DUASATU.NET- Ketua DPRD Sarolangun Provinsi Jambi H.Tontawi Jauhari, SE berterimakasih atas kedatangan tokoh masyarakat, Sumardayan, dalam penyampaian aspirasi desa Payolebar, semoga adanya perwakilan suara rakyat, bisa di serap dan dapat menerima usulan masyarakat baik itu Infrastruktur, kesejahteraan dan perekonomian melalui pola pertanian maupun peternakan agar menjadi lebih sejahtera “ucapnya.
Pantauan di lapangan, kegiatan Reses itu masyarakat setempat menyampaikan usulan dan keluhan yang dialami kepada politisi partai Golkar dengan harapan dapat terjawab melalui program pembangunan Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sarolangun
“ Kemudian beberapa kepala dusun di antaranya Eko Purna Wirawan, Kadus Karya Makmur mengusulkan agar di lakukan pengaspalan jalan di areal pembibitan di RT.36 hingga RT.24 sepanjang lebih kurang 1 km, sebab saat ini anak-anak sekolah yang akan berangkat harus melalui jalan yang buruk, ”ungkapnya.
“ Selain itu, kepala dusun Suka Jadi, Saptoyo, menuturkan, di desa Payo Lebar program dana P2DK bisa di katakan berhasil dalam budidaya ternak sapi. Saat ini sudah ada 46 indukan bisa berkembang, untuk itu kelompok tani yang menangani ternak kesulitan dengan pakan ternaknya, karena melihat perkembangannya terus bertambah jumlahnya, kebutuhan untuk pangannya tentu lebih banyak lagi.
Sementara, Kades Payo Lebar Imam Syafii, mengatakan soal tapal batas desa Payo Lebar hingga kini belum di ketahui, baru batasan antar desa saja. Di harapkan persoalan yang sudah lama ini, dapat menentukan tapal batas di wilayah Kecamatan Singkut "pintanya.
“Ini sangat penting, di peta kita mengira-ngira nanti malah jadi permasalahan, kami mohon kepada Ketua DPR agar ada program penentuan titik tapal batas di Kecamatan Singkut,”ujarnya.
Dengan beragam usulan dan keluhan yang di sampaikan oleh masyarakat tersebut, Ketua DPR Sarolangun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang antusias mengikuti reses ini.
Semua usulan masyarakat jadi catatan dan akan di bahas bersama bersama dewan di tingkat Kabupaten. Jika usulan masyarakat ada yang prioritas akan di realisasikan karena memang anggaran APBD Sarolangun sangat terbatas.
“ Apa yang prioritas, itulah yang akan di anggarkan di tahun 2022, seperti harapan masyarakat untuk pengaspalan jalan dan pembangunan jembatan travesium, ”katanya. (ZAH)