Di Tebo Jambi, Seorang Perempuan Muda Mengamuk Bikin Heboh Satu Kantor, Ternyata..!
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kejadian tak terduga satu kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, di bikin heboh oleh seorang perempuan muda mengamuk sambil menangis histeris.
Usut punya usut ternyata perempuan itu datang ke kantor Disdukcapil meminta agar aplikasi identitas kependudukan digital (IKD) yang ada di handphone (HP) di hapus, dengan alasan HPnya akan di jual," ujar kepala dinas Dukcapil Kab Tebo melalui Kabid pengendalian penduduk (Dalduk), Ali Bato, ditemui di kantornya, Senin 29 Juni 2026.
" Ternyata setelah di chek oleh operator kita, yang bersangkutan bukan warga Kab Tebo, KTPnya berasal dari Riau tepatnya Kota Pekanbaru,"sambung Ali.
"Jadi otomatis IKD yang bersangkutan karena bukan warga Tebo, tidak bisa kita hapus. " Kita tidak boleh mengakses identitas warga Kab/Kota lain.
Selanjutnya operator kami menjawab, mohon maaf kita tidak bisa bantu karena bukan warga Tebo. Perempuan tersebut mungkin lagi ada masalah dia tetiba langsung marah menggertak, ngamuk-ngamuk,"kata Ali.
Melihat kondisi itu, lanjut Ali, ada salah satu anggota Dewan Tebo dari Komisi kebetulan disini sedang ada keperluan, berupaya memediasi. "Kita coba untuk memfasilitasi dengan menghubungi Kabid pengelolaan informasi administrasi kependudukan (PIAK) Dukcapil Riau, kita minta tolong untuk melakukan penghapusan IKD.
Ungkap Ali Bato, kalau HP itu di jual lalu aplikasi itu di download nanti muncul lagi nama dia. Sebenarnya bisa kalau HP itu mau dijual silahkan, karena aplikasi IKD dalam HP bisa di reset melalui setelan pengaturan pabrik, tapi dia tidak mau karena program lainnya ikut hilang terhapus.
Perempuan muda yang ngamuk tadi bernama Ruminta, pagi tadi minta untuk penghapusan IKD. Dulu juga pernah kesini, sebenarnya dia itu orang Tebo dalam pengurusan tetap kita layani dengan baik, waktu itu minta pecah kartu keluarga (KK) dari ibunya.
Terakhir dia mengajukan pindah ke Pekanbaru, datang lagi kesini minta untuk penghapusan IKD,"imbuh Ali Bato.
Reporter
ARDI















