Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Selasa, 25 Agustus 2026

Karhutla Tiap Hari Makin Menggila, Damkarmat Kab Tebo Berhasil Tangani Sejumlah Kebakaran Lahan di Beberapa Kecamatan

Kebakaran lahan di jalan Imam Bonjol unit 2 Kec Rimbo Bujang pada Selasa 25 Agustus 2026 dini hari/foto: dok Damkarmat Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo, makin menggila, setiap hari selalu ada saja lahan yang terbakar, seperti di laporkan oleh dinas pemadam kebakaran dan penyelamat (Damkarmat) Tebo, pada Minggu 23 Agustus 2026 di Pelayang Kec Tebo Tengah dan Mengupeh, Kec Tengah Ilir, di susul, Senin 24 Agustus 2026 di BBI Paal 10 Kec Tebo Tengah lalu di Jalan Serdang Unit 10 Kec Rimbo Ulu, dan hari ini Selasa 25 Agustus 2026 di jalan Imam Bonjol Unit 2 Kec Rimbo Bujang. 

Kadis Damkarmat Kab Tebo melalui Kepala bidang (Kabid) Damkarmat, Habibie mengatakan, Minggu 23 Agustus kemarin sekitar jam 1.18 Wib, mendapat laporan kebakaran lahan di pinggir jalan di desa Pelayanan Paal 16 Kec Tebo. Kemudian kami mendapat laporan lagi pada pukul 02.25 Wib terjadi kebakaran lahan seluas 1 hektar di desa Mengupeh Kec Tengah Ilir, dapat kita tangani.

Kemudian Habibie melanjutkan, sekira pukul 11.27 Wib terjadi kebakaran lahan dengan luas 1/4 hektar di jalan Serdang unit 10, Kec Rimbo Ulu pada Senin 24 Agustus 2026, api berhasil dipadamkan, dan dihari yang sama sekira pukul 20.00 Wib mendapat laporan, di balai benih ikan (BBI) Paal 10, Kec Tebo Tengah, juga terjadi kebakaran lahan, kebetulan pos BPBD berada di Paal12,"ungkapnya, di temui di kantornya, Senin 24 Agustus 2026.

Sementara itu Kabid Damkarmat Habibie melalui sambungan telpon mengabarkan, pada Selasa 25 Agustus 2026 sekira pukul 03.59 Wib dini hari kembali terjadi kebakaran lahan dengan luas lebih kurang 1 hektar, di jalan Imam Bonjol unit 2 Kec Rimbo Bujang, dan api berhasil di jinakkan,"ucapnya. 

Dari sejumlah kebakaran lahan tersebut penyebab dugaan kebakaran lahan belum di ketahui dan masih dalam penyelidikan,"tutupnya.

Reporter
ARDI

Senin, 24 Agustus 2026

Warga Lubuk Mandarsah Ulu Apresiasi Cek Endra, Minta Listrik Sampai Menyala

Tiang listrik yang telah dipasang/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Warga Desa Lubuk Mandarsah Ulu, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, mengapresiasi perjuangan Anggota Komisi XII DPR RI, Drs. H. Cek Endra, dalam merealisasikan pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah desa tersebut.

Adalah Yudi, warga setempat, menyampaikan terima kasih atas perhatian Cek Endra terhadap kebutuhan listrik masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Cek Endra. Usulan tiang listrik di desa kami mulai terealisasi. Kami berharap jaringan yang sudah terpasang segera dialiri listrik dan usulan yang belum terealisasi terus dikawal,” ujar Yudi kepada media ini, Senin 24 Agustus 2026.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Lubuk Mandarsah Ulu, Arif Hidayat, S.Pd., mengatakan pemerintah desa telah mengajukan proposal pembangunan jaringan listrik pada 14 April 2025.

Proposal tersebut meliputi Dusun Sumber Arum RT 011 sebanyak 15 tiang, Dusun Pademanan RT 033 sebanyak 13 tiang, Dusun Tanjung Beringin RT 009 sebanyak 30 tiang, Dusun Sumber Arum RT 017 sebanyak 11 tiang, serta penambahan arus listrik untuk Dusun Brandan RT 027.

“Proposal kami sampaikan kepada Pak Cek Endra melalui Anggota DPRD Tebo dari Fraksi Golkar, Liga Marisa. Alhamdulillah, sebagian sudah mulai terealisasi,” jelas Arif.

Untuk RT 011 Sumber Arum, sebanyak 24 tiang telah terpasang pada akhir tahun 2025, namun belum dialiri listrik. Sedangkan RT 017 telah terpasang 26 tiang, tetapi jaringan kabel dan aliran listriknya belum terealisasi.

Sementara RT 009 Dusun Tanjung Beringin, dengan usulan 30 tiang, hingga kini masih dalam proses dan belum terealisasi.

Arif berharap seluruh usulan tersebut terus dikawal hingga masyarakat dapat menikmati aliran listrik.

“Kami berterima kasih atas perhatian Pak Cek Endra dan berharap pengawalan terus dilakukan sampai seluruh usulan terealisasi,” pungkasnya. 

Redaksi

Debu Batching Plant Dikeluhkan Warga, Satpol PP Lebak dan Banten Diminta Turun Tangan

Foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Kondisi akses jalan nasional Bayah-Malingping di sekitar Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan tebalnya debu dan material produksi yang diduga berasal dari aktivitas batching plant PT Rizki Bangun Beton (PT RBB) di kawasan tersebut.

Salah satu warga bernama Upi, warga Kampung Panyaungan, mengaku mengalami sesak napas dan sakit hingga sekitar satu minggu. Menurut keterangan warga, hingga kini belum terlihat adanya perhatian maupun kompensasi dari pihak pengelola batching plant terhadap warga yang terdampak, sementara keluhan serupa diungkap oleh warga lainnya. 

“Kami sempat mendapat kompensasi beras 3 Kg. Itu pun sudah lama, sebelum lebaran. Setelah lebaran sampai sekarang belum ada bantuan atau kompensasi lagi,” ungkapnya.

Warga berharap pihak pengelola tidak hanya memberikan kompensasi, tetapi juga melakukan langkah nyata untuk mengendalikan debu.

“Kami ingin ada penyiraman setiap hari. Kalau bisa beberapa kali sehari supaya debunya tidak beterbangan,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten. Satpol PP Kabupaten Lebak dan Satpol PP Provinsi Banten diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan serta mengevaluasi keberadaan dan aktivitas batching plant tersebut.

Terlebih, lokasi usaha disebut berada tidak jauh dari bibir pantai serta berdekatan dengan akses jalan utama masyarakat. Pemerintah perlu memastikan seluruh aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan perizinan, tata ruang, lingkungan, serta ketentuan lain yang berlaku.

Pemerintah juga diharapkan segera menindaklanjuti keluhan warga guna mencegah dampak yang lebih luas, termasuk gangguan kesehatan maupun potensi kecelakaan akibat debu dan material yang bertebaran di badan jalan.

Jika ditemukan adanya pelanggaran, pemerintah perlu mengambil tindakan sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini ditulis, pihak managemen PT RBB sepertinya belum berkenan untuk memberi penjelasan terkait keluhan warga. 

Sementara disaat sulitnya memperoleh klarifikasi, muncul informasi di tengah masyarakat menyebut bahwa batching plant tersebut di duga memiliki keterkaitan kepemilikan dengan salah satu anggota DPRD Kab Lebak dari Fraksi PPP.

Namun informasi mengenai dugaan kepemilikan belum dapat diverifikasi. Karena itu, diperlukan klarifikasi langsung dari pihak perusahaan maupun anggota DPRD yang disebut dalam informasi tersebut agar persoalan ini dapat diketahui secara lebih jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Jika benar ada keterkaitan kepemilikan dengan pejabat atau anggota legislatif, maka aspek kepatuhan terhadap perizinan, lingkungan, serta potensi konflik kepentingan juga penting untuk diperiksa secara terbuka oleh instansi berwenang.

Pemkab Lebak dan Pemprov Banten di harapkan segera menyampaikan langkah penanganan atas keluhan warga.

Warga berharap akses jalan tetap aman, kualitas udara terjaga, dan lingkungan sekitar batching plant tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.

Reporter
A ABDULROHIM

Kadis LH-Hub Kab Tebo: Alat ISPU Mulai Besok Sudah Bisa di Fungsikan

Kadis LH-Hub Kab Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Alat indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang ada di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi masih mengalami trouble pada PM 10 dan PM 2,5 serta O3,"kata kepala dina (Kadis) lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Tebo, Eryanto, Senin 24 Agustus 2026 ditemui di kantornya. 

" Tapi yang berpengaruh terhadap pengecekan ISPU yaitu PM 10 dan PM 25 yang hari ini alatnya akan di pasang karena sudah dikirim Kementerian LH," lanjut Eryanto. 

" Saya sudah sampaikan ke bidang pemantauan untuk dapat di selesaikan pengecekannya sampai besok, agar jadi rekomendasi Pemda Tebo untuk melakukan tindakan persuasif maupun tindakan lain yang di perlukan,"ucapnya.

Eryanto mencotohkan tindakan persuasif kalau kategori tidak sehat, mungkin anak-anak sekolah melalui dinas pendidikan (Disdik) bikin edaran, sementara Pemda untuk diliburkan sementara sampai ISPU normal dan layak untuk bersekolah lagi. 

Begitu juga dengan lainnya, bagi PNS dan Swasta yang membutuhkan akan kami sampaikan,"ungkap Eryanto. 

Dikatakan Eryanto, setelah ISPU tersebut bagus, kita akan link kan dengan perangkat milik Diskominfo yang ada di simpang tugu melalui videotron untuk menginformasikan ke masyarakat dan mudah-mudahan hari ini terpasang besok bisa keluar hasinya. 

Setelah itu sambung Eryanto, kita sudah bisa berkolaborasi dengan Diskominfo melalui sarana/prasarana penyampaian media yang dimilikinya. 

Reporter
ARDI

Minggu, 23 Agustus 2026

Dirjen KSDAE Kunjungi PIKG Muara Sekalo, Dalam Waktu Dekat Menhut Juga Akan Kelokasi Yang Sama, Begini Penjelasan Sekda Tebo

Dirjen KSDAE, Kemenhut RI bersama Sekda Tebo, Sindi/foto: dok diskominfo Pemkab Tebo
 
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Direktur jenderal (Dirjen) konservasi sumber daya alam dan ekosistem (KSDAE) pada kementerian kehutanan (Kemenhut) di sambut Sekda Tebo, Sindi bersama jajaran perangkat daerah terkait saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke pusat informasi konservasi gajah (PIKG) yang berlokasi di wilayah Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.

Sekda Tebo Sindi mengatakan, bahwa kedatangan Dirjen KSDAE ke PIKG Muara Sekalo merupakan langkah awal dan hasil kunjungan itu akan di laporkan ke Kemenhut. " Karena dalam waktu dekat Menhut akan berkunjung ke PIKG Muara Sekalo,"sambung Sindi, dikonfirmasi via telpon, Minggu 23 Agustus 2026.

Ungkap Sindi, yang selama ini lanskap bukit tiga puluh hanya soal gajah, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan program protect tiga puluh. Bagaimana pengelolaan lanskap berkelanjutan, cara merawat alam dan lingkungan secara bersama-sama untuk melindungi ke anekaragaman hayati, menjaga fungsi ekosistem, meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat lokal tanpa merusak sumber daya masa depan,"ujar Sindi. 

Program ini punya prinsip pengelolaan Lanskap bukit tiga puluh, pertama keterpaduan tata ruang, menyatukan fungsi kawasan lindung, area produksi, dan wilayah tempat tinggal secara seimbang. 

" Selama ini gajah hidup di hutan produksi (HP), tapi secara berkala tiga-seminggu sekali keluar, di area yang bukan fungsi kawasannya bahkan melewati bukan lahan HP, tapi ujar Sindi, yang sudah ditempati oleh penduduk dan ini tidak bisa dicegah karena memang ada sungai dan lainnya. 

Kedepan nanti kata Sindi, masyarakat akan diberdayakan biayanya bekerja sama pemerintah pusat dan perusahaan pemegang konsesi disitu. Selain itu akan ada hamparan rumput untuk pakan gajah dan masyarakat di berdayakan untuk mendapat penghasila. 

" Prinsip utama kedua, kolaborasi multi pihak melibatkan pemerintah,warga lokal, LSM, dan swasta dalam pengambilan keputusan nantinya. Prinsip utama ketiga ialah keseimbangan ekologi dan ekonomi memastikan kegiatan perkebunan ramah lingkungan tidak merusak habitat satwa. 

Spot-spot yang dilewati gajah sudah milik warga, kalau bisa jalan itu jangan di ganggu. " Karena gajah jalannya hanya satu tidak berpindah-pindah dia cuma lewat saja paling hanya beberapa meter, supaya kehidupan dan lingkungan terjaga sebab sifat gajah seperti itu,"imbuh Sindi. 

Kemudian manfaat keanekaragaman hayati, pertama menjaga habitat asli, mencegah fragmentasi hutan agar satwa liar punya jalur jelajah yang aman, kedua mengurangi resiko kemudahan, info dari Dirjen KSDAE ada satwa terbesar mamalia yang hidup disitu, gajah, harimau, orang utan, tapir, beruang jika di bandingkan dengan taman nasional lain.

"Makanya di bukit tiga puluh banyak NGO, ada penangkaran orang utan dan itu yang harus dijaga atau protect. Yang terakhir jelas Sindi, menstabilkan iklim mikro, memelihara kesehatan tanah dan daur air yang menopang kehidupan flora fauna, harus dipelihara baik oleh pemerintah dan masyarakat sekitar termasuk perusahaan. 

Sedangkan manfaat bagi warga ialah ketahanan pangan dan air, selain iti juga meningkatkan pendapatan, dan peluang usaha, seperti ekowisata, hasil hutan, pertanian dan ekologis. Sindi juga bilang ada kegiatan mitigasi bencana, seperti di ketahui bersama jalan biasa dilalui gajah, kanan kirinya saat kemarau ini terjadi kebakaran lahan, program protect ini yang harus segera dijalankan. 

Reporter
ARDI

Dampak Karhutla di Kab Tebo, Dinkes Imbau Terutama Penderita ISPA Gunakan Masker Saat Aktifitas di Luar

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Kab Tebo, Ari Setiawan/foto' dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kabut asap hasil dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dalam sepekan belakangan ini baunya mulai tercium apabila terhirup cukup menyesakkan terutama bagi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). 

Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kab Tebo melalui Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Ari Setiawan, mengungkapkan, bahwa jumlah penyakit ISPA di Kab Tebo dari tahun 2025/2026 terdapat peningkatan sebanyak 3418 kasus pada periode yang sama, Januari dan minggu kedua bulan Agustus. 

Kondisi ini apabila dibanding pada tahun sebelumnya pada 2025 terdapat 14.454 kasus, sedangkan di periode yang sama pada tahun 2026 ini sebanyak 17.872 kasus,"beber Ari Setiawan, di konfirmasi Jum'at 21 Agustus 2026.

Ari melanjutkan, Puskesmas dengan sebaran ISPA tertinggi di Kab Tebo, antara lain Pulau Temiang Kec Tebo Ulu, Tuo Pasir Mayang, Kec VII Koto Ilir dan Rimbo Bujang IX,"ungkapnya.

" Untuk ketersediaan obat sendiri dan penanganan ISPA, sampai dengan kondisi sekarang ini di akui Ari, cukup aman dan tersedia. 

Saran kami bagi masyarakat adalah untuk kesiapan maupun pencegahan ISPA, terkait dengan Karhutla dan lain sebagainya, tegas Ari, kurangi aktivitas fisik di luar ruangan terutama kelompok berisiko seperti Balita, ibu hamil (Bumil) lanjut usia (Lansia) ataupun masyarakat dengan faktor penyakit Paru. 

" Gunakan masker jika beraktivitas dengan kondisi asap meningkat atau untuk menghindari Polutan debu agar dapat menutup ventilasi ruangan apabila asap di luar pekat agar polusi tidak masuk kedalam rumah,"imbuh Ari. 

" Kepada warga sementara ini di minta untuk tidak membersihkan pekarangan atau membakar sampah supaya dihindari dulu agar tidak menambah debit Polutan di udara sekitar,"pinta Ari. 

Dikatakan Ari, perlu pengenalan gejala awal seperti batuk, pilek, iritasi, penyakit tenggorokan, perih dimata berair dan sebagainya. "Apabila ada kondisi yang lebih memburuk seperti sesak nafas dan sebagainya cepatlah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat," ucap Ari Setiawan. 

Reporter
ARDI

Sekda Tebo Bakal Ambil Langkah Soal SP3 Kades Pematang Sapat

Sekretaris daerah Kab Tebo, Sindi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Terkait dengan sanksi teguran tertulis berupa surat peringatan ketiga (SP3) yang akan di berikan kepada kepala desa (Kades) Pematang Sapat, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, sebagai langkah tegas pemerintah daerah (Pemda), dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti oleh sekretaris daerah (Sekda) Tebo. 

Menindaklanjuti hal ini, Sekda Kab Tebo Sindi, menegaskan, bahwa tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintah desa akan melaksanakan pertemuan pada pekan depan untuk membahas persoalan SP3 Kades Pematang Sapat. 

" Saya akan berkomunikasi dulu dengan dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) supaya permasalahan yang terjadi di desa Pematang Sapat jelas. 

" Kemudian langkah-langkah yang sudah di ambil juga seperti apa,"lanjut Sekda saat di hubungi duasatu.net melalui sambungan telpon, Jum'at 21 Agustus 2026.

Sindi mengatakan, tentunya langkah -langkah yang akan di ambil memerlukan solusi dan solusinya nanti seperti apa di desa tersebut," pungkasnya singkat. 

Reporter
ARDI

Sabtu, 22 Agustus 2026

Satgas Karhutla Kab Tebo dan PT ABT Gelar Patroli Gabungan di Wilayah Rawan Kebakaran

Tim Satgas Karhutla Kab Tebo, Provinsi Jambi bersama PT ABT/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Tim Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi bersama PT Alam Bukit Tiga Puluh (PT ABT) terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui patroli gabungan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Kegiatan tersebut dipusatkan di area PT ABT, Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.

Dalam patroli gabungan tersebut, PT ABT melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya BPBD Kabupaten Tebo, Manggala Agni, Polsek Sumay, Babinsa 05 Muara Tebo, serta KPHP X Tebo Barat.

Selain melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan dan kawasan yang rawan terbakar, tim juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang sebelumnya sempat terjadi kebakaran.

Sekretaris BPBD Kabupaten Tebo, Ahmad Rony, mengatakan patroli tidak hanya dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya titik api, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Satgas Karhutla dan PT.ABT meninjau Karhutla di area PT ABT, Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.

“Beberapa titik sudah dapat dipadamkan. Sementara pada titik lain masih terus dilakukan pendinginan agar api tidak menyebar dan berkembang ke lokasi lainnya,” ujar Rony saat dikonfirmasi awak media.

Ia menjelaskan, apabila dalam kegiatan patroli ditemukan titik api, tim Satgas akan langsung melakukan tindakan cepat dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan juga dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Selain itu, apabila ditemukan lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang berpotensi menyebabkan karhutla, aparat penegak hukum (APH) akan segera melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi (police line) untuk menjaga area tersebut sekaligus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah cepat tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem dan kawasan yang memiliki vegetasi kering sangat mudah terbakar. Tim juga terus mengingatkan masyarakat maupun pihak terkait agar segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap ataupun titik api di sekitar wilayahnya.

Rony kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Selain bisa berasal dari alam, timbulnya api juga bisa berasal dari ulah manusia. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Apalagi konsekuensi dari pembakaran lahan saat ini sudah sangat jelas sanksinya,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat untuk mencegah munculnya titik api sejak dini.

Dengan patroli gabungan yang dilakukan secara berkala, Satgas Karhutla Kabupaten Tebo berharap potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Reporter
ARDI

Lakalantas di Tengah Ilir, TeboJambi, Truk Sembako Dalam Kondisi Terbakar, Pemotor Men*ngg*l di Tempat


Truk membawa sembako yang terbakar usai Lakalantas/foto: dok Damkarmat Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kecelakaan lalu-lintas (Lakalantas) antara mobil truk bernomor polisi (Nopol) BH 8963 HK membawa sembako, dengan sepeda motor jenis Honda CBR warna hitam tanpa Nopol terjadi di jalan lintas Bungo Jambi, tepatnya di desa Mengupeh Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, satu orang meninggal dunia. 

Kapolsek Tengah Ilir, AKP Dedi Tanto Manurung, dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 22 Agustus 2026, membenarkan, bahwa tadi pada Sabtu 22 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 Wib telah terjadi peristiwa Lakalantas di jalan lintas Bungo Jambi. 

Lakalantas melibatkan mobil truk dengan Nopol BH 8963 HK muatan sembako di kendarai oleh Jumansyah (41) warga Ill Teng Duo RT 15 Kebon IX Kec Sungai Gelam, Kab Muaro Jambi ini dari arah Jambi akan menuju Tebo. 

Lanjut Dedi, sedangkan korban, sepeda motor di kendarai oleh Gunawan als Gun (27) warga desa Rantau Api, Kec Tengah Ilir, Kab Tebo, dalam kondisi meninggal ini dari arah Tebo menuju Jambi. 

Menurut keterangan sopir truk, ungkap Dedi, begitu terjadi tabrakan di lihatnya korban meninggal di tempat, dia langsung pergi meninggalkan mobilnya dan melaporkan kejadian Lakalantas tersebut ke Polsek Tengah Ilir. 

" Begitu petugas kesana ke lokasi kejadian, sambung Dedi, sudah ada api di mobil, dan kita langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran (Damkar)," terangnya. 

Sementara itu penyebab terbakarnya truk membawa sembako yang terlibat dalam Lakalantas saat ini masih di selidiki," ujar Dedi. 

Reporter
ARDI

Patroli KRYD, Polres Tebo Amankan Enam Pemotor Gunakan Knalpot Brong Tanpa Nopol

Sepeda motor tanpa Nopol gunakan knalpot brong yang berhasil diamankan dalam patroli KRYD Polres Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Polres Tebo melaksanakan patroli kegiatan rutin yang di tingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sasarannya adalah geng motor dan sepeda motor menggunakan knalpot Brong tanpa plat nomor polisi (Nopol) kendaraan, di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Kapolres Tebo melalui Kabag Ops, AKP Jecky Arman Putra, mengatakan, bahwa kita telah melaksanakan patroli KRYD dalam rangka penertiban dan penanganan geng motor. 

" Sasaran utama adalah geng motor dan kendaraan bermotor menggunakan underbone modifikasi ataupun knalpot brong yang pelaksanaannya sudah kami tertibkan sejak tiga hari lalu," kata Jecky, Kamis 20 Agustus 2026 malam. 

Jecky menuturkan, dalam patroli KRYD, sampai saat ini belum ditemukan adanya geng motor di Kab Tebo. Namun sepeda motor yang menggunakan underbone modifikasi banyak di temukan. 

" Untuk hari sepeda motor yang berhasil sudah kami sita dan amankan ada enam kendaraan,"lanjutnya. 

Selanjutnya kendaraan yang sudah kami amankan terutama menggunakan knalpot brong akan kita buka untuk di ganti sesuai dengan yang aslinya dan knalpot brong tersebut akan kita hancurkan. 

Sementara kendaraan yang di tahan akan di lakukan penindakan berupa sanksi bukti penilangan (Tilang) dan selanjutnya kita panggil orang tuanya setelah itu baru baru nanti kita keluarkan,"ungkap Jecky. 

Reporter
ARDI

Damkarmat Tebo Tangani Kebakaran Lahan Sawit Milik Warga Rimbo Mulyo, Penyebab Belum Diketahui

Petugas Damkarmat Pos Rimbo Bujang tangani kebakaran lahan warga Rimbo Mulyo/foto: dok Damkarmat Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Lahan perkebunan sawit milik warga jalan 21 unit 3 Rimbo Mulyo, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi seluas seperempat hektar, sekira pukul 19.00 Wib, Jum'at 21 Agustus 2026, tadi malam terbakar. 

Kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Kab Tebo, melalui kepala bidang (Kabid) Damkarmat, Habibie, membenarkan tadi malam, sekira pukul 19.00 Wib mendapat laporan telah terjadi kebakaran lahan kebun sawit seluas seperempat hektar milik warga jalan 21 unit 3 Rimbo Mulyo, Kec Rimbo Bujang. 

Meski demikian ujar Habibie, api dapat di jinakkan oleh petugas Damkarmat, Pos Rimbo Bujang, pada pukul 19.55 Wib. 

Habibie mengatakan, bahwa objek yang terbakar adalah lahan kebun milik Suhari dan Sugi, warga unit 3 Rimbo Mulyo, Kec Rimbo Bujang. 

" Untuk penyebab kebakaran lahan milik warga Rimbo Bujang tersebut belum dapat di ketahui,"pungkas Habibie, Jum'at 21 Agustus 2026. 

Reporter
ARDI

Jumat, 21 Agustus 2026

DD 2026 Gagal Salur Lantaran Silpa Lebih Dari 30℅ Belum Dibalikin, Kades Pematang Sapat Terancam SP3

Kadis PMD Kab Tebo, Abdul Malik, S.Pt, ME/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dilansir duasatu.net sebelumnya, bahwa gagal salurnya dana desa (DD) Pematang Sapat, Kecamatan Rimbo Bujang, tahun 2026, selain kepala desa (Kades) telah di kenakan berupa surat teguran tertulis kedua (SP2) oleh tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintahan desa Kabupaten Tebo, ternyata terdapat Silpa atau sisa dana anggaran tahun 2025 lalu belum di kembalikan. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, Abdul Malik di konfirmasi duasatu.net, Jum'at 21 Agustus 2026, menjelaskan, DD Pematang Sapat tahap 1 tahun 2026 ini gagal salur karena sesuai ketentuan peraturan menteri keuangan (PMK) bahwa Silpa tidak boleh lebih dari 30 persen. 

Desa Pematang Sapat saat ini ungkap Malik, Silpa nya di atas 30 persen, sehingga tidak bisa di salurkan salah satu syarat tidak terpenuhi untuk penyaluran DD,"tegasnya.

" DD tahap 1 tidak cair, untuk tahap 2 tentu juga tidak bakalan cair karena persyaratan untuk pencairan tahap 2 itu tahap 1 harus dapat di realisasikan minimal 70 persen,"lanjut Malik. 

" Untuk DD Pematang Sapat tahun 2026 memang tidak bisa di salurkan, tapi sambung Malik, kemarin ada staf kita masih berkoordinasi menindaklanjuti zoom meeting kemarin dengan Kemendes, sedang koordinasi dengan kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN) nanti seperti apa. 

Terkait nanti dilaksanakannya sisa yang 30 persen tahun sebelumnya bisa di salurkan apa tidak, kita masih menunggu itu, "imbuh Malik. 

Ungkap Malik, bahwa tahapan secara keseluruhan DD Pematang Sapat yang di salurkan tahun sebelumnya masih menjadi Silpa 30 persen. 

Sementara terkait dengan SP2 Kades Pematang Sapat, Malik menuturkan sebelumnya sudah disampaikan kepada Kades yang bersangkutan, saat ini tinggal menunggu SP3. 

" Mungkin dalam beberapa hari kedepan kalau tidak di tindaklanjuti oleh Kades, kita akan berikan SP3. Setelah SP3 kita akan rapat tim, karena pemberhentian sementara maupun permanen Kades itu harus di bahas dalam tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintahan desa," tutup Malik. 

Sementara itu Camat Rimbo Bujang, Siti Fatimah melalui pesan singkat menyatakan, bahwa rekomendasi tidak di berikan karena masih ada kewajiban Kades Pematang Sapat mengembalikan Silpa yang belum tertunaikan,"tulisnya singkat. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional