 Kades terpilih nanti siapa saja yang hadir dan diundang, sejauh ini belum tau, namun kita akan melihat jadwal kesiapan bupati. 

" Kalau biasanya yang telah sudah itu nanti yang akan melantik adalah bupati," ungkap Prayitno. 

Acara pelantikan dilakukan secara seremonial, nanti perwakilan salah satu Kades dilantik secara simbolis oleh bupati,"lanjutnya.

Jadwal pelantikan kita ambil dan tentukan 15 Desember 2026, Prayitno menjelaskan, karena di bulan tersebut masih ada salah satu Kades yang masa jabatannya berakhir pada tanggal 12 Desember yaitu Kades Kuamang, Kec VII Koto. 

" Kita berharap pada pelantikan Kades mendatang dapat berjalan dengan lancar mungkin bisa menggandeng dengan pihak aparat keamanan atau dinas perhubungan untuk membantu dalam rangka memperlancar parkir, mobilisasi keluar masuk kendaraan Stadion Sport Center tersebut,"pungkas Prayitno. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional