Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Minggu, 27 September 2026

Progres Pengerjaan Jalan Riged Beton Dibiayai Dari Pinjaman Utang Pemkab Tebo Diklaim Dinas PU Sudah 38 Persen

Batchingplane PT SRA/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Progres pekerjaan pengecoran jalan reged beton dibiayai dari pinjaman utang pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo melalui pt sarana multi infrastruktur (SMI) senilai Rp46 milyar, dikerjakan oleh rekanan selaras restu abadi (PT SRA) diklaim sudah mencapai 38 persen," ujar kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Tebo melalui Kabid Bina Marga, Nusa Suryadi, Jum'at 25 September 2026.

Ungkap Nusa, pekerjaan masih berlanjut namun potensi untuk kenaikan progres pekerjaan, kemarin ada kendala suplai pasir, dikarenakan debit air sungai Batanghari terlalu surut, dalam sehari suplai pasir cuma dapat beberapa mobil saja, tapi tidak berpengaruh terhadap pekerjaan. 

Selain pasir sambung Nusa, batu split juga sedikit mengalami kendala dari Muara Bungo, ternyata selama ini mereka juga menyuplai untuk Provinsi tetangga, meski demikian sampai saat ini masih lancar, meski begitu kita harus antisipasi untuk mencari vendor lain. 

Sejauh ini pengecoran jalan riged beton masih dikerjakan sebelah, dengan sistem buka tutup agar tidak terjadi kemacetan keluar masuk kendaraan. Rencananya akan dilakukan join pekerjaan didekat penurunan, sekitar 300 meter ke arah SMP Sari Mulya, Kec Rimbo Ilir. 

Sementara itu cor jalan riged beton yang di simpang tugu Blok E Alai Ilir sampai ke simpang Sadermo, Nusa bilang, proses pekerjaannya tinggal sedikit lagi selesai. 

" Dua titik cor jalan riged beton yang sedang dikerjakan sebelah kanan dari arah Paal 12 hingga ke simpang tugu Blok E, diperkirakan perhari Kamis 24 Sep 2026 kemarin sudah mencapai 5300 meter,"kata Nusa. 

Nusa melanjutkan, mengingat dalam seminggu terakhir ini sudah dua kali terjadi hujan, antisipasi kita tidak mungkin kerja, namun saat hujan reda harus digedor, kalau perlu lembur tinggal melihat progres perhari itu kalau minus harus tambah waktu kerja. 

Dalam pengerjaan ini diakui Nusa, kontraktor sudah mengambil down payment (DP) sebesar 20 persen atau sekitar Rp9 milyar, karena beberapa waktu lalu pihak PT SMI turun ke Tebo, namun sekarang belum ada termyn lagi karena ada beberapa administrasi yang harus kami lengkapi kalau nanti sudah lengkap, akan ditransfer ke badan keuangan daerah (Bakeuda) Tebo. 

Reporter
ARDI

Status Siaga Karhutla di Kab Tebo Segera Berakhir, BPBD: Diperpanjang Atau Tidak Akan Dievaluasi Kembali

Foto: dok BMKG Jambi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Status siaga darurat bencana kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) tahap kedua di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, bakal segera berakhir pada 30 September 2026 ini.

Berkaitan dengan itu kepala pelaksana (Kalaksa) badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Joko Ardiawan, mengatakan, bahwa untuk status siaga darurat Karhutla di Kab Tebo memang telahmemasuki tahap kedua, yaitu mulai dari awal September 2026 hingga akhir bulan ini. 

" Namun nanti kita akan evaluasi kembali apabila ada kemungkinan untuk di perpanjang ke bulan berikutnya," lanjutnya. 

Tapi kami tetap berkoordinasi dengan seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) dan BPBD Prov Jambi,"kata Joko, ditemui dikantornya, Jum'at 25 Sep 2026.

Sementara itu ucap Joko, bahwa kita tetap melakukan pemantauan diposko - posko yang ada di beberapa wilayah di Kab Tebo, itu sudah ada penempatan dari TNI-Polri, BPBD dan regu pemadam kebakaran (RPK) yang ada di setiap perusahaan masing-masing,"katanya.

Reporter
ARDI

Sabtu, 26 September 2026

Laka Maut Forklift-Honda Beat, di Simpang Asem Cikande, Serang Banten, Pasutri M*n*ngg*l di Lokasi

Kondisi Forklift sesaat setelah terjadi kecelakaan/foto: dok Raefudin

SERANG,DUASATU.NET- Kecelakaan melibatkan antara unit TCM forklift dengan nomor polisi (Nopol) B 9918 SE, dengan sepeda motor jenis Honda Beat A 6850 IH, terjadi di jalan raya Serang-Tangerang persimpangan desa Cikande Kecamatan Cikande, menuju Desa Songgom Jaya, Kabupaten Serang Provinsi Banten, Sabtu 26 September 2026 sekira pukul 08.00 Wib pagi. 

Menurut keterangan warga setempat kronologinya berawal sepeda motor yang dikendarai oleh Mukri berboncengan dengan isterinya tersebut melaju dari arah Rangkasbitung Tangerang. Saat akan berbelok ke kanan di Simpang Asem, forklift yang dikemudikan oleh Saham Gultom datang dari arah Serang Tangerang, mungkin jarak yang sudah terlalu dekat tak terkendalikan lagi terjadilah tabrakan depan-samping yang tak terhindarkan.

Dalam peristiwa tersebut Mukri dan istrinya Ima merupakan warga Kp. Pinggirawa, Desa Songom, Cikande dalam kondisi meninggal dunia di lokasi. 
 
Sementara itu penanganan laka maut dilakukan oleh Polsek Cikande, Satlantas Polres Serang untuk mengevakuasi korban berikut kendaraan, dan pengaturan lalu lintas arus kembali normal setelah proses selesai.

Sedangkan kasusnya ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Serang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Reporter
RAEFUDIN

Seorang Pegawai ASN DLH-Hub Kab Tebo Dijatuhi PTDH, Satu Lagi Diberhentikan Sementara

Gbr: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sama-sama tersandung Indisipliner, dua orang pegawai aparatur sipil negara (ASN) pada dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terancam di pecat. 

Kepala badan kepegawaian pelatihan dan sumber daya manusia (BKPSDM) Kab Tebo, melalui Kabid pengadaan pembinaan dan penilaian kinerja aparatur (P3KA), Ariyanto menjelaskan, bahwa terkait permasalahan Eko Waluyo, pegawai ASN DLH-Hub, saat ini kita sedang menunggu hasil pemeriksaan dari penyidik Polres Tebo. 

" Karena surat penetapan dia sebagai tersangka sudah keluar, sehingga kita tindaklanjuti untuk dilakukan proses pemberhentian sementara menjelang inkrahnya keluar,"ujar Aryanto, Jum'at 25 Sep 2026.

Surat pemberhentian sementara Eko Waluyo sudah diserahkan untuk ditanda tangani Bupati. 

Sementara itu untuk Adi Berta, surat pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tinggal menunggu tandatangan Bupati, karena yang bersangkutan sudah melanggar disiplin berat,"tegas Aryanto. 

Aryanto mengungkapkan, terkait dengan Eko Waluyo, masih melihat prosesnya yang sedang ditangani oleh pihak Polres Tebo, sampai dimana keputusan akhirnya kita menunggu itu makanya harus dilakukan pemberhentian sementara. 

Gaji kedua ASN ini, dijelaskan Aryanto, terhadap Adi Berta gajinya sudah distop sedangkan Eko Waluyo, karena dia di berhentikan sementara, dibayarkan 50 persen tapi kita masih menunggu SK nya. 

" Kalau Eko Waluyo kita pilah dulu, karena sebelumnya dia tersandung Indisipliner dan itu baru diproses tahapannya di OPD, ternyata muncul lagi masalah lain, karena itu lebih awal kita hargai keputusan dari Polres sampai akhir nanti seperti apa" kata Aryanto. 

Reporter
ARDI

Jumat, 25 September 2026

Berikan Hak Jawab, Manajer SPBU 14.212.259 Klaim Persoalan Pengisian Jeriken Sudah Sesuai SOP

SPBU 14.212.259, Desa Tanjung Seri/foto: dok Ifnu Sungkowo

BATUBARA,SUMUT,DUASATU.NET-Dilansir duasatu.net pada sebelumnya, bahwa terkait dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke dalam puluhan jeriken dan mobil boks putih di SPBU 14.212.259, Desa Tanjung Seri, Kecamatan Sei Suka, akhirnya pihak manajemen SPBU memberikan hak jawabnya.

Melalui Manajer SPBU bernama TS, pihak manajemen mengklaim bahwa seluruh persoalan yang terjadi pada Selasa 16 Sep 2026 sekitar pukul 02.55 Wib, telah di selesaikan sesuai dengan peraturan dan SOP yang ditetapkan oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Dalam klarifikasi tertulisnya yang di terima redaksi duasatu.net, TS menjelaskan bahwa pengisian solar menggunakan jeriken dan mobil boks tersebut telah dilengkapi dengan surat rekomendasi resmi dari instansi terkait dan barcode subsidi yang sah dan masih berlaku.

" Bahwa benar pada tanggal tersebut terjadi pengisian BBM jenis solar kepada konsumen yang menggunakan jeriken dan kendaraan boks. Dapat kami pastikan pengisian tersebut telah dilengkapi dengan surat rekomendasi resmi," tulis TS dalam hak jawabnya, Kamis 25 Sep 2026.

Terkait durasi pengisian mobil boks putih yang memakan waktu lebih dari satu jam, pihak manajemen berdalih hal tersebut murni karena kendala teknis pada sistem verifikasi QR Code pada mesin EDC dan antrean sistem, bukan karena pengisian melebihi kuota harian.

Sementara terkait temuan di lapangan adanya operator yang tidak mengenakan seragam lengkap dan adanya orang yang bukan operator ikut mengoperasikan nozel, manajemen mengakui hal tersebut sebagai kelalaian internal pada saat pergantian shift malam.

"Atas hal tersebut, kami telah memberikan teguran keras dan pembinaan kepada seluruh operator agar lebih disiplin menjalankan SOP," jelasnya.

Pihak manajemen menegaskan, seluruh persoalan di lapangan telah diselesaikan secara internal dan telah disesuaikan kembali dengan SOP Pertamina. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada reporter duasatu.net atas fungsi kontrol sosialnya dan berkomitmen untuk menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran.

Hingga berita hak jawab ini ditulis, tim reporter duasatu,masih menunggu tindak lanjut resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga, sales branch manager (SBM) terkait hasil audit terhadap SPBU 14.212.259, dan tetap berkomitmen untuk mengawal penyaluran BBM bersubsidi di Kab Batu Bara agar tidak disalahgunakan.

Berita ini diterbitkan sebagai pemenuhan hak jawab sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Duasatu.net tetap membuka ruang untuk klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Reporter
IFNU SUNGKOWO

BPBD Tegaskan Pemegang Konsesi Tetap Waspada, Meski Kab Tebo Mulai Diguyur Hujan

Kab Tebo diguyur hujan pada Minggu 20 Sep 2026/dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Titik hotspot di Kabupaten Tebo, pasca di guyur hujan untuk sementara ini tidak lagi muncul meski demikian badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) menegaskan kepada pemegang konsesi tetap waspada kemungkinan terjadinya hotspot baru yang dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan, beberapa hari ini Tebo, di guyur hujan walaupun dalam kategori sedang namun cukup lama ada juga di wilayah lain yang lebat. 

Kondisi hujan ini berpengaruh terhadap titik hotspot yang ada di Kab Tebo, sampai dengan malam tadi, titik hotspot di Kab Tebo terpantau nihil namun kita tetap waspada kemungkinan adanya potensi titik hotspot di seluruh wilayah Kab Tebo,"kata Joko, Jum'at 25 Sep 2026.

" Kemudian bagi wilayah ada dalam konsesi kita menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk tetap waspada dan memantau apabila ada potensi titik hotspot yang menjadi titik api,"tegasnya.

Reporter
ARDI

Kamis, 24 September 2026

Manajemen SPBU 14.212.259 Tanjung Seri Klarifikasi Soal Aktivitas Pengisian BBM

Foto: dok Ifnu Singkowo

BATUBARA,SUMUT,DUASATU.NET-Diketahui sebelumnya aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.212.259, Desa Tanjung Seri, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, menjadi pusat perhatian. 

Namun setelah temuan tersebut mendapat konfirmasi dari pihak Manajer SPBU bernama TS, menyampaikan, bahwa dirinya telah meminta penjelasan kepada mandor lapangan terkait aktivitas pengisian BBM yang ditemukan di lokasi.

Menurut TS, aktivitas tersebut disebut sebagai kegiatan yang sudah biasa di lakukan, dia juga menyampaikan bahwa dirinya meminta mandor memberikan penjelasan secara langsung kepada awak media.

Mengenai kelengkapan administrasi pengisian BBM, TS menjelaskan, dirinya telah menghubungi petugas yang bersangkutan agar kedepan selalu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Persoalan administrasi merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh petugas di lapangan. Kondisi tidak dapat menunjukan dokumen rekomendasi saat pengisian berlangsung mengindikasikan adanya pelanggaran SOP, dan penyaluran BBM bersubsidi mewajibkan kelengkapan surat rekomendasi dari instansi terkait.

Sementara itu terkait aktivitas pengisian salah satu kendaraan yang berlangsung dalam waktu cukup lama, pada awalnya TS menyampaikan belum mengetahui secara langsung kegiatan tersebut. Setelah diminta melakukan pengecekan terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV), TS menyebut akan memeriksa rekaman tersebut.

Terkait pengisian kendaraan berlangsung lebih dari satu jam, akan segera menertibkan agar tidak berpotensi melanggar aturan dan sesuai dengan SOP penyaluran BBM bersubsidi yang ditetapkan Pertamina Patra Niaga.

Sementara itu, mengenai penggunaan nozel pompa untuk pengisian BBM ke dalam jeriken, TS mengaku telah memberikan teguran kepada petugas. 

Mengenai prioritas pelayanan antara kendaraan dan pengisian menggunakan jeriken, TS menjelaskan kendaraan menjadi prioritas. Ia juga menerangkan bahwa pola pelayanan yang dilakukan di lapangan antara lain pengisian kendaraan kemudian diselingi dengan pengisian jeriken.

Adapun mengenai SOP terkait pihak yang diperbolehkan mengoperasikan nozel untuk pengisian BBM ke jeriken, TS belum memberikan penjelasan secara rinci. Ia hanya menyampaikan terima kasih kepada awak media karena informasi tersebut telah disampaikan kepadanya.

Selain itu informasi mengenai aktivitas pengisian BBM tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang berwenang. Pemberitaan ini tidak di maksudkan untuk menyimpulkan adanya tindak pidana atau pelanggaran hukum oleh pihak tertentu.

Namun untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap tentu akan meminta klarifikasi dari pihak Pertamina Patra Niaga melalui Sales Branch Manager (SBM) terkait mengenai prosedur penyaluran BBM di SPBU.


Reporter
IFNU SUNGKOWO

Begini Penegasan Kesbangpol Pasca Konflik Puntikalo dan Teluk Langkap di Mediasi Oleh Pemda Tebo

Kaban Kesbangpol Kab Tebo, Sugiyarto/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Konflik yang selama ini berulang kali terjadi terkait aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) menggunakan mesin dompeng antara kedua desa yang berdampingan yaitu Puntikalo dan Teluk Langkap Kecamatan Sumay, tak kunjung reda. 

Berkaitan hal itu pemerintah daerah (Pemda) Tebo melalui kepala badan (Kaban) kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol), Sugiyarto, menjelaskan, beberapa waktu lalu tiga desa yang berkonflik tersebut sudah difasilitasi oleh Bupati, Wabup, Dandim Bute, OPD terkait bersama BPD dan tokoh masyarakat (Tomas) juga anggota dewan setempat. 

Lebih jauh dikatakan Sugiyarto, karena para pelaku aktivitas dompeng itu masyarakat, kami Pemda Tebo masih berharap melalui Kades dan BPD untuk pendekatan secara persuasif. 

Kalau tindakan hukum dilakukan kasihan juga, karena diantara mereka ada yang ambil pinjaman, juga ada jual motor untuk usaha itu, makanya kemarin masih diberi kesempatan, silahkan Kades, BPD,  Tomas dan dewan setempat memberi pengertian ke masyarakat,"ungkap Sugiyarto, Kamis 24 Sep 2026 melalui sambungan telpon. 

" Apabila masih marak lagi aktivitas dompeng tersebut mungkin nanti akan di bicarakan kembali bagaimana langkah berikutnya. 

Ditanya soal kesepakatan beberapa waktu lalu antara tiga desa tersebut masih berselisih katanya akan diambil tindakan langsung oleh Pemda, Sugiyarto menegaskan, kita dalam menghadapi masyarakat serba salah juga karena mereka yang melakukan dari kalimat yang keluar katanya bukan buat cari kaya tapi cari makan. 

" Kalau itu sudah statementnya kan repot juga,"imbuh Sugiyarto. 

Apapun yang terjadi ujar Sugiyarto, kita kembalikan kepada Tomas setempat, pasalnya kalau Puntikalo itu Clear, tidak boleh ada aktivitas dompeng, namun fakta di lapangan ada juga yang nekat melakukan penambangan meski harus di akui sebenarnya orang Puntikalo, cuma secara kependudukan dia sudah nikah jadi warga sebelah. 

" Jadi orang nyebut dari orang desa sebelah padahal aslinya orang situ (Puntikalo). Berbagai kebijakan sudah di lakukan tapi mereka bersikukuh dengan alasan perut, kalau pertimbangan mudarat dan manfaatnya lebih banyak mudaratnya, mungkin tindakan hukum lagi yang bisa kita buat disitu,"tegas Sugiyarto. 

Reporter
ARDI

Rabu, 23 September 2026

Penegasan Batas Desa di Kab Tebo Dilakukan Oleh Top Dam II Sriwijaya Dibiayai DD, Begini Penjelasan DPMD

  
Tim BIG penegasan batas desa saat melakukan penegasan batas desa di aula kantor dinas PMD Kab Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Terkait penegasan batas desa yang dilakukan oleh Top Dam II Sriwijaya di Kabupaten Tebo, ternyata bukan hanya dilaksanakan di Kecamatan Tengah Ilir saja, pada Selasa 22 Sep 2026 kemarin, tetapi  73 desa se Kab Tebo. 

Kepala dinas (Kadis) pembersihan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, melalui Kabid pemerintahan dan kelembagaan (PemKel), Prayitno, menjelaskan, kegiatan penegasan batas desa yang dilakukan Top Dam II Sriwijaya bukan hanya di Tengah Ilir, tapi seluruh Kab Tebo yang belum melaksanakan penegasan batas desa. 

Yang dikerjakan Top Dam II Sriwijaya ada 73 desa se Kab Tebo, yang sekarang lagi berjalan proses mediasi antara desa A dan B seandainya tidak ketemu titik sepakat antara batas desa,"ucap Prayitno. 

Memang diakui kemarin di DPMD diminta untuk peminjaman tempat untuk mediasi desa-desa di Kec Tengah Ilir. Prayitno menyebutkan kalau untuk yang di Muara Tabir dilaksanakan di kantor Camat. 

Prayitno mengungkapkan, dari 73 desa yang melaksanakan penegasan batas desa di Kab Tebo ialah VII Koto, VII Koto Ilir, Sumay, Tebo Ulu, Serai Serumpun, Tebo Tengah, Tengah dan Muara Tabir, sedangkan untuk Kec Tebo Ilir sudah di laksanakan," katanya ditemui dikantornya, Rabu 23 Sep 2026.

" Untuk penegasan batas desa di Kec Tengah Ilir merupakan yang terakhir dari 73 desa tersebut," lanjut Prayitno. 

Sementara yang sudah naik ke tingkat Kecamatan terkait sengketa batas ini sebut Prayitno, kalau jumlahnya belum dapat rekaman dari Top Dam, namun mereka ada yang merasa sepakat tidak dilakukan mediasi. 

" Apabila mediasi ditingkat Kecamatan tidak selesai dibawa ke tingkat Kabupaten yang menyelesaikan adalah tim penegasan batas desa tingkat Kabupaten, seperti yang Lubuk Mandarsah, bisa saja Lubuk Mandarsah Muara Kilis sepakat, berarti yang tidak sepakat dengan Rantau Api, dan Mengupeh naik ke tingkat Kabupaten," ucap Prayitno. 

Ditegaskan Prayitno, badan informasi geospasial (BIG) ini pusatnya di Cibinong, Bogor, dia yang mengeluarkan peraturan teknis (Pertek) verifikasi peta desa. Kalau Top Dam II Sriwijaya, pusatnya di Palembang, yang melaksanakan penegasan batas desa. 

" Kemudian yang membawa BIG, ialah Top Dam II Sriwijaya, selanjutnya MOU di lakukan antara Pemkab Tebo difasilitasi bagian pemerintahan, kontrak kerjanya langsung dari Top Dam dengan desa, dibiayai dari dana desa (DD) dan masing-masing dikenai Rp25 juta/desa,"ungkap Prayitno. 

Reporter
ARDI

Selasa, 22 September 2026

Begini Penegasan Dinas PUPR Kab Tebo Terhadap Proyek Rabat Beton di Desa Tuo Ilir

Proyek rabat beton jalan poros Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Sorotan publik terhadap proyek rabat beton jalan poros Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, sepanjang 450 meter senilai Rp951,7 juta yang retak sehari setelah dicor direspon cepat oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Pihaknya memastikan telah turun melakukan pengecekan awal ke lokasi pekerjaan,"ujar Plt Kadis PUPR Tebo, Moch Adrian, Selasa 22 September 2026.

" Sudah di chek, untuk provisional hand over (PHO) belum. Akan saya turunkan tim ke lapangan lanjutnya. 

Dari hasil pengecekan awal, ungkap Adrian, pihaknya tidak menemukan ketidaksesuaian spesifikasi secara keseluruhan.

" Untuk ketidaksesuaian terhadap spesifikasi tidak. Hanya saja ada sebagian pekerjaan harus diperbaiki," katanya.

Perbaikan tersebut menurut Adrian, akan menjadi catatan penting sebelum dilakukan PHO atau berita acara serah terima pekerjaan.

" Waktu PHO atau berita acara serah terima akan detail lagi untuk cek kelayakannya.

Diketahui, proyek rigid beton dengan tebal 20 cm dan lebar 4 meter itu disorot warga karena diduga tidak menggunakan batu split saat pengecoran malam hari dan adanya pengurangan material pembesian korset/cakar ayam dari besi 10mm menjadi besi 6mm.

Sementara warga dan DPRD mendesak PUPR Tebo menunda pembayaran dan melakukan uji mutu Core Drill serta Hammer Test untuk memastikan mutu beton K175 sesuai RAB sebelum dilakukan PHO.

Reporter
ARDI

Terkait Konflik di Saudi Arabia, Kemenhaj Kab Tebo Akan Segera Koordinasi Dengan Travel Umrah Dibawah Naungannya

Staf kantor Kemenhaj dan Umrah Kab Tebo, H. Hut/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Maraknya pemberitaan konflik yang terjadi di Arab Saudi sejauh ini biro perjalan atau travel umrah yang berada di bawah naungan kementerian haji dan umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, belum mendapat informasi tentang untuk diberangkatkan. 

Kepala kantor (Kakan) Kemenhaj Kab Tebo, melalui stafnya, H Hut,mengatakan bahwa travel umrah yang berada di bawah naungan Kemenhaj Tebo, hingga adanya pemberitaan yang terjadi di Arab Saudi saat ini, kami belum dapat menginformasikan kepada seluruh travel-travel tersebut. 

Namun demikian dalam waktu dekat ini kami akan segera menghubungi travel tersebut apabila memang benar berita itu terjadi adanya, maka kami akan mewanti-wanti terhadap jamaah umrah yang akan diberangkatkan," ujar H Hut. 

" Kalau memang benar berita itu adanya, tentu keberangkatan tahap ini untuk dapat di stop dulu sementara," ungkapnya, ditemui di kantornya, Selasa 22 September 2026.

Sejauh ini kita memang belum mendapat informasi maupun koordinasi dari kantor wilayah (Kanwil) Kemenhaj Prov Jambi terkait kondisi yang terjadi di Arab Saudi ke Kemenhaj Kab/Kota.

H. Hut menuturkan, travel haji dan umrah yang berada dibawah naungan Kemenhaj Kab Tebo tersebut antara lain Azwa Travel beralamat di Simpang Niam, Kec Tengah Ilir, Kurma Travel di Kec Rimbo Bujang, Penjuru Wisata Travel dan Al Bait Travel di Kec Tebo Tengah. 

" Keempat Travel ini eksis setiap tahun rutin selalu memberangkatkan jama'ah umrah," pungkas H Hut. 

Reporter
ARDI

Eratkan Silaturahmi, Balai POM di Jambi Sambangi Ombudsman Perkuat Pengawasan

Foto: dok Ombudsman Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Balai POM di Jambi menyambangi kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi pada Selasa (22/9/2026). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mencegah potensi terjadinya maladministrasi.

Rombongan Balai POM Jambi dipimpin langsung oleh Kepala Balai POM Jambi, Agus Riyanto, dengan didampingi jajaran tim kerja dari bidang penindakan, pemeriksaan, pengawasan, hingga infokom. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi.

Dalam kesempatan itu, Saiful menekankan bahwa keterbatasan anggaran maupun efisiensi yang sedang berjalan tidak boleh menyurutkan semangat dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kedua lembaga memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kepentingan publik.

"Kita punya tugas masing-masing yang pada akhirnya bermuara ke masyarakat. Kami memastikan pelayanan publik berjalan maksimal, sementara Balai POM memastikan makanan dan obat-obatan yang beredar tetap aman. Walau ada efisiensi, kita harus tetap bekerja semaksimal mungkin," ujar Saiful.

Sementara itu, Kepala Balai POM Jambi, Agus Riyanto, menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, profesional, dan sesuai SOP. Ia memaparkan sejumlah inovasi yang kini terus dikembangkan, termasuk pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk layanan pengaduan dan informasi 24 jam.

Tak hanya itu, Balai POM juga membuka titik layanan tatap muka di kawasan Kota Baru (Anjungan) yang dilengkapi dengan fasilitas video call langsung ke petugas serta pengawasan CCTV.

"Kami juga rutin menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) setiap tahun untuk menyerap aspirasi dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pelaku usaha. Kami memastikan seluruh fasilitas layanan ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta mengelola tim PPID secara optimal," jelas Agus.

Guna mendukung perekonomian lokal, Balai POM di Jambi juga memberikan perhatian khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Agus mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki program pendampingan bagi UMKM yang memiliki keterbatasan dana.

"Kami memberikan bantuan pengujian laboratorium kandungan makanan secara gratis bagi UMKM yang membutuhkan. Harapannya, produk mereka bisa dipastikan aman dan memiliki daya saing di pasaran," tambahnya.

Menanggapi pemanfaatan AI dan inovasi digital Balai POM, Saiful memberikan apresiasi positif. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesarnya adalah membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat agar mau aktif memanfaatkan saluran pengaduan yang ada.

"Pemanfaatan AI ini sangat bagus sebagai penambah kekuatan kerja. Tugas kita sekarang adalah meyakinkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kendala. Ingat, pengawas utama pelayanan publik itu adalah masyarakat sendiri, dan Ombudsman hadir sebagai perantara perbaikan," kata Saiful.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk terus memperketat pengawasan dan menindaklanjuti setiap masukan dari masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan terpercaya di Provinsi Jambi.

Redaksi

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional